MUJAHIDDAKWAH.COM, GAZA – Kota-kota Khan Younis, Rafah, dan Gaza menjadi saksi operasi militer Israel yang intensif pada hari Selasa, termasuk penembakan artileri, pembongkaran rumah-rumah dan infrastruktur sipil, serta serangan yang menargetkan kawasan pemukiman, yang mengakibatkan puluhan keluarga terpaksa mengungsi.
Koresponden WAFA melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel melakukan empat operasi pembongkaran berskala besar pada dini hari Selasa (30 Juni 2026), yang menargetkan rumah-rumah dan infrastruktur sipil di wilayah timur dan timur laut Khan Younis.
Penembakan artileri juga menghantam wilayah barat laut Rafah, sementara kendaraan militer Israel melepaskan tembakan ke arah bagian timur Khan Younis.
Di Kota Gaza, pasukan Israel meledakkan robot jebakan yang diisi dengan sejumlah besar bahan peledak, menargetkan rumah-rumah di kawasan Tuffah di bagian timur laut kota tersebut. Hal ini bertepatan dengan tembakan senjata berat dari kendaraan militer serta ledakan sporadis di kawasan Shuja’iyya dan Tuffah.
Penembakan artileri juga meluas ke wilayah timur Beit Lahia di bagian utara Jalur Gaza, serta menargetkan kawasan Atatra di barat laut Kota Gaza.
Dalam konteks terkait, sumber medis melaporkan bahwa delapan warga Palestina, termasuk dua anak-anak, tewas dan beberapa lainnya terluka pada hari Senin. Menurut sumber kesehatan, jumlah korban tewas sejak pelanggaran gencatan senjata dimulai pada Oktober 2025 telah meningkat menjadi 1.045 orang, ditambah 3.380 orang terluka.
Sumber-sumber tersebut menambahkan bahwa jumlah korban kumulatif akibat agresi Israel terhadap Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 73.058 tewas dan 173.488 terluka.
Sumber: Wafa















































































