Akhlak mulia dalam syari’at islam merupakan suatu yang sangat agung, bahkan menyamai shalat dan puasa, dua rukun Islam yang besar. Seperti yang telah ditetapkan Rasulullah dalam haditsnya,
“Tidak ada sesuatu yang diletakkan pada timbangan (amal shaleh) yang lebih berat dari akhlak mulia, dan sesungguhnya akhlak mulia itu bersama pemiliknya akan mencapai derajat puasa dan shalat. ” (HR. Tirmidzi)
Sedangkan dalam riwayat yang lain disebutkan,
“Sesungguhnya seorang hamba itu dengan akhlak mulianya akan mencapai derajat orang yang puasa dan mengerjakan shalat.”
Bertolak dari hal tersebut, Rasulullah mempertegas pentingnya akhlak mulia kepada para sahabat danmemerintahkan mereka untuk berhias dengannya serta menanamkan kecintaan terhadapnya dalam diri mereka dengan berbagai macam cara baik melalui ucapan maupun perbuatan karena beliau mengetahui pengaruhnya yang besar dalam membentuk Tabi’at, mensucikan diri dan menghiasi karakter. Di antaranya adalah sabdanya kepada Abu Dzar,
“Wahai Abu Dzar, maukah engkaua kutunjukkan kepada dua peragai, kedua-duanya paling ringan untuk dipikul, dan paling berat dalam timbangan amal shaleh dari yang lainnya?” Abu Dzar menjawab, “Mau, wahai Rasulullah! Beliau bertutur, “Hendaklah kamu berakhlak mulia dan banyak diam. Demi Alah, yang jiwaku berada di tangan-Nya, makhluk-makhluk lain tidak menghiasi diri dengan keduanya.” (HR. Thabarani dan Abu Ya’la)
Demikian juga dengan sabdanya,
“Akhlak mulia itu merupakan suatu keberuntungan, sedangkan akhlak yang buruk itu merupakan kesialan. Kebaikan itu akan memanjangkan umur dan sedekah dapat mencegah kematian dengan cara buruk “(HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Dan di antara doa yang sering dipanjatkan adalah,
“Ya Allah, Engkau telah memperindah ciptaan pada diriku, maka perindahlah akhlakku. “(HR. Ahmad)
Doa yang dipanjatkan Rasulullah itu memohon supaya Allah mempercantik akhlaknya, oleh Allah disebut dalam Al-Qur’an sebagai berikut, “Dan, sesungguhnya kamu benar-benar ada pada akhlak yang agung” merupakan bukti kongkrit terhadap perhatiannya yang sangat besar terhadap akhlak mulia, dan keinginannya yang mendalam supaya kaum Muslimin senantiasa menambah akhlak mulia itu meski mereka telah sampai pada tingkat yang tinggi, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi mereka.
Akhlak mulia merupakan kata yang bersifat komprehensif yang berderet di bawahnya akhlak yang baik yang dijadikan orang sebagai hiasan, membersihkan diri, dan mencapai kepada tingkat yang lebih tingg. misalnya malu, sabar, lemah lembut, pemaaf, toleran, jujur, dapat diper caya, istiqamah, bersih hati, dan lain sebagainya dari hal-hal yang termasuk akhlakul-karimah.
Sedangkan orang yang melakukan penelitian terhadap nash-nash mengenai bimbingan sosial dalam Islam akan menemukan segudang nash yang memenntahkan setiap orang untuk menghiasidirinya dengan akhlak sosial yang tinggi nilainya ini yang menunjukkan tujuan puncak Islam dalam membentuk kepribadian sosial orang Muslim dengan pembentukan yang sangat detail, tidak cukup hanya membentuknya secara global, tetapi melalui rincian yang sangat mendasar dari bagian-bagian akhlak vang membentuk satu sisi dari sisi kepribadian sosial yang sempurma. Kesempurnaan dan kesimpulan ini tidak pernah terpenuhi dalam manhaj pendidikan sosial seperti yang telah diwujudkan oleh manhaj agama lslam.
Peneliti yang berusaha mengungkap kepribadian wanita Muslimah harus melithat dan memperhatikan terhadap semua nash-nash tersebut, danmemahamikandungannya yang berupa petunjuk dan bimbingan supaya dia dapat memperlihatkan kepribadian sosial yang luhur yang menjadikan orang Muslim tampil beda, laki-laki maupun perempuan, serta membatasi tabi’at dan sifat-sifat kepribadian yang istimewa tersebut. Di antara kepribadian wanita Muslimah adalah sebagai berikut:
Jujur
Wanita Muslimah senantiasa berbuat jujur kepada setiap orang, ka- rena dia telah memahami prinsip-prinsip Islam yang memerintahkan untuk berbuat jujur, menjadikan kejujuran sebagai pangkal keutamaan dan pokok akhlak mulia, serta melarang berbuat dusta dan menggolongkan dusta itu sebagai sumber kejelekan, kerusakan dan termasuk perbuatan hina. Selain itu, karena wanita Muslimah berkeyakinan bahwa kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan akan mengantar pelakunya ke surga, sedangkan dusta mendorong kepada perbuatan dosa yang akan menggiring pelakunya ke neraka, seperti yang dijelaskan Rasulullah dalam haditsnya,
“Sesungguhnya kejujuran itu akan membawa kepada kebaikan, sedang kebaikan itu akan menuntun ke surga. Dan, seorang laki-laki yang berbuat jujur akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan, sesungguhnya dusta itu membawa kepada kejahatan, dan kejahatan itu akan menghantarkan ke neraka. Seorang laki-laki. yang berbuat dusta akan ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (Muttafaq Alaih)
Beranjak dari hal ini, wanita Muslimah senantiasa berusaha untuk menjadi orang jujur baik dalam ucapan maupun perbuatannya. Dengan kejujuran dan kebersihan hatinya, wanita Muslimah telah mencapai tingkat yang tinggi, sehingga dia ditulis sebagai wanita jujur dan terhormat di sisi Rabb-nya.
Saudariku, semoga Allah senantiasa menghiasi diri kita dengan sifat jujur yang nantinya menjadi sebab kita masuk ke dalam Surga-Nya Allah Subhanahu Wata’ala. Allahumma Aamiin…
**********
Penulis : Syaikh Dr. Muhammad Ali Al-Hasyimi
(Di Sadur Dari Buku Jati Diri Wanita Muslimah, h.277-279)
Demikian Semoga Bermanfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)








































































![🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩 Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi tentang keberanian menjaga nilai-nilai yang membuat sebuah bangsa tetap bermartabat. Mari terus merawat keberanian untuk bersuara, menegakkan kebenaran, dan memperjuangkan keadilan. Kemerdekaan akan lebih bermakna ketika kita mampu mengisinya dengan nilai kepedulian, keberanian, dan kontribusi nyata bagi sesama. Sebab, bangsa yang merdeka adalah bangsa yang terus memperjuangkan keadilan dan kebenaran serta melawan setiap penjajah yang menista tanah suci (Baitul Maqdis) dan Masjidil Aqsa al-Mubarak. www.mujahiddakwah.com
[ Bersuara - Menginspirasi - Bergerak ] #indonesia #kemerdekaanindonesia #masjidalaqsa #prabowo #mujahiddakwah 🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩 Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi tentang keberanian menjaga nilai-nilai yang membuat sebuah bangsa tetap bermartabat. Mari terus merawat keberanian untuk bersuara, menegakkan kebenaran, dan memperjuangkan keadilan. Kemerdekaan akan lebih bermakna ketika kita mampu mengisinya dengan nilai kepedulian, keberanian, dan kontribusi nyata bagi sesama. Sebab, bangsa yang merdeka adalah bangsa yang terus memperjuangkan keadilan dan kebenaran serta melawan setiap penjajah yang menista tanah suci (Baitul Maqdis) dan Masjidil Aqsa al-Mubarak. www.mujahiddakwah.com
[ Bersuara - Menginspirasi - Bergerak ] #indonesia #kemerdekaanindonesia #masjidalaqsa #prabowo #mujahiddakwah](https://scontent-sin2-1.cdninstagram.com/v/t51.82787-15/780910531_17976653331093484_2692693040347743731_n.webp?stp=dst-jpg_e35_tt6&_nc_cat=100&ccb=7-5&_nc_sid=18de74&efg=eyJlZmdfdGFnIjoiRkVFRC5iZXN0X2ltYWdlX3VybGdlbi5DMyJ9&_nc_ohc=_5TgXLz6ObMQ7kNvwEs9wzU&_nc_oc=Adp0uphAg7OvUt80Hs3vKteLeVeTjaFnjK6WZbDqwqB-DtjKcGj3uduyn63I0nLvGZc&_nc_zt=23&_nc_ht=scontent-sin2-1.cdninstagram.com&edm=ANo9K5cEAAAA&_nc_gid=mDBubEjRnJzuBqwmWFdUiQ&_nc_tpa=Q5bMBQKdUh4jga__9H8cjRMyVbbAK5FTo66OUSJdpWMO1RlapCd8c5DNIT8kyOrzfgJZt3SO8J2rYvjd&oh=00_AQEjjkcFvjtE36UVRDkJzbQgt0CTFszm-cjvqKBu1hMHUA&oe=6A8DA1F6)


