Allah Ta’ala berfirman, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (QS. Al-Fath (48): 29)
Allah Ta’ala berfirman, “Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang-orang yang berhijrah kepada mereka” (QS Al-Hasyr (59): 9)
-Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Tiga hal jika seseorang memiliki ketiganya, ia akan dapat merasakan manisnya iman, pertama, ia mencintai Allah dan Rasul-Nya, lebih dari cintanya kepada yang lain. Kedua, mencintai seseorang hanya karena Allah. Ketiga, enggan untuk kembali kepada kekafiran, setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran, sebaimana enggannya dia untuk dilemparkan ke dalam api neraka” (HR. Bukhari dan Muslim)
-Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada tujuh kelompok yang akan mendapat naungan Allah pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: (1) Pemimpin yang adil, (2) Pemuda yang tnmbuh dalam ibadah kepada Allah yang Maha Mulia lagi Maha Agung, (3) Seseorang yang hatinya selalu bergantung dengan masjid, (4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, (5) Seorang laki-laki yang diajak untuk berzina oleh seorang perempuan bangsawan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah ‘, (6) Seseorang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi, sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya, (7) Seseorang yang khusyuk mengingat Allah dikala sepi, lalu bercucuranlah air matanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
-Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Taala pada hari Kiamat kelak berfirman, ‘Dimanakah hamba-hambaku yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku menaungi mereka di bawah naungan-Ku pada hari di mana tidak ada naungan selain naungan-Ku’.” (HR. Muslim)
-Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, kalian tidak akan masuk ke dalam surga sampai kalian (betul-betul) beriman dan kalian tidak beriman kecuali setelah kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu jika kalian mengerjakannya, niscaya akan timbul rasa cinta di antara kalian? Sebarkanlah salam di antara kalian!” (HR. Muslim)
-Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya seseorang yang berkunjung ke tempat saudaranya yang berada di desa yang lain karena Allah, maka Allah mengutus malaikat untuk mengujinya Namun orang itu tetap pada pendiriannya -hadits ini disingkat hingga kalimat- kemudian malaikat itu berkata, ‘Sesungguh-nya Allah telah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai saudaramu karena-Nya’.” (HR. Muslim)
-Dari Al Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau mengungkapkan sesuatu tentang (keutamaan) kaum Anshar, “Tiadalah orang yang mencintai kaum Anshar kecuali orang yang beriman. Tiada pula yang membenci mereka kecuali (dia itu) orang munafik, Siapa yang mencintai mereka, niscaya Allah akan mencintainya. Barangsiapa yang membenci mereka, niscaya Allah akan membencinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
-Dari Muadz radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung berfirman, ‘Siapa saja yang saling mencintai karena keagungan-Ku, mereka akan dianugerahi oleh Allah Subhanahu wa Taala beberapa mimbar yang terbuat dari cahaya. Mimbar inilah yang amat diinginkan oleh para nabi dan orang-orang yang mati syahid'” (HR. Tirmidzi, hadits ini hasan-shahih)
-Dari Abu Idris Al Khaulani, ia berkata, “Saya masuk Masjid Damaskus. Di dalam masjid tersebut terdapat seorang pemuda yang giginya mengkilat. Orang-orang senantiasa mengerumuninya. Apabila mereka berbeda pendapat, maka mereka menanyakan kepada pemuda itu dan berpegang pada pendapatnya. Maka saya menanyakan perihal pemuda itu, dan dijawab bahwa pemuda itu adalah Mu’adz bin Jabal radhiyallahu anhu. Keesokan harinya, saya sengaja datang ke masjid pagi-pagi sekali, tetapi pemuda itu lebih dulu tiba daripada saya. Setibanya di masjid, saya mendapatinya sedang melakukan shalat. Saya menunggunya hingga selesai, lalu saya mendatanginya dari arah depan. Saya mengucapkan salam dan berkata kepadanya, ‘Saya mencintaimu karena Allah Subhanahu wa Taala’, Dia bertanya,’ Apakah benar karena Allah?’ Saya menjawab, ‘Ya karena Allah’.” Kemudian dia menarik selendangku untuk mendekatkanku kepadanya dan dia berkata, “Sambutlah berita gembira ini, saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Allah yang Maha Pemberi berkah lagi Maha Agung berfirman; Sesungguhnya cinta saya tercurah kepada orang yang saling mencintai karena mengharapkan ridha-Ku. Mereka yang berteman semata-mata karena-Ku, mereka yang saling berkunjung karena-Ku, dan mereka yang saling membantu karena Aku’.” (HR. Imam Malik dalam kitab Al-Muwaththa’ dengan sanad yang shahih)
-Dari Abu Karimah, Al Miqdad bin Ma’di Yakrib radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Apabila seseorang mencintai saudaranya, hendaklah ia memberitahukan kepada saudaranya itu bahwa ia mencintainya” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi. Tirmidzi berkata, “Hadits ini shahih”)
-Dari Muadz radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memegang tangannya seraya bersabda, “Wahai Mu’adz, demi Allah aku mencintaimu” Kemudian beliau berkata: Wahai Mu’adz, janganlah sekali-kali kamu lupa membaca setiap selesai shalat, ‘Ya Allah, berilah saya pertolongan untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadah tehadap-Mu’.” (HR. Abu Daud dan Nasa’i dengan sanad yang shahih)
adhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Ada seorang laki-laki duduk disisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba ada seorang laki-laki lewat di hadapan Nabi lalu ia -yang bersama Nabi- berkata, ‘Ya, Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang itu’. Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya, ‘Apakah kamu sudah memberitahukan kepadanya? Dia menjawab, Belum’. Beliau kemudian bersabda, ‘Beritahukanlah kepadanya!, Kemudian dia menemui orang itu dan berkata, ‘Sesungguhnya saya mencintaimu karena Allah’. Orang itu menjawab, ‘Semoga kamu dicintai oleh Dzat yang menjadikanmu mencintaiku karena-Nya'” (HR. Abu Daud dengan sanad yang shahih)
*************
Penulis: Imam an-Nawawi
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah










































































