MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Institut Agama Islam (IAI) STIBA Makassar menggelar Wisuda IX Program Sarjana di Four Points by Sheraton Makassar, Kamis (13/8/2026). Sebanyak 420 wisudawan dan wisudawati dari Program Studi Perbandingan Mazhab (PM) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) resmi dikukuhkan sebagai lulusan pada momentum tersebut.
Wisuda tahun ini sekaligus mencatat sejarah baru bagi IAI STIBA Makassar. Untuk pertama kalinya, kampus tersebut mewisuda lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, sehingga Wisuda IX menjadi tonggak penting dalam perkembangan akademik institusi.
Prosesi berlangsung melalui Sidang Senat Terbuka Luar Biasa yang dipimpin Ketua Senat IAI STIBA Makassar, Ustaz Dr. H. Muhammad Yusran Anshar, Lc., M.A. Sidang secara resmi dibuka untuk agenda Wisuda Sarjana IX Fakultas Syariah dan Hukum Program Studi Perbandingan Mazhab serta Fakultas Tarbiyah dan Ushuluddin Program Studi Pendidikan Bahasa Arab tahun akademik 1447–1448 H/2025–2026 M.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan IAI STIBA Makassar, Dewan Senat, dosen dan tenaga kependidikan, pengurus Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah, jajaran Dewan Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah, orang tua dan keluarga wisudawan, serta sejumlah tamu undangan.
Turut hadir Sekretaris Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua, Dr. H. Nur Taufik Sanusi, M.Ag., mewakili Koordinator Kopertais Wilayah VIII. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi perkembangan IAI STIBA Makassar yang dua tahun sebelumnya masih berstatus sekolah tinggi dan kini telah berkembang menjadi institut. Ia juga mendorong kampus untuk terus mempersiapkan langkah menuju status universitas.
Ia mengingatkan bahwa tingginya ilmu dan banyaknya gelar tidak akan menjadi ukuran kemuliaan apabila tidak disertai dengan akhlak dan keimanan.
“Hari ini adik-adik sudah mendapatkan ilmunya, ditandai dengan gelar yang menempel pada namanya. Tapi jangan lupa untuk selalu memiliki akhlak, moral, dan iman yang baik,” pesannya.

Rektor IAI STIBA Makassar, Ustaz Akhmad Hanafi Dain Yunta, Lc., M.A., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Wisuda IX dan berbagai perkembangan yang dicapai institusi. Ia menyebut wisuda kali ini sebagai salah satu momentum yang membanggakan, terutama dengan hadirnya angkatan pertama lulusan Pendidikan Bahasa Arab.
Rektor juga menyampaikan bahwa pengembangan institusi akan terus dilanjutkan. Setelah bertransformasi dari sekolah tinggi menjadi institut, IAI STIBA Makassar menargetkan ikhtiar menuju universitas pada 2027. Ia juga mengingatkan para wisudawan dan wisudawati bahwa kelulusan bukan akhir perjalanan.
“Ini bukan akhir dari segalanya. Ini awal dari pencapaian-pencapaian antum yang insyaallah akan menjadi capaian-capaian yang luar biasa,” pesannya.
Rangkaian Wisuda IX juga memiliki kekhasan tersendiri dengan dilaksanakannya pelepasan dan penugasan alumni sebagai dai dan daiah Wahdah Islamiyah. Pelepasan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah, Ustaz Dr. K.H. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A. Para alumni diamanahkan menjalankan tugas dakwah dan pengabdian di tempat yang telah ditetapkan.
Dalam amanatnya, Ustaz Zaitun mengingatkan para lulusan agar tidak memandang kelulusan sebagai akhir dari proses belajar. Menurutnya, setelah meninggalkan bangku kuliah, alumni akan memasuki “kampus kehidupan” dan dituntut menjadi pribadi yang terus belajar serta memberikan manfaat kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa ilmu akan menjadi kemuliaan ketika berjalan bersama keimanan dan diwujudkan dalam ucapan serta perbuatan. Ilmu yang diperoleh tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus melahirkan pengamalan dan membentuk kualitas pribadi seorang Muslim.
Karena itu, tantangan setelah wisuda bukan lagi sekadar mengumpulkan pengetahuan, melainkan bagaimana ilmu tersebut benar-benar dilatih dan dipraktikkan dalam kehidupan.
“Para wisudawan, wisudawati, mari terus kuatkan ini. Kita belajar dan bukan saja belajar ilmu. Apa yang sudah diajarkan di madrasah kehidupan perlu dilatihkan dan dipraktikkan,” pesannya.
Ia juga menegaskan bahwa penugasan para alumni bukan sekadar formalitas pengabdian. Para dai dan daiah diharapkan benar-benar hadir di tengah masyarakat untuk mengajar, berdakwah, membina, dan turut membantu masyarakat memperbaiki kehidupannya.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar alumni serta penyerahan daftar nama lulusan secara simbolis dari Rektor kepada Ikatan Alumni IAI STIBA Makassar.
Wisuda IX ditutup secara resmi oleh Ketua Senat IAI STIBA Makassar setelah seluruh rangkaian prosesi selesai dilaksanakan.
Momentum ini tidak hanya menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik 420 lulusan, tetapi juga menjadi awal pengabdian mereka dengan membawa ilmu, nilai-nilai Islam, dan semangat dakwah ke tengah masyarakat.
Laporan: Humas IAI STIBA Makassar


















































































