Hakikat kehidupan di dunia ini hanyalah sementara dan tak kekal selama-lamanya. Semua pasti akan ada akhirnya untuk kembali kepada Allah ketika waktunya telah tiba.

Entah kapan…

Intinya, semua akan kembali pada ke-Haribaan ‘Sang Pencipta’. Ibarat antrian, Kita hanya menunggu giliran kapan nama kita akan dipanggil untuk menghadap kepada Nya.

Sadarkah Kita! Hari demi hari yang berlalu, satu per satu keluarga, teman sekolah, teman kerja, bahkan mereka yang lebih muda dari kita sudah lebih dahulu dipanggil oleh Allah dan menemui ajalnya.

Siapa yang bisa menyangka bahwa setelah mereka, selanjutnya adalah giliran Kita…

Mungkin sebelumnya mereka terlihat sehat, masih tertawa dan bersenda gurau bersama Kita. Namun, ternyata ajalnya sudah mendekatinya tanpa ia sadari.

Bahkan, mereka juga sangat berharap agar bisa berjumpa dan menyaksikan terbitnya mentari di hari ini. Akan tetapi, angannya tak akan mampu mendahului takdir dan ketetapan dari Nya.

Entah kapan…

Kematian itu sejatinya merupakan peringatan dari Allah bagi mereka yang masih menyandang status ‘Hidup’ di dunia. Pelajaran berharga agar bisa mengambil mutiara hikmah di dalamnya lewat mereka yang sudah lebih dahulu dipanggil oleh Nya.

Mereka yang terenyuh hatinya dan merasakan bahwa kematian semakin mendekat terhadap dirinya, maka ia akan senantiasa mempersiapkan bekal terbaik sebelum berjumpa dengan ‘Ajalnya’.

Dan bekal yang sesungguhnya untuk menghadap kepada Allah adalah ketakwaan sang hamba pada Nya. Bukan kekayaan, pangkat dan jabatan semata yang kebanyakan manusia berlomba-lomba mendapatkannya hari ini. Ketika waktunya telah tiba, tidaklah ia menyisakan kecuali penyesalan.

Semoga Allah senantiasa memberikan kepada kita keistiqomahan di atas keimanan hingga waktu datangnya kematian. Allahumma Aamiin

***********

Kab. Gowa. Selasa, 16 maret 2021

Penulis: Muhammad Ikram, S.Sos.I.
(Founder Pena Ibnu Taimiyah, Pembina Daar Al-Qalam dan Pemred mujahiddakwah.com)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tinggalkan Balasan