• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Minggu, Agustus 2, 2026
Advertisement
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

    Tadabbur Al-Qur’an: Manusia Karena Harta dan Takwa

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Wakil Bupati Sinjai Lepas Ratusan Peserta Jalan Santai Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah

    Wakil Bupati Sinjai Lepas Ratusan Peserta Jalan Santai Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Ustadz Zaitun Rasmin Setuju MUI Dorong Regulasi Tegas untuk Melindungi Keluarga dari LGBT

    Ustadz Zaitun Rasmin Setuju MUI Dorong Regulasi Tegas untuk Melindungi Keluarga dari LGBT

    Bangun Ekosistem Kolaboratif, Muslimah Wahdah Pusat Jalin Kerjasama dengan BAZNAS Makassar

    Bangun Ekosistem Kolaboratif, Muslimah Wahdah Pusat Jalin Kerjasama dengan BAZNAS Makassar

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Jelang Muktamar V, Wahdah Islamiyah dan Paragon Satukan Semangat Keteladanan dan Kebermanfaatan

    Jelang Muktamar V, Wahdah Islamiyah dan Paragon Satukan Semangat Keteladanan dan Kebermanfaatan

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Setelah 2 Dekade Berkuasa, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan di Gaza

    Setelah 2 Dekade Berkuasa, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan di Gaza

    Demi Setetes Air: Potret Bocah Gaza Memikul Jeriken dengan Gigitan Gigi

    Demi Setetes Air: Potret Bocah Gaza Memikul Jeriken dengan Gigitan Gigi

    1.000 Hari di Bawah Bom dan Pengungsian: Memori Gaza yang Terbuka pada Luka

    1.000 Hari di Bawah Bom dan Pengungsian: Memori Gaza yang Terbuka pada Luka

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

    Tadabbur Al-Qur’an: Manusia Karena Harta dan Takwa

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Wakil Bupati Sinjai Lepas Ratusan Peserta Jalan Santai Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah

    Wakil Bupati Sinjai Lepas Ratusan Peserta Jalan Santai Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Ustadz Zaitun Rasmin Setuju MUI Dorong Regulasi Tegas untuk Melindungi Keluarga dari LGBT

    Ustadz Zaitun Rasmin Setuju MUI Dorong Regulasi Tegas untuk Melindungi Keluarga dari LGBT

    Bangun Ekosistem Kolaboratif, Muslimah Wahdah Pusat Jalin Kerjasama dengan BAZNAS Makassar

    Bangun Ekosistem Kolaboratif, Muslimah Wahdah Pusat Jalin Kerjasama dengan BAZNAS Makassar

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Jelang Muktamar V, Wahdah Islamiyah dan Paragon Satukan Semangat Keteladanan dan Kebermanfaatan

    Jelang Muktamar V, Wahdah Islamiyah dan Paragon Satukan Semangat Keteladanan dan Kebermanfaatan

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Setelah 2 Dekade Berkuasa, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan di Gaza

    Setelah 2 Dekade Berkuasa, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan di Gaza

    Demi Setetes Air: Potret Bocah Gaza Memikul Jeriken dengan Gigitan Gigi

    Demi Setetes Air: Potret Bocah Gaza Memikul Jeriken dengan Gigitan Gigi

    1.000 Hari di Bawah Bom dan Pengungsian: Memori Gaza yang Terbuka pada Luka

    1.000 Hari di Bawah Bom dan Pengungsian: Memori Gaza yang Terbuka pada Luka

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in Biografi, KHAZANAH

Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 14 mins read
Juni 16, 2026
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Umat Islam di Nusantara bukanlah umat pinggiran dalam sejarah peradaban Islam di dunia. Nama-nama ulama Nusantara menghiasi catatan sejarah tentang gelombang dakwah Islam. Salah satunya adalah Syaikh Yusuf Al Maqassari. Jelajah dakwahnya membentang dari kepualauan di Nusantara, baik di Sulawesi, Jawa, melintasi benua India hingga benua Afrika. Namun namanya bukan hanya harum karena dakwahnya, tetapi juga karena gelora jihadnya yang mewarnai hidupnya. Puluhan karyanya menjadi jejak khazanah keilmuan di Nusantara.

Hubungan umat Islam di Nusantara dengan umat Islam di dunia memang terjalin sejak lama. Ibadah Haji menjadi salah satu penghubung penting umat Islam di Nusantara dengan umat di dunia, khususnya di Haramayn (Mekkah dan Madinah). Umat Islam di Nusantara bukan hanya ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah Haji tetapi juga menimba ilmu di sana.

Selepas menimba ilmu, sebagian kembali ke tanah air, melebarkan sayap dakwah di Nusantara, sebagian lainnya mengajar di Mekkah dan Madinah. Menjadi guru, terutama bagi orang-orang Nusantara yang menimba ilmu di Haramayn.

You might also like

Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

Juni 16, 2026

Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

Juni 16, 2026

Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

Juni 16, 2026

Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

Juni 16, 2026

Jaringan ulama Nusantara dengan ulama di dunia Islam, terutama di Jazirah Arab, terjalin oleh proses ini. Jaringan ini menghasilkan ulama-ulama Nusantara yang amat dikenal hingga kini, seperti Hamzah Fansuri, Nuruddin ar-Raniri, Abdurauf as-Singkili, Abdushamad al-Palimbani, Arsyad al-Banjari , termasuk Yusuf al- Maqassari. [1]

Muhammad Yusuf bin Abdullah Abu al-Mahasin al-Taj al-Khalwati al- Maqassari, atau biasa dikenal Syaikh Yusuf Al Maqassari lahir di Gowa 1627. Sejak kecil ditempa dengan pendidikan Islam, mulai dari membaca Al Qur’an dengan ustadz setempat, yaitu Daeng ri Tasammang, lalu belajar bahasa Arab, fiqih tauhid dan tasawuf dengan Sayid Ba’Alwi bin Abdullah al-‘Allamah at-Thahir di Bontoala. Ketika berusia 15 tahun ia menimba ilmu kepada salah seorang ulama terkenal di Cikoang, yaitu Jalaluddin al-Aydid. Setelah itu ia menikah dengan Sitti Daeng, putri Sultan Gowa, Sultan al Malik al Sa’id (1639-1653). Namun menikah tak menghambatnya untuk terus menuntut ilmu.[2] Tahun 1645 ia memulai perjalanannya menuntut ilmu ke berbagai wilayah di dunia.

Makassar sebagai kota pelabuhan penting di Nusantara pada masa itu memudahkannya untuk meneruskan perjalanannya menimba ilmu. Dari Makassar, ia bertolak ke pelabuhan Bantam (Banten). Di Banten, penguasa kala itu adalah Sultan Abu al-Mafakhir ‘Abdul Qadir (1626-1651). Di masa Sultan ini Banten mencapai kemajuan di bidang ekonomi dan politik. Ia juga dikenal sebagai penguasa yang memiliki minat besar pada ilmu-ilmu agama.

Besarnya minat Sultan terhadap ilmu agama, membuatnya menjalin hubungan dengan penguasa Mekkah, Raja Syarif Jahed. Sultan mengirim utusan untuk menanyakan arti dari tiga kitab tarekat, yaitu Markum, Muntahi dan Wujudiyah. Selain mendapatkan jawaban dari penguasa Mekkah, Sultan juga mendapatkan hadiah gelar Sultan Abu al-Mafakhir ‘Abdul Qadir.[3] Dengan eratnya hubungan tersebut maka tak mengherankan jika Banten kala itu menjadi salah satu pusat keilmuan Islam di Nusantara.[4]

Di masa itulah Syaikh Yusuf Al Maqassari kemungkinan juga belajar di Banten, dan yang tak kalah penting berhubungan dekat cucu Sultan yang bernama Pangeran Dipati, atau yang kelak lebih dikenal dengan Sultan Ageng Tirtayasa. Cakrawala keilmuan Al- Maqassari begitu luas sehingga menghubungkan ia dengan Syaikh Muhammad Jilani bin Hasan bin Muhammad Hamid al Raniri, yang juga paman dari Nuruddin ar-Raniri, salah seorang ulama besar berdarah India-Melayu dan menjadi pernah menjadi mufti Kesultanan Aceh. Al-Maqassari tampaknya berguru pada Muhammad Jilani ar-Raniri.[5]

Diakuinya Muhammad Al Jilani ar-Raniri sebagai guru dari al-Maqassari tampak dari karyanya Safinat an-Najah,

“Yang alim lagi utama. Yang arif lagi sempurna. Yang mengumpulkan ilmu syariat dan hakikat, yang menyelidiki makrifat dan tarekat. Tuanku dan guruku, Syekh Muhammad Jaylani yang lebih terkenal dengan sebutan Syekh Nuruddin bin Masanji bin Muhammad Hamid al-Quraisy al-Raniri. Semoga Tuhan menyucikan roh beliau dan memberi cahaya pusaranya.”[6]

Al-Maqassari kemudian melanjutkan menuntut ilmu ke Yaman. Di sini ia berguru kepada Muhammad bin Abdul Baqi al Naqsyabandi dan menerima ijazah tarekat Naqsyabandiyah. Di Yaman ia juga menerima tarekat Assadah al-Ba’alawiyah dari Sayid Ali al-Zabidi.

Penjelajahannya dalam menimba ilmu membawanya pada pusat keilmuan, yaitu Mekkah dan Madinah. Di Haramayn inilah ia berguru kepada ulama-ulama yang juga kelak menjadi guru ulama-ulama lain dari nusantara seperti Abdurrauf as-Singkili, yang kelak menjadi mufti Kesultanan Aceh. Bersama Ibrahim al-Kurani, Ahmad Qusyasyi dan Hasan al Ajami mereguk semesta ilmu mulai dari tasawuf, hadis, tafsir, fiqih dan lainnya.

Di Mekkah ia tak hanya belajar, tetapi juga mengajar. Kebanyakan muridnya adalah jama’ah haji dan orang-orang komunitas Jawi di Haramayn. Diantaranya adalah Abdul Basyir ad-Dharir dari Rappang, Sulawesi Selatan, yang menjadi penyebar tarekat Naqsanbandiyah dan Khalwatiyah di Sulawesi Selatan. Dari Tanah Suci, pengembaraannya berlanjut ke Damaskus, Suriah. Di sana ia berguru pada Ayyub al-Khalwati, seorang sufi dan pakar fiqih, tafsir dan hadist terkenal di Suriah.[7]

Tasawuf memang menjadi salah satu aspek yang mengiringi hidup Syaikh Yusuf al Maqassari. Namun keliru jika menganggap Syaikh Yusuf menganut paham-paham yang menyesatkan. Ia mendalami tasawuf dari tarekat Syattariyyah, Qadariyyah, Naqshabandiyyah dan Khalwatiyyah. Menurut Buya Hamka, dalam tarekat Khalwatiyyah inilah beliau mencapai derajat yang tinggi dalam ilmu tasawuf sehingga diberi gelar oleh gurunya Taj-al Khalwatiyyah (Mahkota tarekat Khalwatiyyah).[8]

Tak dapat dipungkiri, Islam masuk ke nusantara diantaranya melalui ulama-ulama tasawuf, terutama setelah jatuhnya Baghdad ke tangan Mongol. Umat Islam termasuk para sufi kemudian berpencar ke segala penjuru termasuk ke nusantara.[9]

Namun patut diperhatikan bahwa pada abad ke 17, pengamalan tasawuf memberikan perhatian besar pada aspek syariat. Syariat menjadi bagian yang tak bisa dilepaskan dari tasawuf.[10]

Kedua guru Al Maqassari, yaitu Ahmad Qusyasyi (wafat 1660) dan Ibrahim Al-Kurani (1690) merupakan dua tokoh sufi yang dikenal berpegang teguh pada syariat. Ibrahim al-Kurani, dikenal pula sebagai muhaddith. Al-Kurani diketahui mempelajari fiqih mahzab Syafi’I, Maliki dan Hanbali. Ia pernah berguru kepada mufti Damaskus dan ulama Hanbali, yaitu Abdul Baqi Taqiuddin al-Hanbali. Tak heran al-Kurani juga mendalami pemikiran Ibnu Taimiyyah dan Ibnul Qayyim al-Jauzi. Al-Kurani bahkan membela pemikiran Ibnu Taimiyyah dari tuduhan menisbatkan sifat-sifat jasmaniyah pada Allah.

Namun pengaruh besar Ibrahim al-Kurani di nusantara adalah kitabnya yang amat dikenal yaitu, Ithaf al-dhaki bi sharh al-Tuhfah al-Mursalah ila’ al-Nabi salla Allahu ‘alayhi wa-sallama (Sebuah persembahan kepada Jiwa yang Cerdas: Penjelasan atas Kitab yang Dipersembahkan kepada Nabi Saw).[11]

Ithaf al-Dhaki memang sebuah kitab komentar (sharh) dari kitab tasawuf yang amat popular dinusantara waktu itu, namun menimbulkan kesalahpahaman, yaitu al-Tuhfah al-mursalah ila al-Nabi salla Allahu ‘alayhi wa-sallama karya ulama asal India, Fadlallah al Hindi al Burhanpuri (wafat 1620). Al Kurani menulis kitab ini atas permintaan murid-muridnya yang berasal dari komunitas jawi (nusantara) atau Jama’at al Jawiyin. Kitab ini merupakan penafsiran tasawuf yang berpegang pada syariat.

Mengingat pentingnya syariat dalam kehidupan termasuk dalam pengamalan tasawuf, maka Syaikh Yusuf, seperti gurunya, Ibrahim al-Kurani, mewanti-wanti agar manusia tak terjerumus ke dalam lembah kesesatan. Syariat dan hakikat menurutnya adalah bagian saling tak terpisahkan,

“Hal itu sebagaimana halnya bahwa syari’at adalah bentuk dari hakekat, dan hakekat adalah makna dari syari’at, sedangkan paduan dari keduanya adalah yang dinamakan tarekat (jalan) yang lurus yang salah satu sayapnya berupa syari’at sedang yang satunya lagi adalah hakekat, maka ketahuilah hal itu.”[12]

Menurutnya, hamba Allah siapapun, meski telah mencapai maqam tertinggi dalam kesufian, tetaplah hamba, dan Tuhan tetaplah Tuhan (Allah). Menurutnya, “Fahamilah itu dan jangan keliru, karena disitulah tempat tergelincir yang dapat menyesatkan.”[13] Syaikh yusuf menganggap perbuatan demikian, adalah kufur.

Syaikh Yusuf, dalam kitabnya Sirru al Asrar, menyebutkan orang-orang berpaham al-ibahah, yaitu yang berpendapat selamanya tak ada keharaman atau larangan apa pun, karena semuanya ini adalah takdir ilahi, maka orang seperti ini telah menyalahi ahlus sunnah wal jama’ah, dan mereka (al-ibahah ) adalah orang-orang yang kufur. Menurut Syaikh Yusuf,

“Sebab, pengikut ahlu as-sunnah wa al-jama’ah meyakini dan berpendapat bahwa haram adalah haram, halal adalah halal. Haram adalah apa yang diharamkan oleh syariat yang mulia yang tidak dihapus, sedangkan halal adalah apa yang dihalalkan oleh syariat pula. Ahlu al-haqqi, dalam mahzabnya, juga meyakini dan berpendapat bahwa semua yang haram menurut syariat atas dasar ijma’, lahir maupun batin, adalah haram menurut hakikat lahir maupun batin.” [14]

Karyanya Zubdat al-Asrar, juga menekankan peringatan beliau akan salah satu pemahaman muslim ahlus sunnah wal jama’ah, yaitu adalah menerima dengan rela takdir Allah dan qada-Nya. Namun menekankan agar jangan sampai ridha dengan kemaksiatan. Menurutnya, “…sebab menerima qada itu wajib, bukan rida dengan yang ditakdirkan seperti maksiat, sebab rida dengan maksiat itu adalah kufur.”[15]

Bagi Syaikh Yusuf al-Maqassari jalan tasawuf hanya dapat dilalui dengan kesetiaan penuh baik secara lahir maupun batin kepada doktrin hukum Islam. Menurutnya orang yang hanya bersandar pada syariat Islam lebih baik daripada orang yang mengamalkan tasawuf namun mengabaikan ajaran-ajaran hukum Islam. Ia bahkan menyebut orang yang percaya bisa dekat kepada Allah tanpa melakukan ibadah seperti shalat dan puasa orang sebagai zindiq dan mulhid (sesat). Ia menyebutkan jalan untuk mendekati Allah adalah dengan banyak shalat, membaca Qur’an dan hadis, termasuk Jihad fi Sabilillah.[16]

Damaskus, Suriah adalah pengembaraan al-Maqassari yang terakhir di jazirah Arab, hingga ia akhirnya kembali ke Nusantara, tahun 1664 atau 1672, setelah lebih dari 20 tahun lebih menuntut ilmu. Sebagian pendapat, seperti Buya Hamka, menyatakan ia kembali ke Gowa, Sulawesi Selatan. Di sana ia menemukan kenyataan pahit bahwa umat Islam di sana tidak melaksanakan ajaran Islam dengan baik. Jatuhnya Kesultanan Gowa dan Tallo ke tangan VOC pasca perjanjian Bongaya membawa kemunduran bagi perilaku bangsawan dan penguasa lokal. Perjudian, minum arak, hingga menghisap candu menjadi kebiasaan masyarakat di sana. Sarannya untuk menegakkan hukum Islam pada penguasa tidak diindahkan. Hingga ia akhirnya meninggalkan Gowa, menuju Banten.[17]

Di Banten ia menemui sahabatnya, Pangeran Dipati, yang kini telah menjadi Sultan Banten (1651 – 1683) menggantikan kakeknya. Pangeran Dipati mendapat gelar dari Mekkah, yaitu Sultan Abu Fath Abdul Fattah dan juga dikenal kelak sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. Pada masa Sultan Ageng Tirtayasa ini, Banten mencapai puncak kemajuannya termasuk di bidang agama, ekonomi dan politik. Kesultanan Banten berhubungan bahkan menjalin hubungan hingga ke Kerajaan Denmark.[18]

Di Banten, Syaikh Yusuf menikah dengan putri Sultan dan kemudian menduduki posisi amat tinggi sebagai mufti kesultanan Banten. Sumber-sumber Belanda menyebutnya opperpriester atau hoogenpriester (pendeta tertinggi). Sesungguhnya, jika kita mencoba menduga motivasi Syaikh Yusuf menerima amanah untuk menjadi mufti di Kesultanan Banten adalah karena keyakinan beliau, bahwa ulama merupakan bagian penting dari tegaknya agama dalam kekuasaan,

“Begitu pula halnya bahwa pedang adalah saudara dari al-Qur’an sebagaimana sabda Nabi s.a.w.: ‚Pedang adalah saudara al-Qur’an.‛ Mereka, yakni para ulama, mengatakan bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan ‚pedang‛ itu ialah para raja dan para sultan, sedangkan yang dimaksud dengan‚ al-Qur’an‛ ialah para ulama dan hukama. hal itu karena tegaknya syara’ yang mulia tidak terjadi kecuali dengan pemerintahan para raja dan sultan yang memiliki hak kepemimpinan dan pemerintahan dan ahli mengatur dan mengatur dengan bijaksana.

Demikian pula, tegaknya pemerintahan sultan dan urusan kerajaan tidak akan sempurna kecuali dengan para ulama yang mengamalkan ilmu mereka dan hukama yang arif. Itulah sebabnya, sejak dahulu pada umumnya setiap nabi memiliki pendukung dari raja-raja pemegang kemimpinan dan pemerintahan, dan umumnya setiap raja memiliki pendukung dari nabi-nabi dan wali-wali yang memiliki kesempurnaan dan penyempurnaan serta kedudukan dalam agama Islam, karena yang satu dari keduanya terdukung oleh yang lain, maka pahamilah hal itu.”[19]

Jabatannya sebagai penasehat Sultan memang berhubungan dengan keluasan ilmunya dalam soal agama. Sultan Ageng Tirtayasa pun mewarisi minat besar ayahnya terhadap persoalan agama. Hal ini dapat kita lihat pada karya Syaikh Yusuf, yaitu Zubdat al-Asrar fi Tahqiq Ba’d Masyarib al-Akhyar, yang memuji kealiman dan kecintaan Sultan pada agama Islam. Di bagian akhir kitab yang ditulis pada tahun 1676 tersebut, Syaikh Yusuf menulis,

“Berkata penulis huruf-huruf ini, semoga Allah ta’ala memberikan kesempurnaan hidayah kepadanya dan menjadikannya memperoleh berkat dari penulisan karangan ini dan memperoleh berkatnya pula dari Sultan Ibn Sultan Tuanku Raja yang Agung dan sultan yang mempunyai keadilan yang sempurna, dan mempunyai hukum-hukum yang umum, yang bercita-cita tinggi, yang mengibarkan panji Muhammad, tempat berlindung para ulama dan orang-orang miskin serta harapan orang-orang faqir dan orang-orang salih, penolong orang-orang lemah dan orang-orang yang perlu pertolongan , penghibur hati para perantau serta orang-orang yang menderita, karena berpegang teguh kepada syari’at dan batin hakikat dari ahli suluk, ma’rifat dan ahli tarekat yaitu Tuanku Sultan Abu al-Fath putra Sultan Abu al-Ma’ali putra Sultan Abu al-Mafakhir yang menguasai Banten, semoga disempurnakan oleh Allah kebahagiaannya dan diperindah kemuliaannya serta dilindungi-Nya di dunia dan di akhirat.”

Selain memiliki minat mendalam terhadap agama, Sultan juga amat membenci penjajah VOC.[20] Ironi kemudian menghampiri kisah Kesultanan Banten. Putra Mahkota Kesultanan Banten, Pangeran Gusti, yang disebut Sultan Haji menjadi sumber keruntuhan Kesultanan Banten. Tak seperti ayahnya yang amat membenci VOC, Sultan Haji menjadi amat dekat dengan VOC, hidup dengan cara-cara hidup Barat dan kemudian dipengaruhi untuk kekuasaan ayahnya. Pada bulan Maret tahun 1682 prahara antara ayah dengan anak kemudian pecah.

Perang antara Sultan Ageng Tirtayasa yang didukung Syaikh Yusuf al-Maqassari, ulama serta rakyat berhadapan dengan Sultan Haji yang didukung VOC tak terhindarkan. Sultan Ageng kemudian meninggalkan Surosowan menuju ke Tirtayasa dan menetap di hutan, sehingga ia dikenal dengan Sultan Ageng Tirtayasa. Sebaliknya, Sultan Haji yang menguasai Istana kemudian dibantu pasukan dibawah pimpinan Isaac Martin dari VOC. Sultan Ageng menghadapi serangan Belanda berupaya meminta bantuan Kerajaan Inggris. Kepada Raja Charles II, tahun 1682, sang sultan mengirim surat permohonan bantuan,

“Kami mengharapkan bantuan Tuan dan karena penduduk Banten mengalami banyak kesulitan, maka jika England dan Tirtayasa bersatu, maka Sultan Abu al-Fath memohon dari Tuan bantuan yang banyak.”[21]

Ia kemudian melanjutkan di surat tersebut,

“Adapun yang diinginkan penguasa benteng, yakni anak kami, adalah memberikannya kepada Belanda, dan kami tidak akan menyerahkannya kepada Belanda. Oleh karena itu, kami akan berperang dengannya, insyallah ta’ala”[22]

Sayangnya Inggris enggan ikut campur dalam peperangan tersebut. Tampaknya mereka tak ingin turut terlibat dalam perseteruan ayah dengan anak. Ketika tahun 1683 Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap VOC dan dasingkan ke Batavia hingga wafat tahun 1695.

Syaikh Yusuf kemudian meneruskan Jihad fi Sabililah melawan VOC secara geriliya. Bersama 4000 pasukannya, termasuk Pangeran Purbaya dan Pangeran Kidul. Geriliya yang dilakukan Syaikh Yusuf menjelajah hingga wilayah Pamijahan, Tasikmalaya.[23] Di sini ia bekerjasama dengan Syaikh Abdul Muhyi, seorang ulama penyebar tarekat Syattariyah di Pamijahan, Tasikmalaya. Menariknya, Syaikh Abdul Muhyi adalah murid dari Abdurauf al-Sinkili, seorang ulama besar Aceh, yang juga berguru pada Ibrahim al-Kurani.[24] Perjumpaan Syaikh Yusuf dengan Syaikh Abdul Muhyi dikisahkan olehnya dalam kitab Syurut al-Arif al-Muhaqqiq, yang ditulisnya kemungkinan antara bulan April sampai Juni tahun 1683, ketika sedang membangun pertahanan di Desa Karang atau Karangnunggal (Jawa Barat).

“Maka ketika Allah ta’ala membawaku dengan hikmah dari pengetahuan-Nya dengan sampainya aku ke desa Rantubetaa, lalu ke desa Baebul di negeri Mandala yang diberkahi, semoga Allah ta’ala menjaganya dari segala bencana, aku menemui laki-laki bernama Abdul Jalil dari penduduk desa-desa tersebut dan sesungguhnya ia adalah keberkahan bagi orang-orang pada zamannya tuan kami Haji Abdul Muhyi yang tinggal di desa Karang yang diberkahi semoga Allah memanjangkan umurnya dan menolongnya disetiap urusannya.”[25]

Desa Mandala yang disebut Syaikh Yusuf adalah bagian dari daerah Sukapura. Sukapura saat ini berganti nama menjadi Tasikmalaya. Sedangkan Desa Karang yang dimaksud diatas saat ini dikenal dengan nama Aji Karang atau Karangnunggal, yang letaknya dekat dengan kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Jika hingga Juni 1683 ia masih bergeriliya dan menulis kitab tersebut, maka pada Desember 1683, perjuangan Syaikh Yusuf menemui babak akhir. Pasukan VOC berhasil menawan Asma, putri dari Syaikh Yusuf. Putrinya pun akhirnya membujuk ayahnya untuk menyerah. Syaikh Yusuf berhasil ditangkap di Bulan Desember. Ia kemudian di tahan di Batavia selama 6 bulan, hingga kemudian diasingkan ke Srilanka (Ceylon) karena dianggap sebagai tokoh yang berbahaya.[26] Syaikh Yusuf memang tidak pernah menulis sebuah risalah khusus mengenai jihad, seperti Abdushamad al-Palimbani, namun dalam karya-karyanya ia tetap menekankan pentingnya jihad.[27]

Pengasingan tak mampu meredupkan pengaruh yang dipancarkan oleh Syaikh Yusuf al-Maqassari. Di Sri Langka ia menghasilkan salah satu karyanya Safinat an-Najah. Baginya, pengasingan di Benua India (Sri Langka) adalah tempat ia mengharap berkah, seperti halnya Nabi Adam yang telah diturunkan dari Surga ke Benua India. Hal ini ia kemukakan dalam kata pengantar Safinat an-Najah. Selain di Banten, ia banyak menghasilkan karya di Sri Lanka.[28]

Safinat an-Najah sendiri adalah sebuah karya yang ia hasilkan atas permintaan seorang ulama India bernama Ibrahim Minhan. Nampaknya kehadirannya diketahui oleh para ulama India melalui penguasa Moghul, Aurangzeb (1659-1707). Aurangzeb sendiri berkali-kali meminta pada VOC untuk memperhatikan kesejahteraan Syaikh Yusuf al-Maqassari. Dari hal ini kita dapat menyimpulkan betapa luas figur Syaikh Yusuf dikenal hingga ke benua India. Dari 29 karyanya, terdapat delapan karya yang ia tulis di Sri Lanka, diantaranya; al-Barakat al Saylaniyah, Nafhat al-Saylaniyah, Kafiyat al-Mughni fi al-Itsbat bi al-Hadits al-Qudsi.

Pengasingan di Sri Lanka tak mampu membendung pancaran dakwah yang dijalaninya. Bahkan kehadirannya menarik banyak jama’ah haji melayu yang menghampiri dirinya ketika mereka singgah dalam perjalanan menuju Mekkah. Salah satu karyanya, Risalat al-Ghayat ditulisnya untuk para kawannya, yaitu jama’ah haji dari nusantara. Tentu saja hal ini membuat pemerintah kolonial Belanda khawatir. Pada tahun 1106 H/ 1693 EB, Belanda mengasingkan Syaikh Yusuf yang sudah berusia 68 tahun ke tempat yang lebih jauh, yaitu ke Tanjung Harapan, Afrika Selatan.[29]

Tanjung Harapan adalah tempat buangan tokoh yang berbahaya, termasuk bagi orang-orang Melayu. Pada 2 April 1694, ia tiba di Tanjung harapan bersama 49 orang pengikutnya. Kemudian ia dibawa ke Zandvliet. Namun pengasingan tak mampu mematikan gelora dakwahnya. Bersama 12 orang muridnya, ia mengajar dan melakukan kegiatan di pondok-pondok mereka. Muridnya semakin bertambah, banyak dari mereka adalah mualaf. Meski ia tak lagi menghasilkan karya tulis di sana, namun kegiatan mengajar semakin intens, hal ini membuat penguasa Belanda lagi-lagi khawatir. Penguasa lalu memerintahkan kegiatan Kristenisasi terhadap seluruh budak Muslim di sana. Namun upaya itu gagal, padahal al-Maqassari sendiri tinggal di tanah milik Petrus Kalden, pendeta Gereja Belanda tua Cape Town.[30]

Al-Maqassari memang bukan pembawa agama Islam di Afrika selatan, namun ia menghidupkan agama Islam di sana. Islam berkembang luas di Afrika Selatan berkat dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari. Sepanjang hidupnya ia menuntut ilmu, berjihad melawan penjajah dan berdakwah, menjelajah dari Sulawesi, ke Banten, Yaman, Damaskus, Mekkah, Sri Lanka hingga Afrika Selatan. Di mana ia berpijak, di situlah dakwahnya berkembang, mengokohkan agama Islam, menarik umat, dari penguasa hingga rakyat jelata. Ia wafat pada 22 Dzulqaidah 1111 H / 22 Mei 1699 EB, dimakamkan di Faure. Hingga kini , ribuan peziarah setiap tahun mengingat dengan hikmat kebesaran perjuangannya.[31]

Daftar Pustaka:

[1] Azra, Azyumardi. 2006. Islam in the Indonesian World; An Account of Institutional Formation. Bandung: Mizan Pustaka.

[2] Azra, Azyumardi. 2013. Jaringan Ulama timur tengah dan kepulauan nusantara abad XVII dan XVIII.Kencana Prenada Media Group: Jakarta.

[3] Pudjiastuti, Tutik. 2007. Perang, Dagang, Persahabatan; Surat-Surat Sultan Banten. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

[4] Guillot, Claude, Hasan Ambary dan Jacques Dumarcay. 1990. The Sultanate of Banten. Jakarta: Gramedia Book Publishing Division.

[5] Lubis, Nabilah. 1996. Syekh Yusuf al-Taj al-Makassari; Menyingkap Intisari Segala Rahasia. Bandung: Mizan

[6] Azra, Azyumardi. 2013

[7] Ibid

[8] Hamka. 1994. Syekh Yusuf Tajul Khalwati dalam Dari Perbendaharaan Lama. Jakarta: Pustaka Panjimas.

[9] Jones, A.H. 1961. Sufism As A Category in Indonesian Literature and History. Journal of Southeast Asian History, Vol. 2, No. 2.

[10] Untuk penjelasan singkat mengenai tasawuf pada abad 17-18 lihat Harris, Khalif Muammar A. 2015. Faham Wahdat Al-Wujud dan Martabat Tujuh dalam Karya Shaykh ‘Abd Al-Samad Al-Falimbani. Tahfim: IKIM Journal of Islam and Contemporary World Vol 8.

[11] Fathurrahman, Oman.2012. Ithaf al-Dhaki ; Tafsir Wahdatul Wujud bagi Muslim Nusantara. Jakarta: Mizan

[12] Machasin, et al. 2013. Syekh Yusuf tentang Wachdat al Wujud Suntingan & Analisis Intertekstual Naskah Qurrat al-’Ain. Jakarta: Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Keagamaan RI.

[13] Ibid

[14] Islam, M. Adib Misbachul. 2005. Syaikh Yusuf al-Makassar Sirru al- Asrar ; Suntingan Teks dan Analisis Isi. Depok: Tesis tidak diterbitkan Program Ilmu Susastra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

[15] Lubis, Nabilah. 1996.

[16] Azra, Azyumardi. 2013

[17] Ibid

[18] Pudjiastuti, Tutik. 2007.

[19] Machasin, et al. 2013.

[20] Ibid

[21] Pudjiastuti, Tutik. 2007.

[22] Ibid

[23] Putra, Subhan Hariadi. 2009. Syurut Al-Arif Al Muhaqqiq Karya Syekh Yusuf al-Makassari Suntingan Naskah dan Analisis Isi. Depok: Skripsi tak diterbitkan Program Studi Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia

[24] Christomy, Tommy. 2008. Signs of The Wali; Narratives at The Sacred Sites Pamijahan, West Java. Canberra: ANU E-Press.

[25] Putra, Subhan Hariadi. 2009.

[26] Ibid

[27] Darusman, Lukmanul Hakim. 2008. Jihad in Two Faces of Shari’ah: Sufism and Islamic Jurisprudence (Fiqh) and The Revival of Islamic Movements in The Malay World: Case Studies of Yusuf Al-Maqassary and Dawud Al Fattani. Disertasi tidak diterbitkan Australian National University.

[28] Azra, Azyumardi. 2013

[29] Ibid

[30] Ibid

[31] Terdapat pendapat yang menyatakan bahwa jasad Syaikh Yusuf telah dibawa ke Makassar, namun penulis memilih pendapat bahwa Jasad beliau tetap di Afrika Selatan. Lihat Buya Hamka dalam Dari Perbendaharaan Lama.

***********

Penulis: Beggy Rizkiyansyah
(Pegiat Sejarah dan Aktivis JIB (Jejak Islam untuk Bangsa))

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: Biografi Ulama IndonesiaSejarah Ulama NusantaraSejarah Ulama Sulawesi SelatanSyaikh Yusuf Al-Maqassari
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Sakral dan Propan: Sebuah Refleksi Mengenai Pendidikan

Next Post

LAZNAS Wahdah Islamiyah Salurkan 200 Paket Al-Qur’an di Pulau Kodingaren Makassar

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah
    INDONESIA

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis
    INDONESIA

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Juli 31, 2026
    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga
    Al-Maqdisi Studies

    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga

    Juli 10, 2026
    Rampok Tempat Bersejarah, Penjajah Israel Mulai Pasang Atap Besi di Pelataran Masjid Ibrahimi
    BAITUL MAQDIS

    Rampok Tempat Bersejarah, Penjajah Israel Mulai Pasang Atap Besi di Pelataran Masjid Ibrahimi

    Juli 4, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ADVERTISEMENT

    PILIHAN EDITOR

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA
    KABAR DUNIA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    by Muh Akbar
    Juli 9, 2026
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus
    Feminisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    by Muh Ikram
    Juni 17, 2026
    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat
    Kolom

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    by Wahyuni
    Juni 16, 2026
    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa
    KABAR DUNIA

    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa

    by Muh Akbar
    Mei 13, 2026
    Tunjukkan Solidaritas, Yamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina di Perayaan Barca Juara Liga Spanyol
    KABAR DUNIA

    Tunjukkan Solidaritas, Yamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina di Perayaan Barca Juara Liga Spanyol

    by Muh Akbar
    Mei 13, 2026
    Krisis Reputasi Zionis Israel di Amerika Semakin Buruk
    PILIHAN EDITOR

    Krisis Reputasi Zionis Israel di Amerika Semakin Buruk

    by Muh Akbar
    April 25, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1641 shares
      Share 656 Tweet 410
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      900 shares
      Share 360 Tweet 225
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Juli 31, 2026
    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Juli 12, 2026
    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Juli 14, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Juli 9, 2026
    Setelah 2 Dekade Berkuasa, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan di Gaza

    Setelah 2 Dekade Berkuasa, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan di Gaza

    Juli 7, 2026
    Demi Setetes Air: Potret Bocah Gaza Memikul Jeriken dengan Gigitan Gigi

    Demi Setetes Air: Potret Bocah Gaza Memikul Jeriken dengan Gigitan Gigi

    Juli 7, 2026
    1.000 Hari di Bawah Bom dan Pengungsian: Memori Gaza yang Terbuka pada Luka

    1.000 Hari di Bawah Bom dan Pengungsian: Memori Gaza yang Terbuka pada Luka

    Juli 7, 2026
    1.000 Hari Genosida Gaza, Dunia Kian Diam dan Luka Kemanusiaan Semakin Menganga

    1.000 Hari Genosida Gaza, Dunia Kian Diam dan Luka Kemanusiaan Semakin Menganga

    Juli 3, 2026
    Pasukan Penjajah Israel Mengintensifkan Operasi Militer di Seluruh Wilayah Gaza

    Pasukan Penjajah Israel Mengintensifkan Operasi Militer di Seluruh Wilayah Gaza

    Juli 1, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Syeikh Prof Abd Al Fattah el-Awaisi seorang ulama kelahiran Baitul Maqdis dan pernah mengajar di pelataran Masjid Al-Aqsa, beliau menceritakan bagaimana kisahnya yang begitu memuliakan dan membanggakan ibunya juga ayahnya... Sepasang ortu sederhana (menurut Syeikh) yang menjadi guru pertama dan utama Syeikh dan saudara2nya sehingga bisa mencapai posisi sekarang, Syeikh sebagai pejuang akademis untuk pembebasan Baitul Maqdis. Allahumma baariklahum. #baitulmaqdis #masjidalaqsa #saladincommunity #freepalestine🇵🇸 #gaza
    • Ini adalah Rekor Tertinggi Sejak Pendudukan Al-Aqsa Sebanyak 4.288 pemukim Isr4el menyerbu Masjid Al-Aqsa bertepat dengan peringatan yang mereka sebut sebagai "Hari Kehancuran Haikal (Bait Suci)." Ben Gvir dari dalam Masjid Al-Agsa mengatakan: "Seseorang yang berada di sini akan merasa bahwa dialah pemilik tempat ini. Keadaan seperti ini sama sekali belum pernah terjadi sebelumnya." Rekaman video ini mendokumentasikan serbuan besar-besaran para pemukim Isr4el ke kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan aparat keamanan, dengan kehadiran Menteri Keamanan Nasional Isr4el, Itamar Ben-Gvir. Peristiwa ini kembali memicu kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di salah satu situs paling suci bagi umat Islam. Di tengah rangkaian insiden yang terus berulang, banyak pihak menilai respons masyarakat dan komunitas internasional masih belum sebanding dengan besarnya perhatian yang diberikan terhadap perkembangan di lapangan. Masjid Al-Aqsa adalah simbol Masjid suci umat Islam dan memiliki derajat yg tinggi, dengan nilai-nilai spiritual, sejarah, dan kemanusiaan hingga peradaban yang umat Islam pernah pimpin untuk seluruh dunia. #masjidalaqsa #baitulmaqdis #palestina #gaza #islam
    • Dua warga P4lestin4 gugur dalam serangan penjajah Isr4el yang menargetkan sebuah kendaraan di pintu masuk Kota Al-Zahraa di wilayah Gaza tengah. Apa artinya sebuah Gencatan Senjata dan kemana BoP? Setiap hari di G4z4 mendapatkan serangan oleh penjajah, anak-anak, rumah-rumah dan rumah sakit terus menjadi incaran rudal-rudal.. #gaza #genosida #palestina #freepalestine🇵🇸 #gazaunderattack
    • Wali Kota New York Zohran Mamdani menyebut Benjamin Netanyahu sebagai "arsitek genosida mengerikan terhadap warga P4lestin4." Menurut Mamdani, serangan Isr4el di Jalur G4z4 masih terus berlangsung meskipun telah diumumkan gencatan senjata. Mamdani juga mengakui bahwa Pemerintah Kota New York tidak memiliki kewenangan hukum untuk menangkap kepala pemerintahan asing secara mandiri. Itulah kenapa Zohran mendesak pemerintah federal Amerika Serikat harus segera bergabung dengan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan melaksanakan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu. #palestina #israel #gaza #genosida #zohranmamdani
    • Satu keluarga dibantai; ayah, ibu, dan 4 anak-anak gugur syahid dalam serangan Isr4el yang menargetkan rumah keluarga Al-Masri di Kota G4z4. ‎ ‎Sebuah apartemen hunian milik keluarga Al-Masri di sekitar Kamar Dagang, pusat Kota G4z4, menjadi sasaran serangan rudal pengintai Isr4el. Serangan tersebut memicu kebakaran hebat di dalam rumah. ‎ ‎Tim ambulans dan Pertahanan Sipil menghadapi kesulitan besar untuk mencapai lokasi akibat kobaran api yang melanda rumah tersebut. Setelah berhasil mencapai lokasi, mereka mengevakuasi jenazah para korban dalam kondisi hangus terbakar. ‎ ‎6 anggota keluarga. 4 di antaranya anak-anak. Satu rumah dibakar bersama seluruh penghuninya. Dan dunia kembali menyaksikan tanpa menghentikan kejahatan yang terus berlangsung di G4z4. #palestina #freepalestine🇵🇸 #gaza #gazaunderattack #palestine
    Next Post

    Penjajah Zionis Akan Sita 3.000 Hekar Tanah Palestina di Lembah Jordan

    Mujahid Dakwah adalah Porta media Islam Indonesia dengan visinya menebar cahaya Islam, menginspirasi dan menyuarakan kebenaran. Memuat seputar artikel Islam, kolom, opini, sejarah dan peradaban, berita dunia Islam, Indonesian news. Serta menjadi pusat aspirasi dan literasi keilmuan dalam Pembebasan Masjidil Aqsa dan Baitul Maqdis.

    All Right Reserved ©2018-2026 / Web Design By Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Landing Page
    • Buy JNews
    • Support Forum
    • Pre-sale Question
    • Contact Us

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media