MUJAHIDDAKWAH.COM, MESIR – Konflik berkepanjangan yang melanda Sudan telah memaksa ribuan warganya mencari perlindungan ke negara-negara tetangga, termasuk Mesir. Di tengah situasi serba keterbatasan di tanah rantau, secercah harapan dan kepedulian hadir menyapa mereka yang membutuhkan.
Sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan global, lembaga kemanusiaan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) perwakilan Mesir kembali bergerak meluncurkan aksi nyata. Bertajuk “Tebar Peduli Bersama Warga Sudan”, WIZ Mesir mendistribusikan santunan langsung bagi para pengungsi Sudan yang saat ini menetap di wilayah Kairo, Mesir, pada Ahad (5/6/2026) atau bertepatan dengan 20 Muharram 1448 H.
Aksi yang berlangsung hangat dan penuh haru ini menyasar para keluarga pengungsi yang kehilangan mata pencaharian dan tempat tinggal. Senyum kebahagiaan tampak merekah dari wajah-wajah para penerima manfaat saat tim relawan membagikan bantuan penunjang hidup tersebut.
Ketua WIZ Mesir, Andry, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan salah satu komitmen rutin yang terus digalakkan untuk menjaga asa para pencari suaka di tengah krisis kemanusiaan global.
“Alhamdulillah, kami dari Wahdah Inspirasi Zakat Mesir kembali melaksanakan salah satu kegiatan rutinitas, yaitu membagikan santunan kepada warga-warga pengungsi, khususnya pengungsi Sudan yang ada di kota Kairo ini,” ujar Andry dalam keterangannya di sela-sela penyaluran bantuan.
Lebih lanjut, Andry juga melayangkan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang senantiasa menjadi jembatan kebaikan bagi program-program WIZ Mesir.
“Kami ucapkan syukran jazakumullahu khairan kepada seluruh donatur, kepada seluruh muhsinin yang telah dan senantiasa menginfakkan hartanya di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga apa yang diinfakkan itu sangat membantu dan berguna untuk saudara-saudara kita yang ada di kota ini,” tambahnya penuh harap.
Krisis kemanusiaan belum usai, dan kepedulian dari tanah air menjadi bahan bakar utama bagi WIZ untuk terus menemani mereka yang terdampak. Bantuan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban fisik, tetapi juga meneguhkan batin para pengungsi bahwa mereka tidak pernah berjuang sendirian.
Laporan: Humas WIZ














































































