Senantiasa Membantu Orang Lain
Membantu orang lain dengan sesuatu yang kita punya seperti harta, tenaga, pikiran, dan ide merupakan cara agar hidup kita lebih bermakna. Bisa juga seseorang membantu orang lain dengan ucapan yang baik. Karena ucapan yang baik adalah sedekah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,
“Setiap ruas tulang pada manusia wajib atasnya sedekah dan setiap hari terbitnya matahari seseorang yang mendamaikan antara dua orang yang bertikai adalah sedekah dan menolong seseorang untuk menaiki hewan tunggangannya lalu mengangkat barang-barangnya ke atas hewan tunggangannya adalah sedekah dan ucapan yang baik adalah sedekah dan setiap langkah yang dijalankan munuju shalat adalah sedekah dan menyingkirkan sesuatu yang bisa menyakiti atau menghalangi orang dari jalanadalah sedekah.” (HR. Bukhari no. 2989)
Dengan ucapan yang baik terkadang dapat membangkitkan semangat seseorang dan memberikan kebahagiaan kepada orang. Dan itu merupakan upaya kita dalam berusaha untuk berbuat baik kepada orang lain. Oleh karenanya disebutkan bahwa “suatu perkara yang tidak akan habis tatkala dibagi adalah kebahagiaan”. Bahkan ketika kita berbagi kebahagiaan kepada orang lain, kita akan lebih dahulu berbahagia sebelum orang lain tersebut. Karena balasan sesuai dengan perbuatan Oleh karenanya dalam hadits disebutkan bahwa Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata,
“Bahwa seorang laki-laki mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam akan kerasnya hatinya. Maka beliau berkata: “Jika engkau ingin hatimu menjadi lembut, maka berilah makan kepada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.” (HR. Ahmad no. 7566)
Maksud dari hadits ini adalah anjuran untuk berbuat baik kepada orang lain. Karena dengan membantu orang lain akan mendatangkan kebahagiaan. Penulis melihat banyak teman-teman saya yang senang pergi bolak-balik ke tempattempat terjadinya musibah, dan saya melihat kebahagiaan di wajah-wajah mereka. Karena ternyata mereka adalah orangorang yang lebih bahagia daripada orang yang menerima bantuan dari mereka. Allah memberikan kepada mereka kebahagiaan dan kelezatan tersendiri karena mereka telah berusaha untuk membahagiakan orang lain. Karena tidak mungkin Allah akan mengabaikan orang-orang yang sudah berusaha untuk membahagiakan orang lain. Tatkala seseorang telah berusaha memberikan kebahagiaan kepada orang lain, maka pasti Allah akan berikan kebahagiaan kepada mereka atas usahanya. Oleh karenanya sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya bahwa suatu perkara yang ketika kita bagi maka tidak akan berkurang bahkan justru bertambah adalah kebahagiaan. Maka berbagilah kebahagiaan dengan orang lain.
Kemudian juga tatkala bertemu dengan anak yatim, berusahalah usap kepalanya sembari merenungkan betapa anak tersebut susah dan merindukan sentuhan orang tuanya. Senangkanlah hati mereka dengan memberikan sebagian harta yang kita miliki.
Maka dari itu hendaknya seseorang memiliki proyek hidup berupa membantu orang lain baik dengan harta, tenaga, pikiran, dan lain-lain yang kita mampu. Yakini bahwa tatkala seseorang membantu orang lain, maka pasti Allah akan membantunya, dan itu adalah suatu hal yang pasti. Contoh nyata orang yang hidupnya memiliki proyek ini adalah Ustaz Abu Sa’ad rahimahullah. Tatkala ada suatu musibah, beliau adalah orang paling depan untuk pergi membantu. Bayangkan bagaimana lelahnya beliau yang berangkat dari satu daerah ke daerah yang lain. Akan tetapi beliau tidak pernah merasa lelah dengan apa yang beliau lakukan. Karena ada kebahagiaan yang Allah berikan kepadanya yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata. Beliau merasakan suatu kebahagiaan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain. Sehingga dengan kebahagiaan itulah yang membuat beliau semangat pergi dari satu daerah ke daerah yang lain untuk membantu orang. Mungkin bagi kita itu adalah suatu hal yang mengherankan, akan tetapi bagi beliau rahimahullah bukanlah sesuatu hal yang mengherankan, melainkan suatu hal yang membahagiakan.
Dan tentunya bagi setiap diri kita, apa saja yang kita berikan kepada orang dengan niat karena Allah Subhanahu wa ta’ala, maka kita akan diberi kebahagian. Sebagai contoh adalah orang yang memberi nasihat kepada orang lain. Mungkin orang tersebut telah lelah dan letih, akan tetapi ketika dia memberikan nasihat kepada orang lain, kemudian orang lain senang, maka dia akan ikut merasa bahagia. Maka dari itu jangan lupa untuk menjadi orang yang dermawan, baik dengan harta, tenaga, pikiran, kata-kata. Intinya ketika kita bisa memberikan sesuatu kepada orang lain, maka Allah akan memberikan kebahagiaan kepada kita.
Adapun orang yang pelit, hanya akan menyusahkan dirinya. Karena orang yang pelit itu diibaratkan terkekang dengan rantai. Semakin dia pelit, maka akan semakin terkekang diadengan rantai tersebut. Maksudnya adalah semakin orang bersifat pelit maka akan semakin cinta kepada dunia yang akan membuat dadanya semakin sesak.
*************
Penulis : Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc MA
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah











































































