Tauhid adalah pengesaan dan menggikraran Allah dipikaran, dihati dan diikrarkan dengan lisan, tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Apapun yang dapat lihat dan tidak dapat dilihat itu adalah ciptaan Allah.

Pada saat mengalami nikmat yang melimpah miasalkan badan sehat atau dalam keadaan kenyang atau istrahat yang cukup, memiliki harta yang cukup maka bersyukur kepada Allah dan banyak kita bersyukur maka Allah akan tambah begtu pula dengan musibah yang dialami yakinlah bahwa Allah yang ciptakan musibah tersebut maka yang bisa menghilangkan hanya Allah, separti penyakit corona yang sedang meningkat diindonseia adalah salah satu ciptaan Allah sebagai cobaan bagi ummat manusia agar manusia tidak terus-menerus dalam kondisi lalai, misalkan apabila kita sehat terus kemungkinan manusia akan lalai dan tidak berusaha.

Allah menciptakan hal-hal tersebut untuk menunjukan kepada manusia tentang keberadaannya, kalau ada Allah yang menciptakan corona yang tidak nampak dengan kasat mata dikatakan virus karena menggunakan alat canggih untuk mengetahinya dan berapa banyak yang jadi korban baik yang dirawat ataupu yang meninggal sehingga menjadi hal yang menakutkan bagi manusia kalau kita kembali betauhid kepada Allah bahwa corona dan penyakit-penyakit lainnya Allah yang menciptakan maka pasti yang akan menyelamatkan kita dari penyakit corona ini.

Ketika kita megalami sesuatu maka katakanlah qadarullah Allah yang menandirkan dan Allah yang melakukan apa yang diinginkan dan jangan megatakan seandainya karena akan membuka pintu syaitan, ini ketika sudah terjadi dalam aqidah islam kita harus yakin Allah sudah takdirkan sebagi bentuk cobaan dengan menerima. Kita memiliki 2 sayap yang pertama syukur ketika ada nikmat dan yang kedua sabar pada saat cobaan datang maka ini harus seimbang antara menerima dan sabar maka kita tenang menghadapi kehidupan ini.

Allah pada saat mendatangkan cobaan kepada kita sebenarnaya agar kita kembali kepada-Nya. Bagaimana kita kembali kepada Allah subhana wa ta’ala? (QS.Ar-ra’ad : 1-3)

الۤمّۤرٰۗ تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِۗ وَالَّذِيْٓ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ الْحَقُّ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُوْنَ

1. Alif Lam Mim Ra. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an). Dan (Kitab) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itu adalah benar; tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).

اَللّٰهُ الَّذِيْ رَفَعَ السَّمٰوٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّىۗ يُدَبِّرُ الْاَمْرَ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاۤءِ رَبِّكُمْ تُوْقِنُوْنَ

2. Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menundukkan matahari dan bulan; masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan. Dia mengatur urusan (makhluk-Nya), dan menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu.

وَهُوَ الَّذِيْ مَدَّ الْاَرْضَ وَجَعَلَ فِيْهَا رَوَاسِيَ وَاَنْهٰرًا ۗوَمِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ جَعَلَ فِيْهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

3. Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.

Allah yang mengatur matahari dan bulan semuannya beredar sesuai waktunya, planet yang berputar sesuai orbitnya, dan Allah mengatakan bahwa Allah mengatur segala urusan makhluknya ciptaannya. Kita ketahui dimuka bumi ini yang bisa kita lihat maupun yang tidak terlihat adalah ciptaan Allah.

Tidak ada yang mengadakan atau tidak ada menghilangkan kecuali Allah. Apa yang telah menimpa kita hari ini Allah sudah tentukan dan kita terima dan bersabar dan apa yang berikan sebagai nikmat maka kita bersyukur.

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَآ اِلٰٓى اُمَمٍ مِّنْ قَبْلِكَ فَاَخَذْنٰهُمْ بِالْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُوْنَ

Artinya: “Dan sungguh, Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati”. (QS. Al-an’am : 42).

Dalam islam kita berdoa dulu sebelum beraktivitas, doa sebelum makan, doa keluar rumah, doa sebelum tidur. Doa adalah berhubungan dengan Allah dengan komunikasi langsung hamba dan tuhannya. Ada penyakit ini terkadang Allah menguji kita dengan keaadan disekitaran sampai batas manusia kesulitan mengatasinya supaya kita menyadari bahwa kita adalah hamba dan dengan kesadaran itu kita memohon kepada Allah.

Kalau kita merasa mampu dengan ujian yang diberikan Allah akan tambahkan yang lebih dari itu sampai kita memohon kepada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian dia membaca do’a:

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻮَﻛَّﻠْﺖُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﻟَﺎ ﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻟَﺎ ﻗُﻮَّﺓَ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ

Artinya: “(Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah).” Maka disampaikan kepadanya, “Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhanmu, dan kamu dilindungi ” Seketika itu setan-setan pun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, ’Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi .’ (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, Shahih).

Pengobatan secara medis Rasulullah bersabda Allah tidak memberikan suatu penyakit kecuali bersama dengan obatnnya maka berobatlah wahai hambaku.
Mari kita lindungi diri kita dari berbagai keburukan dengan mengamalkan do’a ini agar kita mendapat Perlindungan Allah.

***********

Penulis: Hawa
(Pengurus FMDKI)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tinggalkan Balasan