MUJAHIDDAKWAH.COM, UZBEKISTAN — Ketua DPP Wahdah Islamiyah sekaligus Ketua MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah, Ustaz Zaitun Rasmin, turut mendampingi rombongan Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam kunjungan kerja ke Uzbekistan pada akhir Juni hingga awal Juli 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia dan Uzbekistan, khususnya dalam bidang keumatan, wisata religi, industri halal, pendidikan, serta kerja sama keulamaan.
Ustaz Zaitun Rasmin menilai, hubungan kaum muslimin Indonesia dengan kaum muslimin Uzbekistan memiliki akar sejarah yang sangat kuat. Menurutnya, ikatan tersebut bukan hanya hubungan diplomatik antarnegara, tetapi juga hubungan keilmuan, spiritual, dan peradaban Islam.
“Antara kaum muslimin di Indonesia dengan kaum muslimin Uzbekistan memiliki hubungan yang kuat. Di antaranya, Maulana Malik Ibrahim As-Samarkandi, ulama asal Uzbekistan, termasuk generasi awal penyebar agama Islam di Indonesia,” ujar Ustaz Zaitun, Selasa (7/7/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa Uzbekistan merupakan negeri yang melahirkan banyak ulama besar dalam sejarah Islam. Salah satu yang paling masyhur adalah Imam Al-Bukhari, ulama besar ahli hadis yang karyanya menjadi rujukan utama umat Islam di seluruh dunia.
“Uzbekistan pernah menelurkan ulama besar seperti Imam Al-Bukhari. Karena itu, kita berharap ada penguatan kerja sama antara Indonesia dan Uzbekistan, khususnya dalam bidang pendidikan dan keulamaan,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama delegasi Indonesia melakukan sejumlah agenda penting. Di antaranya kunjungan ke Senat Oliy Majelis Republik Uzbekistan untuk mendorong kerja sama pengembangan wisata religi dan industri halal antara kedua negara.
Rombongan juga bersilaturahmi dengan Grand Mufti Uzbekistan, Syekh Nuriddin Khaliqnazarov. Pertemuan tersebut membahas pentingnya memperkuat persatuan umat Islam serta mengkampanyekan wajah Islam yang toleran, damai, dan penuh persaudaraan.

Selain itu, delegasi Indonesia bersama sejumlah pimpinan organisasi masyarakat Islam juga melakukan ziarah ke makam Imam Bukhari di Bukhara. Ziarah ini menjadi simbol kuatnya hubungan historis dan spiritual antara umat Islam Indonesia dengan Uzbekistan.
Kunjungan tersebut juga mendorong rencana pembukaan rute penerbangan langsung Indonesia–Uzbekistan. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas, serta meningkatkan kunjungan wisata religi antara kedua negara.
Sejumlah pimpinan ormas Islam turut mendampingi Ketua MPR RI dalam kunjungan tersebut. Di antaranya perwakilan dari NU, Muhammadiyah, Perti, Persis, Al Washliyah, Parmusi, DMI, MUI, Mathla’ul Anwar, serta sejumlah pimpinan pondok pesantren di Indonesia.
Kehadiran para ulama dan pimpinan ormas Islam Indonesia dalam rombongan tersebut menjadi penegasan bahwa hubungan Indonesia dan Uzbekistan memiliki dimensi yang luas, bukan hanya diplomasi politik dan ekonomi, tetapi juga diplomasi umat, keilmuan, dan peradaban Islam.
Laporan: Media UZR














































































