MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR — Gelombang keberangkatan kontingen Muktamar V Wahdah Islamiyah dari kawasan Timur Indonesia menuju Jakarta telah bertolak pada 16 dan 17 Agustus 2026 melalui moda transportasi laut. Ribuan peserta yang terdiri dari pengurus, utusan daerah, hingga penggembira berangkat dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar menggunakan armada kapal PT Pelni.
SC Muktamar V Wahdah Islamiyah, Suryani F. Djamal., S.Sos. M.Pd, menjelaskan bahwa skema keberangkatan jalur laut dari Makassar ini dirancang dalam dua gelombang utama untuk mengomodasi tingginya antusiasme para muktamirin.
Gelombang pertama berlayar menggunakan KM Dobonsolo pada Ahad (16/8/2026). Rombongan pembuka ini membawa 141 penumpang yang terdiri dari jajaran Pengurus Harian (PH), Kepala Departemen Muslimah Wahdah Pusat (MWP), Kepala Departemen DPP Wahdah Islamiyah, serta unsur Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Muktamar V.
Sementara itu, konsolidasi massa secara masif berpusat pada gelombang kedua yang menggunakan KM Dorolonda pada Senin (17/8/2026). Sebanyak 1.200 peserta memadati pelayaran ini. Rombongan gelombang kedua mencakup gabungan kontingen dari berbagai daerah di Indonesia Timur, di antaranya Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, hingga utusan dari Papua.
Ia mengungkapkan, pemilihan kapal laut sebagai moda transportasi utama didasari oleh aspek efisiensi, efektivitas konsolidasi massa, serta ruang untuk mempererat ukhuwah Islamiyah selama dua hari perjalanan laut.
“Perjalanan di atas kapal selama dua hari ini menjadi momentum berharga untuk mempererat ukhuwah antar-kader dari berbagai daerah. Panitia Pelaksana (OC) telah menyiapkan rangkaian agenda ibadah, kajian keislaman, hingga pembekalan yang disusun langsung oleh pimpinan rombongan atau Amir Safar,” jelasnya.
Untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan rombongan, penunjukan Amir Safar telah ditetapkan, salah satunya Ustaz Ahmad Syaripuddin (Ketua Departemen di DPP Wahdah Islamiyah) yang memimpin rombongan gelombang pertama.
Selain itu, panitia juga memprioritaskan aspek keselamatan dengan menyiagakan tim kesehatan khusus yang terdiri dari dokter dan perawat di setiap gelombang pelayaran.
Selain peserta inti musyawarah, armada kapal ini membawa rombongan peserta Pengukuhan 10 Ribu Guru Al-Qur’an serta para penggembira.
Menariknya, pelayaran kebangsaan menuju arena Muktamar V ini diikuti oleh lintas generasi. Panitia mencatat, peserta tertua dalam rombongan laut ini berusia sekitar 64 tahun, sementara peserta termuda merupakan seorang bayi yang baru berusia 8 bulan.
Mengenai seremonial pelepasan resmi, dipusatkan pada keberangkatan gelombang kedua, yang dilakukan oleh jajaran Ketua DPP Wahdah Islamiyah, serta perwakilan PT Pelni dan PT Pelindo. Pihak Pelni sendiri menyatakan dukungan atas keberangkatan ini.
Setibanya di Jakarta, seluruh rombongan dijadwalkan langsung bergabung dengan ribuan peserta lainnya dari seluruh penjuru Indonesia untuk mengikuti Opening Ceremony Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal, sebelum melanjutkan agenda persidangan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Laporan: Humas Muktamar V WI













































































