MUJAHIDDAKWAH.COM, GOWA – Menjaga lingkungan bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan bagian dari ibadah dan tanggung jawab seorang muslim sebagai khalifah di muka bumi. Pesan tersebut menjadi penekanan utama dalam kegiatan MATA SANTRI (Masa Ta’aruf Santri) Pondok Pesantren Wadil Qurra Kabupaten Gowa yang mengangkat tema “Pondokku Berwawasan Lingkungan”, pada Selasa, (14/7/26).
Sebanyak 135 santri tingkat SMP dan SMA mengikuti kegiatan yang menghadirkan Ketua Departemen Lingkungan Hidup DPP Wahdah Islamiyah, Ustaz Ariesman M., S.TP., M.Si., sebagai pemateri.
Dalam pemaparannya, Ustaz Ariesman menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari pengamalan ajaran Islam yang harus ditanamkan sejak dini kepada para santri.
“Menjaga dan merawat lingkungan adalah ibadah yang bernilai pahala di sisi Allah. Ini bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi bentuk ketaatan kepada Allah sebagaimana salat, zikir, dan amal saleh lainnya,” ujar Ustaz Ariesman.
Ia menjelaskan, Al-Qur’an telah memberikan panduan yang jelas tentang pentingnya menjaga bumi dari kerusakan. Salah satunya melalui QS. Al-A’raf ayat 56 yang melarang manusia membuat kerusakan di muka bumi.
Menurutnya, lingkungan pesantren juga merupakan amanah yang harus dijaga bersama oleh seluruh warga pondok. Karena itu, para santri diharapkan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan lingkungan, bukan justru menjadi penyebabnya.
“Allah melarang kerusakan di muka bumi. Pondok ini adalah bagian dari bumi Allah yang wajib kita jaga dan rawat bersama,” katanya.
Selain menanamkan landasan syar’i, materi juga dikaitkan dengan persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Para santri diajak memahami dampak kebiasaan membuang sampah sembarangan yang dapat memicu banjir, merusak infrastruktur, hingga menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Untuk membangun keterlibatan peserta, pemateri mengajak santri menyatakan komitmen melalui simbol jempol. Jempol ke atas menjadi tanda dukungan terhadap budaya membuang sampah pada tempatnya, sedangkan jempol ke bawah menjadi simbol penolakan terhadap perilaku yang merusak lingkungan.
Suasana semakin antusias ketika para santri secara serentak menyatakan komitmennya untuk menjaga kebersihan lingkungan pondok.
Tak hanya soal sampah, Ustaz Ariesman juga mengingatkan pentingnya budaya hemat air dan listrik di lingkungan pesantren. Ia menjelaskan bahwa penggunaan air yang berlebihan maupun pemborosan energi bertentangan dengan nilai Islam yang melarang sikap berlebih-lebihan (israf).
“Hemat air dan hemat listrik bukan hanya membantu pesantren, tetapi juga merupakan bentuk syukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi lingkungan Pondok Pesantren Wadil Qurra yang dinilainya asri dan memiliki banyak pohon peneduh. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dipertahankan dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Wadil Qurra berharap dapat melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu syar’i, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Laporan: Humas PPS Wadil Qurra













































































