Tatkala manusia dan seluruh kaum muslimin dibangkitkan pada hari tersebut, mereka bangkit dalam keadaan mengenaskan, dimana mereka tidak mengenakan alas kaki, tidak mengenakan pakaian, tidak membawa apapun, dan bahkan dalam keadaan belum dikhitan. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,
“Manusia dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.” (HR. Muslim 4/2194 no. 2859)
Dalam riwayat yang lain disebutkan oleh Abdullah bin Unais bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berkata,
“Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat –atau bersabda dengan redaksi para hamba- dalam keadaan tidak berpakaian, tidak berkhitan, dan tidak buhman” Lalu kami bertanya, “Apakah buhman itu?” Beliau bersabda, “Tidak memakai pakaian sehelai benangpun.” (HR. Ahmad 3/459 no. 16085)
Pada hari itu, seluruh apa yang mereka usahakan di dunia, tidak ada yang mereka bawa. Jangankan harta, pakaian dan alas kakipun mereka tidak bawa. Pada hari itu, mereka dikumpulkan dalam suatu padang yang sangat luas, dimana matahari diturunkan kepada mereka dengan jarak satu mil dari ubunubun yang membuat mereka bercuruan air keringat sangat banyak dan sedikitnya ditentukan oleh kadar amalan seseorang. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,
“Pada hari kiamat, matahari di dekatkan ke manusia hingga sebatas satu mil. Lalu mereka bercucuran keringat sesuai amal perbuatan mereka. Di antara mereka ada yang berkeringat hingga tumitnya, ada yang berkeringat hingga lututnya, ada yang berkeringat hingga pinggang dan ada yang benar-benar tenggelam oleh keringat.” (HR. Muslim 4/2196 no. 2864)
Maka semakin sedikit amalan seseorang, maka akan semakin banyak keringat yang bercucuran dari tubuhnya. Maka kondisi tersebut menjadikan manusia benar-benar dalam kondisi sangat haus dan membutuhkan air minum. Maka pada saat itu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menanti umatnya di telaga beliau sebagaimana dalam sabdanya,
“Sesungguhnya aku menunggu kalian ditelagaku, siapa yang menuju telagaku dia akan minum, dan siapa yang meminumnya tak akan haus selama-lamanya.” (HR. Bukhari 8/120 no. 6583)
Makna dari الفرط adalah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam lebih dahulu berada di telaganya untuk menjamu umatnya agar segera minum dari telaga tersebut.
Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwasanya setiap nabi memiliki telaga karena masing-masing nabi punya umat yang butuh minum pada waktu tersebut. Akan tetapi telaga Nabi Shallallahu ‘Alaihi WaSallam adalah telaga yang spesial di antara telaga-telaga nabi yang lainnya.
Di antara kelebihannya dari telaga yang lain adalah telaga Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam lebih luas, lebih besar dan lebih indah. Maka kita akan membahas tentang telaga beliau, dari segala sifat-sifatnya, letaknya, dan yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu Wata’ala menjadikan kita termasuk orang-orang yang bisa masuk ke telaga Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
Adapun hadits-hadits yang menyebutkan tentang telaga Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam merupakan hadits Mutawatir. Hadits Mutawatir adalah hadits yang diriwayatkan oleh lebih dari sepuluh orang sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
Adapun hadits yang diriwayatkan kurang dari sepuluh orang sahabat, maka hadits tersebut disebut hadits Ahad. Oleh karenanya, semakin banyak sahabat yang meriwayatkan suatu hadits, maka akan semakin menguatkan hadits tersebut. Maka tatkala hadits tersebut dikatakan Mutawatir, maka tidak diragukan lagi kevaliditasnya. Oleh karenanya Al-Imam AdDaudi rahimahullah mengatakan,
“Di antara hadits yang mutawatir adalah hadits tentang barangsiapa yang berdusta atas nama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.. Dan hadits tentang Barangsiapa membangun masjid karena Allah.. Dan hadits tentang melihat Nabi, syafa’at dan telaga Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.. Dan hadits tentang bolehnya mengusap khuf.”
Oleh karenanya tatkala Al-Imam Ibnu Hajar rahimahullahmengumpulkan nama-nama para sahabat yang meriwayatkan hadits tentang telaga Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau mendapatkan bahwajumlah para sahabat yang meriwayatkan lebih dari 50 orang. Dan beliau mengatakan bahwa beliau pernah mendengar ada sebagian ulama di zaman beliau yang mengumpulkan sampai 80 orang sahabat yang meriwayatkan hadits tentang telaga Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Maka ini adalah bukti bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sering mengulang-ulang kabar tentang telaganya dalam berbagai majelisnya sebagai kabar gembira bagi umatnya. Kalau satu orang sahabat saja yang neriwayatkan suatu hadits kita harus membenarkan, apalagi kalau diriwayatkan lebih dari 50 orang sahabat. Maka tidak diragukan lagi bahwa hadits tentang telaga Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah benar.
Dalam Shahihain, yaitu kitab Sahih Bukhhari dan Sahih Muslim, para sahabat yang meriwayatkan hadits telaga Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam jumlahnya kurang lebih 15 orang. Di antaranya adalah, Ibnu Mas’ud, Ibnu Umar, Abdullah bin ‘Amr, Anas bin Malik, Abu Hurairah, Khudzaifah, Usaid bin Hudair, ‘Uqbah bin Amir, Abdullah bin Zaid, Salman bin Sa’ad, Said Al-Khudri, Jundub, Haritsah bin Wahab, Mustaurat, dan Asma’ binti Abi Bakr. Adapun para sahabat lain yang meriwayatkan hadits tersebut tersebar pada kitab-kitab hadits yang lain seperti Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, Sunan Nasa’i, Musnad Imam Ahmad, dan kitab hadits lainnya. Oleh karenanya tidak mungkin kita meragukan hadits tentang telaga Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, karena sangat banyak sahabat yang meriwayatkannya.
*************
Penulis : Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc MA
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah











































































![🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩 Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi tentang keberanian menjaga nilai-nilai yang membuat sebuah bangsa tetap bermartabat. Mari terus merawat keberanian untuk bersuara, menegakkan kebenaran, dan memperjuangkan keadilan. Kemerdekaan akan lebih bermakna ketika kita mampu mengisinya dengan nilai kepedulian, keberanian, dan kontribusi nyata bagi sesama. Sebab, bangsa yang merdeka adalah bangsa yang terus memperjuangkan keadilan dan kebenaran serta melawan setiap penjajah yang menista tanah suci (Baitul Maqdis) dan Masjidil Aqsa al-Mubarak. www.mujahiddakwah.com
[ Bersuara - Menginspirasi - Bergerak ] #indonesia #kemerdekaanindonesia #masjidalaqsa #prabowo #mujahiddakwah 🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩 Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi tentang keberanian menjaga nilai-nilai yang membuat sebuah bangsa tetap bermartabat. Mari terus merawat keberanian untuk bersuara, menegakkan kebenaran, dan memperjuangkan keadilan. Kemerdekaan akan lebih bermakna ketika kita mampu mengisinya dengan nilai kepedulian, keberanian, dan kontribusi nyata bagi sesama. Sebab, bangsa yang merdeka adalah bangsa yang terus memperjuangkan keadilan dan kebenaran serta melawan setiap penjajah yang menista tanah suci (Baitul Maqdis) dan Masjidil Aqsa al-Mubarak. www.mujahiddakwah.com
[ Bersuara - Menginspirasi - Bergerak ] #indonesia #kemerdekaanindonesia #masjidalaqsa #prabowo #mujahiddakwah](https://scontent-sin2-1.cdninstagram.com/v/t51.82787-15/780910531_17976653331093484_2692693040347743731_n.webp?stp=dst-jpg_e35_tt6&_nc_cat=100&ccb=7-5&_nc_sid=18de74&efg=eyJlZmdfdGFnIjoiRkVFRC5iZXN0X2ltYWdlX3VybGdlbi5DMyJ9&_nc_ohc=_5TgXLz6ObMQ7kNvwEs9wzU&_nc_oc=Adp0uphAg7OvUt80Hs3vKteLeVeTjaFnjK6WZbDqwqB-DtjKcGj3uduyn63I0nLvGZc&_nc_zt=23&_nc_ht=scontent-sin2-1.cdninstagram.com&edm=ANo9K5cEAAAA&_nc_gid=mDBubEjRnJzuBqwmWFdUiQ&_nc_tpa=Q5bMBQKdUh4jga__9H8cjRMyVbbAK5FTo66OUSJdpWMO1RlapCd8c5DNIT8kyOrzfgJZt3SO8J2rYvjd&oh=00_AQEjjkcFvjtE36UVRDkJzbQgt0CTFszm-cjvqKBu1hMHUA&oe=6A8DA1F6)


