MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA — Membangun generasi pembebas Baitul Maqdis harus dimulai dari pembentukan karakter yang kokoh. Hal tersebut disampaikan Syaikh Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi dalam Maqdisi Al-Isra Night (MAIN) yang digelar Saladin Community secara daring, Ahad (16/8/2026).
Kegiatan bertajuk “Reviving the Bayt Al-Maqdis Culture” tersebut merupakan kelanjutan tadabbur Surah Al-Isra. Pada pertemuan kali ini, El-Awaisi membahas ayat 22–24 tentang sejumlah karakter yang perlu dimiliki generasi yang diharapkan menjadi pembebas Baitul Maqdis.
Syaikh El-Awaisi menjelaskan, karakter pertama yang harus dibangun adalah tauhid. Menurutnya, perjuangan membebaskan Baitul Maqdis harus berangkat dari ketundukan kepada Allah dan tidak menjadikan hawa nafsu sebagai sesuatu yang diikuti tanpa kendali.
“Berisi tentang kaedah yang sangat penting bagi siapa saja yang berupaya untuk membebaskan Baitul Maqdis, yaitu mentauhidkan Allah,” ungkapnya.
Selain tauhid, ia menekankan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua. Menurutnya, perintah berbuat baik kepada orang tua yang disebut setelah perintah beribadah kepada Allah menunjukkan kedudukan penting birrul walidain dalam pembentukan karakter seorang muslim.
“Orang yang akan membebaskan Baitul Maqdis adalah orang-orang yang berbuat baik kepada kedua orang tuanya,” katanya.
Syaikh El-Awaisi mengingatkan, bakti kepada orang tua terutama perlu dijaga ketika mereka telah memasuki usia lanjut. Anak dituntut menjaga ucapan, tidak menyakiti, serta merendahkan diri dengan penuh kasih sayang di hadapan keduanya.
“Turunkan egomu. Turunkan, rendahkan dirimu di hadapan kedua orang tua dengan penuh kasih sayang,” pesannya.
Ia kemudian menutup tadabbur dengan mengajak peserta memperbaiki hubungan dengan kedua orang tua, termasuk meminta maaf apabila pernah menyakiti mereka.
“Pastikan kamu minta maaf, menghubungi kedua orang tuamu, khususnya kemudian yang tempat tinggalnya tidak bersamamu,” ujarnya.
Melalui MAIN, Saladin Community berupaya menghidupkan kembali budaya Bayt Al-Maqdis sekaligus membangun kesadaran generasi melalui tadabbur Al-Qur’an. Kajian ini menjadi bagian dari agenda yang membahas karakter dan kesiapan generasi dalam mengambil peran bagi Baitul Maqdis.
Reporter: Wahyuni
Editor: Admin MDcom












































































