MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA — Langkah besar dalam pengembangan perguruan tinggi Al Qur’an resmi dimulai. Yayasan Amal Jariyah Indonesia menerima Surat Keputusan (SK) Pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amal Jariyah sekaligus izin penyelenggaraan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
SK tersebut diterima langsung oleh Ketua Yayasan Amal Jariyah Indonesia dalam prosesi penyerahan yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A , Kemudian Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat PTKI KEMENAG. RI. Bapak Dr.H. Ahmad Mahfud Arsyad , M.Ag. Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi Yayasan Amal Jariyah Indonesia dalam mewujudkan komitmennya menghadirkan perguruan tinggi Al Qur’an dan menjadi pusat pendidikan serta pengkajian Al Qur’an di Sulawesi Selatan.
Dengan diterimanya SK Kementerian Agama RI Nomor 1040 Tahun 2026, STIQ Amal Jariyah resmi hadir di Kota Parepare dengan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
STIQ Amal Jariyah, Perguruan Tinggi Al-Qur’an Baru di Kota Parepare
Ketua Yayasan Amal Jariyah Indonesia menyampaikan rasa syukur atas terbitnya izin perguruan tinggi tersebut. Ia menyebut kehadiran STIQ Amal Jariyah sebagai momentum penting bagi Kota Parepare, wilayah Ajatappareng, dan masyarakat Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah, telah terbit izin perguruan tinggi baru di Kota Parepare, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Amal Jariyah, SK Kementerian Agama RI Nomor 1040 Tahun 2026 dengan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir,” ujar Ketua Yayasan Amal Jariyah Indonesia.
Menurutnya, hadirnya STIQ Amal Jariyah memiliki makna tersendiri karena Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir tersebut disebut menjadi program studi pertama untuk bidang Al-Qur’an dan Tafsir di wilayah Ajatappareng.
“Ini merupakan program studi pertama untuk bidang Al-Qur’an dan Tafsir di wilayah Ajatappareng dan merupakan perguruan tinggi Al-Qur’an satu-satunya di Sulawesi Selatan,” lanjutnya.
Ia berharap keberadaan STIQ Amal Jariyah dapat memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi masyarakat Kota Parepare dan wilayah Ajatappareng, tetapi juga bagi masyarakat Sulawesi Selatan secara keseluruhan.
“Semoga menjadi berkah bagi Kota Parepare dan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan. Aamiin,” harapnya.
Membuka Babak Baru Keilmuan Al-Qur’an
Terbitnya SK pendirian STIQ Amal Jariyah dan izin Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir menjadi tonggak penting bagi Yayasan Amal Jariyah Indonesia dalam mengembangkan perguruan tinggi berbasis Al-Qur’an.
Kehadiran STIQ Amal Jariyah diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan dan memperdalam ilmu Al-Qur’an dan Tafsir secara akademik.
Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir juga diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi keilmuan Al-Qur’an, wawasan keislaman, serta kemampuan untuk mengabdikan ilmu di tengah masyarakat.
Bagi Kota Parepare, hadirnya STIQ Amal Jariyah menjadi tambahan penting dalam ekosistem perguruan tinggi di daerah tersebut. Sementara bagi wilayah Ajatappareng dan Sulawesi Selatan, kehadirannya diharapkan dapat memperkuat pengembangan kajian Al-Qur’an dan Tafsir.
SK 1040 Tahun 2026 Jadi Momentum Bersejarah
Penyerahan SK di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta, Senin 14 September 2026, menjadi penanda babak baru perjalanan Yayasan Amal Jariyah Indonesia.
Dengan diterimanya SK Kementerian Agama RI Nomor 1040 Tahun 2026, Yayasan Amal Jariyah Indonesia mengemban amanah untuk mengembangkan STIQ Amal Jariyah sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada penguatan keilmuan Al-Qur’an dan kemaslahatan masyarakat.
Momentum tersebut sekaligus menjadi awal dari sebuah cita-cita besar: menghadirkan Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Amal Jariyah di Kota Parepare sebagai perguruan tinggi yang diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta melahirkan generasi Qur’ani yang memberikan kontribusi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.
Dari Jakarta, sebuah amanah baru resmi diterima. Dari Kota Parepare, diharapkan lahir generasi Qur’ani yang membawa keberkahan bagi Sulawesi Selatan.
Laporan: Humas YAJI


















































































