Penghimpitan dalam kubur dapat menggugurkan dosa
Ketika seseorang telah masuk ke dalam kuburnya, orang-orang akan mengalami yang namanya fitnah kubur. Yaitu pertanyaan yang akan diberikan oleh malaikat Munkar dan Nakir. Malaikat Munkar dan Nakir datang dalam keaadan berwarna hitam dan biru. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila mayit atau salah seorang dari kalian sudah dikuburkan, ia akan didatangi dua malaikat berwarna hitam dan biru, salah satunya bernama Mungkar dan yang lainnya bernama Nakir.” (HR. Tirmidzi 3/375 no. 1071)
Kemudian setelah itu terjadi Dhagthah, yaitu dia merasa dihimpit oleh kuburan, dan setiap orang akan mengalami hal tersebut di kuburannya. Dalam salah satu hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya di dalam kubur ada tekanan, dan jika seseorang bisa selamat darinya maka dia adalah Sa’ad bin Mu’adz.” (HR. Ahmad 6/55 no. 24328)
Sa’ad bin Mu’adz adalah seorang sahabat yang meninggal karena terkena busur panah saat perang khandaq. Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallammengetahui berita meinggalnya, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
“‘Arsy bergetar sebab meninggalnya Sa’adz bin Mu’adz.” (HR. Bukhari 5/35 np. 3803)
Dalil-dalil ini membukatikan Sa’adz bin Mu’adz adalah orang yang sangat salih, akan tetapi tetap saja dia juga tidak lolos dari yang namanya penghimpitan di alam kubur. Dhagthah ini bukanlah siksa kubur, melainkan sesuatu yang memang dialami oleh seorang mukmin di alam kubur, sebagaiamana kelaziman hidup lainnya seperti orang pasti akan merasakan sakratul maut ketika hendak meninggal dunia. Dan kelaziman-kelaziman seperti itu akan mengurangi dosa-dosa seseorang. Maka begitupula halnya dengan orang yang masuk ke dalam kubur, dia akan merasakan dhagthah (penghimpitan) yang keadaan itu bisa menggugurkan dosa-dosanya.Ketika seseorang di alam kubur bisa menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir dengan benar, maka dia akan mendapatkan nikmat kubur yang di antaranya adalah diluaskannya kuburnya sehingga dia tidak lagi merasakan dhaghthah. Akan tetapi jika seseroang tidak bisa menjawabnya, maka dia akan mendapatkan azab kubur
Kondisi berat pada hari kiamat bisa menggugurkan dosa-dosa
Seseorang ketika telah dibangkitkan pada hari kiamat, maka dia akan menglaami kondisi yang sangat berat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
“Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat –atau bersabda dengan redaksi para hamba- dalam keadaan tidak berpakaian, tidak berkhitan, dan tidak buhman” Lalu kami bertanya, “Apakah buhman itu?” Beliau bersabda, “Tidak ada sesuatupun yang kalian bawa.” (HR. Ahmad 3/459 no. 16085)
“Pada hari kiamat, matahari di dekatkan ke manusia hingga sebatas satu mil. Lalu mereka bercucuran keringat sesuai amal perbuatan mereka. Di antara mereka ada yang berkeringat hingga tumitnya, ada yang berkeringat hingga lututnya, ada yang berkeringat hingga pinggang dan ada yang benar-benar tenggelam oleh keringat.” (HR. Muslim 4/2196 no. 2864)
Kemudian ketika tiba masa persidangan dan dihisab, tentunya seseorang mengalami perkara yang amat berat. Ketika itu seseorang akan dengan jelas melihat aib-aib dirinya yang selama di dunia disembunyikan. Kemudian seseorang juga akan mengalami hal-hal yang berat ketika hendak melewati sirath. Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda tentang sifat-sifatnya,
“Licin (lagi) mengelincirkan, di atasnya ada besi-besi bagaikan dan kawat berduri yang ujungnya bengkok, ia bagaikan pohon berduri di Nejd, dikenal dengan pohon Sa’dan…Jembatannya lebih kecil dari rambut dan lebih tajam dari pedang.” (HR. Muslim 1/167 no. 183)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan bahwa seluruh kondisi-kondisi ini akan mengurangi dosa-dosa seorang hamba. Oleh karenanya tatkala melewati sirath, ada sebagain dari
kaum muslimin yang tatkala melewatinya harus tercabik-cabik badannya, sampai-sampai dia tidak bisa berjalan kecuali dengan perutnya. Akan tetapi hal itu tidak membuat dia masuk ke dalam neraka, melainkan dia akan tetap sampai ke surga. Hanya saja apa yang dia alami ketika melintasi sirath adalah sebagai penggugur dosa-dosanya.
Rahmat dan ampunaan Allah tanpa sebab dari hamba, bisa menggugurkan dosa-dosa
Sangat mudah bagi Allah Subhanahu wa ta’ala untuk menggugurkan dosa seorang hamba secara tiba-tiba karena kasih sayang Allah kepada hambaNya. Oleh karenanya Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).”(QS.Asy-Syura : 30)
Ini menunjukkan bahwa tidak ada sebab khusus untuk Allah mengampuni kesalahan seorang hamba. Akan tetapi rahnat dan ampunan tersebut diberikan karena kasih sayang Allah kepada seoorang hamba
*************
Penulis : Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc MA
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah







































































