Keutamaan bulan Ramadan sangatlah banyak, masing-masing orang mengambil keutamaan-keutamaan tersebut sesuai dengan taufiq yang Allah Ta’ala berikan kepadanya. Ada orang yang memborong semua keutamaan Ramadan dan ini merupakan keadaan para pendahulu kita salafus shaalih. Mereka adalah orang-orang yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadan, padahal mereka adalah orang-orang yang bersungguh-sungguh melakukan shalat malam dan puasa di siang hari pada setiap bulannya. Mereka juga orang yang berjihad di jalan Allah, sibuk menuntut ilmu, dan melakukan berbagai macam amal saleh. Akan tetapi, mereka begitu bergembira dengan hadirnya bulan Ramadan. Maka bisa dibayangkan bagaimana amalan mereka di bulan Ramadan. Hal ini karena mereka menyadari bahwasanya di bulan Ramadan ini terdapat tambahan kebaikan, sedangkan mereka adalah orang yang mencintai kebaikan dan apa saja yang mendekatkan mereka dengan kebaikan.

Salafus halih sangat gembira dengan bulan ini dan mereka mengistimewakan bulan ini dengan berbagai macam bentuk kesungguhan dalam beramal. Mereka totalitas dalam beramal di bulan ini dan berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar Allah menyampaikan mereka kepada bulan Ramadan lalu berdoa agar Allah Subhanahu Wa ta’ala menerima amal mereka.

Orang-orang yang kualitas dirinya di bawah mereka dapat mengambil manfaat dalam bulan ini sebanding dengan anugerah dan karunia yang Allah berikan, itupun seandainya tidak mereka rusak amal bulan Ramadan dengan kemaksiatan dan kelalaian.

Bulan Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar. Keutamaan terbesar dalam bulan Ramadan adalah Allah mengistimewakan bulan Ramadan dengan perintah puasa yang merupakan termasuk rukun Islam. Allah jadikan rukun Islam yang besar ini dilakukan di bulan Ramadan. Maka cukuplah hal ini menjadi keutamaan yang luar biasa bagi bulan Ramadhan.

Di antara keistimewaan lain pada bulan ini ialah Allah Subhanahu Wata’ala muliakan bulan ini dengan menurunkan Al-Qur’an di bulan ini. sebagaimana firman Allah ta’ala:

Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan AlQur’an,” (QS. Al-Baqarah: 185)

Ini adalah keutamaan yang sangat luar biasa karena waktu ini Allah istimewakan dengan diturunkannya kitab yang paling agung dari kitabkitab suci yang pernah Allah turunkan. Pelajaran dari hal ini adalah bahwa membaca al-Qur’an di bulan Ramadan memiliki keistimewaan dibandingkan dengan membaca al-Qur’an di bulan-bulan lainnya meskipun seorang muslim dituntut untuk memperbanyak membaca al-Qur’an di tiap bulan dan tiap hari. Akan tetapi, bulan ini memiliki keistimewaan tersendiri. Di bulan ini, al-Qur’an turun dan pada bulan ini pula, Nabi bertadarus di hadapan Malaikat Jibril ‘alaihis salam.

Membaca al-Qur’an pada bulan ini memiliki banyak keutamaan besar meskipun sepanjang tahun kita dituntut untuk banyak membaca al-Qur’an. Setiap huruf al-Qur’an adalah satu kebajikan dan satu kebajikan dalam Islam nilainya sepuluh kali lipat. Di bulan Ramadan, kebajikan-kebajikan ini akan lebih dilipatgandakan.

Keutamaan lain bulan Ramadan ialah adanya suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Seribu bulan jika dihitung dengan satuan tahun maka lebih dari 83 tahun. Malam yang mulia ini senilai dengan 83 tahun lebih beberapa bulan, semuanya terhitung dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Keutamaan yang besar!

Bayangkan jika ada orang yang diberi usia 83 tahun dalam keadaan taat kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan ada orang lain yang Allah beri anugerah untuk menghidupkan malam ini karena iman dan mengharapkan pahala. Allah akan catatkan bagi orang yang kedua seakan-akan dia melakukan amalan tersebut selama seribu bulan. Allah jadikan pahalanya seimbang dengan orang yang hidup selama 83 tahun penuh dengan ketaatan. Bayangkan jika dia berulang-ulang menjumpai lailatul qadar! Ini merupakan anugerah yang Allah berikan kepada siapa saja yang Allah kehendaki. Malam ini berada di bulan Ramadhan. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.” (QS. Al-Qodr: 1)

Allah Ta’ala juga berfirman:

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Al-Qur’an diturunkan di malam al-Qadar pada bulan Ramadan. Maksud “menurunkan” di sini adalah Allah mulai menurunkan al-Qur’an pada malam ini untuk pertama kali. Kemudian ayat-ayat lain Allah turunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi n karena al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sejak beliau diutus sebagai Nabi di Makkah berangsur-angsur hingga Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam wafat di Madinah selama 23 tahun sehingga lengkaplah turunnya ayat-ayat al-Qur’an.

Demikianlah sejumlah keistimewaan yang dimiliki oleh bulan Ramadan.

1.)Dilaksanakan di bulan ini salah satu rukun Islam, yaitu berpuasa.

2.)Allah turunkan di bulan ini al-Qur’an.

3.)Di bulan ini terdapat satu malam yang beramal di dalamnya lebih baik daripada amal yang semisal selama seribu bulan.

4.)Amal kebaikan di bulan ini dilipatgandakan demikian banyak dibandingkan dengan pelipatgandaan amal di bulan-bulan yang lain karena istimewanya dan mulianya waktu yang Allah letakkan pada bulan ini.

5.)Allah mengistimewakan bulan ini dengan satu kegiatan dan aktivitas ibadah, yaitu shalat tarawih yang dikerjakan di masjid secara berjamaah. Shalat tarawih ini tidaklah ada kecuali di bulan Ramadan, tidak dituntunkan dan tidak disyariatkan shalat malam berjamaah di masjid selain di bulan Ramadan. Ini menunjukkan keistimewaan bulan Ramadan dan betapa agungnya kedudukan bulan Ramadan di sisi Allah.

6.)Dibukakan di bulan ini pintu-pintu surga untuk menyambut amal-amal saleh dan orang-orang yang melakukannya dan dikunci rapat-rapat di bulan ini pintu-pintu neraka. Oleh karena itu,sedikitlah kemaksiatan di bulan Ramadan, namun tidak hilang sama sekali. Kaum muslimin pun bersemangat melakukan berbagai macam ketaatan serta berlomba dan saling bersegera melakukan amal yang mengantarkan ke surga.

7.)Setan dibelenggu di bulan ini sehingga tidak mengganggu orang-orang yang beriman. Allah menahan setan dari mengganggu orang-orang yang beriman di bulan ini. Akibatnya, setan tidak dapat merusak ibadah yang dilakukan orangorang yang beriman. Oleh karena itu, Anda jumpai orang-orang perhatian dengan beragam ketaatan di bulan Ramadan sampai-sampai orang yang biasanya malas sepanjang tahun, tiba-tiba Anda jumpai dia sangat perhatian dengan berbagai amal ketaatan di bulan Ramadan. Ini semua adalah suatu hal yang bisa kita saksikan dengan jelas.

Mengapa ada fenomena semacam ini? Karena setan dibelenggu sehingga tidak leluasa mengganggu orang-orang yang beriman. Adapun orang kafir dan munafik, setan tetap berkuasa untuk menggoda mereka baik pada bulan Ramadan maupun di luar bulan Ramadan. Setan hanya dibelenggu sehingga tidak bisa mengganggu orang-orang beriman saja supaya mereka punya kemampuan dan kesempatan untuk taat kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Adapun orang kafir dan munafik keadaannya sebagaimana yang Allah firmankan di surat Maryam:

“Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh?” (QS. Maryam: 83)

Setan mendorong orang-orang kafir kepada kejelekan, wal ‘iyadzu billah, dan ini berlaku baik pada bulan Ramadan maupun di luar bulan Ramadan. ,Demikian pula firman Allah ta’ala di surat An-Nahl:

“Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.” (QS. An-Nahl: 99-100).

Maka kekuasaan setan hanya ada pada orangorang kafir. Kekasih setan adalah semua orang yang kafir, semua orang yang menyimpang, orang yang zindiq, orang munafik, dan orang yang kotor.

Adapun orang-orang yang beriman setan tidak memiliki kekuasaan atas mereka, wa lillahil hamdu. Jika mereka bertobat, Allah terima tobat mereka dan ampuni dosa-dosa mereka serta Allah hapus kejelekan-kejelekan mereka. Allah ampuni semua kesalahan yang muncul dari mereka dan lipat gandakan untuk mereka pahalanya. Ini adalah hal yang membuat marah setan. Setan tidaklah mampu mencegah anugerah Allah yang Dia turunkan kepada hamba-hambaNya yang beriman. Maka setan marah sebesar-besarnya karena hal tersebut. Dia pun merasa sakit, kecewa, dan susah karena anugerah yang Allah berikan kepada orang-orang yang beriman. Namun, inilah karunia Allah pada orangorang yang beriman.

Maka bulan ini adalah bulan yang agung, bulan yang penuh dengan kebaikan sebagaimana yang digambarkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadist yang diriwayatkan dari Nabi bahwa Allah jadikan puasa di siang hari bulan ini sebagai kewajiban dan shalat di malam harinya sebagai amal yang nilainya sunnah. Sedangkan, orang yang melakukan amal sunnah di bulan Ramadan Allah jadikan nilainya dan pahalanya seakan-akan mengerjakan amal yang hukumnya wajib. Dan siapa yang mengerjakan amal yang wajib di bulan Ramadan, seakan-akan mengerjakan 70 amal yang wajib di luar bulan Ramadhan. Ini adalah anugerah yang besar dan kabar gembira bagi orangorang yang beriman.

Saudariku, semoga Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa memberikan kita sekalian kebaikan dan keberkahan bulan ini dan Allah jadikan kita orang-orang yang mendapatkan faedah dari keutamaan-keutamaan bulan ini dan pahala-pahalanya. Dan mudah-mudahan Allah tidak mencegah kita dari anugerahNya dan tidak mencegah kita dari bersemangat melakukan amal saleh di bulan ini dan bulan yang lain. Aamiiin…

**********

Sumber: Mutiara Ramadhan, Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I., hal 4-16

Demikian Semoga Bermanfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tinggalkan Balasan