MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA — Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun generasi pembebas Baitul Maqdis menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan Maqdisi Al-Isra Night yang digelar Saladin Community secara daring, Ahad (2/8/2026).
Kegiatan bertajuk “Reviving the Bayt Al-Maqdis Culture” tersebut menghadirkan Syaikh Prof. Abd al-Fattah El-Awaisi sebagai pembicara utama. Ustaz Muhaimin Abu Kayyis bertindak sebagai qari, sementara Ustaz Umar Ahmad Zain menerjemahkan materi yang disampaikan dalam bahasa Arab.
Dalam kajiannya, Syaikh El-Awaisi melanjutkan tadabbur Surah Al-Isra yang sebelumnya telah dibahas hingga ayat ke-17 dalam Saladin Camp Executive. Pada pertemuan tersebut, pembahasan dimulai dari ayat ke-18.
Syaikh El-Awaisi menjelaskan bahwa Surah Al-Isra memiliki kedudukan penting dalam memahami karakter generasi yang diharapkan mampu berkontribusi dalam perjuangan pembebasan Baitul Maqdis.
“Jadi surat Al-Isra ini adalah roadmap, peta Al-Qur’an untuk kita agar bisa membebaskan Baitul Maqdis. Dan Allah menyebutkan di dalam surat Al-Isra ini berbicara tentang sifat-sifat generasi yang akan membebaskan Baitul Maqdis yang diberkahi,” jelasnya.
Mengawali pembahasan ayat ke-18, Syaikh El-Awaisi menguraikan perbedaan orientasi antara orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan dan orang yang memilih akhirat. Menurutnya, Al-Qur’an menunjukkan bahwa manusia memiliki pilihan, tetapi setiap pilihan memiliki konsekuensi.
Ia kemudian menekankan bahwa keinginan memperoleh kehidupan akhirat tidak cukup hanya dengan harapan. Ada tiga hal yang harus berjalan bersama, yakni keinginan terhadap akhirat, usaha untuk meraihnya, dan keimanan.
“Ketika kita menginginkan akhirat, maka syaratnya itu tiga, tidak bisa sembarang kita menginginkan akhirat lalu Allah berikan. Ada tiga syaratnya, yaitu yang pertama: barangsiapa yang menginginkan akhirat, dan dia berusaha atau berjuang, dan dia harus beriman,” ungkapnya.
Menurut Syaikh El-Awaisi, usaha tersebut harus diwujudkan melalui amal. Ilmu yang dimiliki seorang muslim tidak semestinya berhenti pada pengetahuan, tetapi harus melahirkan tindakan nyata.
“Bagaimana mungkin dia berharap, ‘Ya Allah, masukkanlah aku ke surga’, lalu kemudian dia tidur. Kemudian dia bermalas-malasan,” ujarnya.
Ia mengutip ungkapan ulama, “Al-ilmu syajaratun wal-‘amalu tsamratuhu”, bahwa ilmu merupakan pohon dan amal adalah buahnya. Karena itu, ilmu dan amal tidak dapat dipisahkan dalam perjalanan menuju tujuan yang dicita-citakan.
Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan perjuangan membebaskan Baitul Maqdis. Syaikh El-Awaisi mengingatkan bahwa kecintaan terhadap Al-Aqsa dan cita-cita pembebasan Baitul Maqdis harus melahirkan ikhtiar nyata.
“Bagaimana mungkin kita ini meyakini Al-Aqsa akan dimerdekakan sedangkan kita tidak melakukan perbuatan apa pun?” katanya.

Menurutnya, salah satu bentuk usaha yang dapat dilakukan adalah membangun i‘dad ma‘rifi atau kesiapan pengetahuan dengan mempelajari berbagai hal tentang Baitul Maqdis.
“Minimal kita belajar ilmu tentang Baitul Maqdis. Maka kalau kita tidak melakukan apa pun, sama saja tidak akan pernah terbebaskan Baitul Maqdis itu,” lanjutnya.
Ia menegaskan, mempelajari ilmu tentang Baitul Maqdis merupakan bagian dari proses membangun kesadaran dan mempersiapkan diri untuk mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.
“Salah satu dari usaha kita yaitu bagaimana kita mempelajari ilmu. Kita mendalami ilmu-ilmu yang dapat memotivasi kita untuk berbuat apa pun yang kita bisa untuk membebaskan Baitul Maqdis,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syaikh El-Awaisi mengajak peserta untuk tidak berhenti pada proses belajar. Pengetahuan yang telah diperoleh perlu diterjemahkan menjadi amal dan kontribusi melalui berbagai proyek nyata.
Ia menyebut berbagai proyek yang telah dipaparkan dalam agenda Saladin Community sebelumnya sebagai salah satu bentuk upaya untuk mengubah ilmu menjadi amal.
“Ini adalah salah satu langkah untuk kemudian kita ini melakukan amal. Bukan hanya sekadar ilmu lagi, tetapi mengamalkan apa yang sudah kita ilmui untuk membebaskan Baitul Maqdis,” tuturnya.
Pada bagian akhir, Syaikh El-Awaisi kembali menekankan pilihan antara orientasi dunia dan akhirat sebagaimana pembahasan Surah Al-Isra. Ia mengajak peserta untuk memilih jalan akhirat dengan kesungguhan, usaha, dan perjuangan.
“Maka semoga Allah kuatkan langkah kita semua,” pungkasnya.
Maqdisi Al-Isra Night dijadwalkan menjadi agenda rutin bulanan Saladin Community pada pekan pertama setiap bulan. Pertemuan berikutnya akan melanjutkan pembahasan mengenai karakter-karakter generasi pembebas Baitul Maqdis.
Reporter: Wahyuni
Editor: Admin MDcom









































































![🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩 Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi tentang keberanian menjaga nilai-nilai yang membuat sebuah bangsa tetap bermartabat. Mari terus merawat keberanian untuk bersuara, menegakkan kebenaran, dan memperjuangkan keadilan. Kemerdekaan akan lebih bermakna ketika kita mampu mengisinya dengan nilai kepedulian, keberanian, dan kontribusi nyata bagi sesama. Sebab, bangsa yang merdeka adalah bangsa yang terus memperjuangkan keadilan dan kebenaran serta melawan setiap penjajah yang menista tanah suci (Baitul Maqdis) dan Masjidil Aqsa al-Mubarak. www.mujahiddakwah.com
[ Bersuara - Menginspirasi - Bergerak ] #indonesia #kemerdekaanindonesia #masjidalaqsa #prabowo #mujahiddakwah 🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩 Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi tentang keberanian menjaga nilai-nilai yang membuat sebuah bangsa tetap bermartabat. Mari terus merawat keberanian untuk bersuara, menegakkan kebenaran, dan memperjuangkan keadilan. Kemerdekaan akan lebih bermakna ketika kita mampu mengisinya dengan nilai kepedulian, keberanian, dan kontribusi nyata bagi sesama. Sebab, bangsa yang merdeka adalah bangsa yang terus memperjuangkan keadilan dan kebenaran serta melawan setiap penjajah yang menista tanah suci (Baitul Maqdis) dan Masjidil Aqsa al-Mubarak. www.mujahiddakwah.com
[ Bersuara - Menginspirasi - Bergerak ] #indonesia #kemerdekaanindonesia #masjidalaqsa #prabowo #mujahiddakwah](https://scontent-sin2-1.cdninstagram.com/v/t51.82787-15/780910531_17976653331093484_2692693040347743731_n.webp?stp=dst-jpg_e35_tt6&_nc_cat=100&ccb=7-5&_nc_sid=18de74&efg=eyJlZmdfdGFnIjoiRkVFRC5iZXN0X2ltYWdlX3VybGdlbi5DMyJ9&_nc_ohc=_5TgXLz6ObMQ7kNvwEs9wzU&_nc_oc=Adp0uphAg7OvUt80Hs3vKteLeVeTjaFnjK6WZbDqwqB-DtjKcGj3uduyn63I0nLvGZc&_nc_zt=23&_nc_ht=scontent-sin2-1.cdninstagram.com&edm=ANo9K5cEAAAA&_nc_gid=eJMfZvjy-igPxC8flUpcbQ&_nc_tpa=Q5bMBQJjUxjB732PQGjbknIRWbfQmCnxQIZsH7ZAo_x20PVt2PUGhox8JfRr4NIQUAqLoF7whDYypZPB&oh=00_AQGFtAX0-8DdW9O73IDZv8xY8Iav5o2EsFXs7JUFPyMFMQ&oe=6A8C5076)



