Dalam Wajah Peradaban Barat (2005), Adian Husaini, seorang cendikiawan nasional, membentangkan wacana “the clash of civilizations” antara peradaban Barat dengan Islam.
Wacana ini dipopulerkan oleh Samuel P. Huntington. Cendikiawan ini berhasil mempengaruhi Barat agar memberikan perhatian khusus kepada Islam.
Lewat kajiannya, ia meyakinkan masyarakat Barat, bahwa diantara berbagai peradaban besar yang masih ada hingga kini, hanya Islamlah satu-satunya peradaban yang berpotensi besar menggoyahkan peradaban mereka.
“Islam militant” adalah ancaman yang begitu diwanti-wanti oleh Huntington. Ia bahkan memperingatkan masyarakat Barat agar memperhatikan generasi muda Muslim, secara khusus, agar tidak menjadi militan dan memperkuat kebangkitan Islam.
Ia juga mendukung pemerintah Barat menggencarkan program westernisasi, sekulerisasi dan liberalisasi besar-besaran di dunia Islam. Program ini bertujuan untuk menekan perkembangan kelompok Islam yang dianggap berpotensi menentang Barat.
Istilah “Islam militant” yang didefinisikan Huntington, menurut Ustadz Adian Husaini telah melebar kemana-mana. Melalui bukunya, Who Are We?, Huntington nampaknya menyamaratakan istilah tersebut ke berbagai kelompok dan komunitas Islam. Hal ini menggiring pembaca untuk bersikap praktis terhadap umat Islam secara keseluruhan.
Lalu siapakah Huntington? Mengapa wacananya begitu mempengaruhi kebijakan politik, sosial, bahkan ekonomi Barat? Huntington adalah seorang ilmuwan politik dari Harvard University, yang juga aktif terlibat dalam perumusan kebijakan luar negeri AS.
Ia pernah menduduki berbagai jabatan prestisius di pemerintahan, di antaranya menjadi President of the American Political Science Association, Ketua Departement of Government, dan juga sempat bekerja di Gedung Putih sebagai Coordinator of Security of Planning for the National Security Council.
Huntington adalah sosok yang berhasil mencitrakan Barat sebagai pemburu teroris, sementara Islam adalah terorisnya. Citra inilah yang menjelma menjadi sikap Islamofobia di tengah masyarakat Barat, yang pada gilirannya memunculkan kebijakan-kebijakan Barat yang anti Islam.
Pasca peristiwa 11 September 2001, sikap Islamofobia di kalangan masyarakat Barat semakin merebak. Sikap ini nyatanya tidak dilatarbelakangi oleh aspek kajian ilmiah yang jujur dan adil. Sebaliknya, ia hanya ditujuankan untuk kajian dan analisis yang memunculkan “Islam militan sebagai musuh utama Barat”.
Di mana hal tersebut dimanfaatkan sebagai legitimasi berbagai kajian politik dan militer Amerika, serta negara-negara Barat lainnya, untuk menyerang negara-negara Islam. Tentunya lewat jargon-jargon demokrasi, liberalisasi, dan Hak Asasi Manusia ala mereka.
Namun mengapa dari sepanjang sejarah Barat hanya agama Islam dan umatnya yang selalu dijadikan target kolonialisme dan kritikan mereka?
Perlu digaris bawahi, bahwa peradaban Barat mengandung bias agama Kristen yang cukup kuat. Hal ini menjadikan Barat tidak kunjung berdamai dengan Islam, yang notabene memiliki pandangan alam yang berbeda.
Syed Muhammad Naquib al-Attas menguraikan akar persoalan ini dalam bukunya Islam and Secularism (1978). Di antaranya ialah:
Pertama, kebangkitan Islam di atas pentas sejarah telah menyaingi dan menantang agama Kristen yang telah mendeklarasikan diri sebagai agama universal untuk seluruh umat manusia.
Kedua, al-Qur’an dengan tegas menggugat dasar-dasar aqidah agama Kristen yang menyatakan bahwa Allah swt memiliki anak, serta tentang hakikat Nabi Isa dan ibunya Maryam.
Ketiga, al-Quran menceritakan dengan jelas keburukan para pemuka agama Yahudi yang telah menyelewengkan ajaran-ajaran para anbiya.
Keempat, kebangkitan Islam telah mengubah orang-orang Barat, baik dalam bidang inguistik, sosial, kebudayaan, keilmuan dan ekonomi.
Kelima, meluasnya wilayah Islam serta pengaruhnya ke seluruh Timur Tengah termasuk wilayah yang pada mulanya dikuasai oleh kekaisaran Bizantium, India dan Afrika dalam waktu yang begitu singkat, dan berhasil pula menguasai perdagangan laut Mediteranian dan India.
Keenam, Islam memiliki potensi yang besar untuk bangkit dan merobohkan hegemoni Barat di masa yang akan datang.
Dari berbagai faktor yang telah diuraikan di atas, dapat dipahami bagaimana sensitifnya Barat terhadap perkembangan Islam. Tidak heran, doktrin “bahaya Islam” keluat dari lisan para tokoh peradaban Barat seperti halnya Huntington.
Semenjak diposisikan sebagai musuh utama bagi Barat, nampaknya Islam lebih ditakuti daripada musuh Barat sebelumnya. Barat terlihat lebih serius saat mengahadapi Islam dibanding saat melawan Uni Soviet dan sekutu-sekutunya, yang jelas memiliki persenjataan dan tentara sebanding dengan mereka.
Maka sudah seharusnya kita memiliki rasa bangga yang tinggi menjadi seorang muslim, dan tidak lagi silau dengan peradaban Barat. Apalagi sampai mengekor kepada Barat demi mencapai kemajuan hidup hingga meninggalkan kaidah-kaidah Islam.
Dalam pengantar buku Wajah Peradaan Barat, Wan Mohd Nor Wan Daud, seorang cendikiawan muslim memberikan nasehat kepada kita agar memiliki semangat hakiki agama dan tamadun (peradaban) kita.
Sebab kebangkitan Islam bukan saja merupakan suatu hal yang ditakuti oleh Barat, tetapi juga merupakan suatu janji kemenangan dari Allah yang harus kita yakini. Sebagaimana dalam Q.S Ash-Shaf ayat 9 Allah SWT berfirman:
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.”
Oleh karena itu, yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan kemenangan tersebut dengan sebaik-baik persiapan.
Menghilangkan kejahilan dengan terus membentengi diri dengan ilmu-ilmu agama yang kuat serta tetap mengambil manfaat dari Barat serta menolak segala yang dapat merusak pondasi keimanan sebagai seorang muslim.
************
Penulis: Sinta Mustika
(Mahasantri At-Taqwa College Depok – Angkatan II)
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)












































































