Diantara nama Allah adalah Al-Hakiim, yaitu Dzat memiliki sifat hikmah atau bijaksana. Hikmah artinya adalah melakukan segala sesuatu dengan sempurna dan meletakannya pada tempatnya. Konsekuensi dari nama Allah ini adalah setiap yang Allah ciptakan atau Allah syariatkan mengandung hikmah yang luar biasa. Hikmah ini diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya.

Dan pada puasa yang disyariatkan Allah dan menjadi kewajiban hamba-Nya memiliki sejumlah hikmah yang luar biasa dan manfaat yang banyak:

1.)Diantara hikmah puasa yaitu puasa adalah sebuah ibadah yang dengannya seorang hamba mendekatkan dirinya kepada Rabbnya (Allah Subhanahu Wata’ala), dengan meninggalkan hal-hal yang disukainya yang fitrahnya mencintainya, seperti makan, minum dan hubungan biologis. Orang yang berpuasa meninggalkan itu semua untuk mendapatkan keridhaan Rabbnya dan agar ia beruntung mendapatkan tempat nan mulia (daarul karamah), yaitu surga Allah Subhanahu Wata’ala. Jelaslah dengan puasa, seorang hamba lebih mengutamakan hal yang dicintai Allah dibandingkan hal yang dicintai oleh dirinya sendiri, lebih mengutamakan kampung akhirat daripada dunia.

2.)Diantara hikmah puasa lainnya yaitu puasa adalah sebab menuju takwa, apabila orang yang berpuasa menunaikan kewajiban-kewajiban puasanya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Surat Al-Baqarah: 183).

Orang yang berpuasa melaksanAllah perintah-Nya dengan bertakwa kepada Allah Subhanahu wata’ala, dan takwa adalah melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Inilah maksud pokok puasa. Maksud puasa bukanlah untuk penyiksaan diri orang yang berpuasa dengan meninggalkan makan, minum dan hubungan biologis. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam,

Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu beliau berkata,

Rasulullah n bersabda: “Siapa yang tidak meninggalkan perkataan yang haram dan perbuatan yang haram, serta perbuatan kebodohan (hal-hal yang tidak manfaat), Allah tidak butuh puasanya yang sekedar meninggalkan makan dan minum.” (HR. Bukhari no. 1903).

Yang dimaksud dengan (perkataan yang haram), adalah setiap perkataan yang haram/terlarang baik dusta (bohong), ghibah (membicarakan kejelekan orang lain), cacian, dan perkataan-perkataan lain yang terlarang. Yang dimaksud (perbuatan yang haram), adalah melakukan suatu perbuatan, berupa menyakiti orang lain, mengkhianati, menipu, memukul badan, mengambil hartanya (tanpa alasan yang benar), dan yang lainnya. Termasuk ke dalam perbuatan yang haram adalah mendengarkan hal-hal yang haram, seperti nyanyian dan alat-alat musik.

Apabila orang yang berpuasa mengamalkan ayat dan hadits di atas puasa akan menghasilkan pendidikan untuk diri, pendidikan untuk akhlak, dan memperbaiki perilakunya. Sehingga tidaklah berlalu dari Bulan Ramadhan kecuali telah nampak pengaruh puasa pada diri, akhlak dan perilakunya.

3.)Diantara hikmah puasa lainnya adalah orang kaya menyadari betapa berharganya nikmat Allah Ta’ala berupa nikmat kekayaan padanya. Allah telah memudahkannya untuk mendapatkan semua yang diinginkan berupa makanan, minuman dan hubungan biologis yang dibolehkan secara syariat. Allah telah memudahkannya pada orang tersebut secara realita. Orang kaya yang menghayati hikmah puasa ini diharapkan dapat bersyukur atas nikmat kekayaan tersebut dan ingat pada saudaranya yang miskin yang tidak mendapat kenikmatan tersebut. Dengan hal tersebut diharapkan orang yang kaya tersebut mau bersedekah dan berbuat baik kepada orang yang miskin.

4.)Diantara hikmah puasa lainnya adalah berlatih mengontrol diri. Orang yang berpuasa mengontrol dirinya sendiri agar tidak semua yang menjadi keinginannya harus diwujudkan. Sehingga memungkinkan baginya untuk memimpin dirinya sendiri, dan membawa diri menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Orang yang berpuasan diharapkan tidak menjadi manusia yang memiliki tipe seperti binatang. Manusia tipe ini tidak dapat mengontrol diri dan tidak mampu mencegah diri untuk mendapatkan segala keinginan dan hasratnya, untuk mewujudkan hal-hal yang maslahat (bermanfaat) bagi kehidupannya.

5.)Diantara hikmah puasa lainnya adalah terwujudnya kesehatan badan. Dengan berpuasa seorang muslim memberikan waktu istirahat kepada saluran pencernaannya dalam jangka waktu tertentu. Puasa juga menghilangkan sisa-sisa hasil pencernaan dari dalam badan dan berbagai cairan-cairan yang berbahaya di badan, dan yang lainnya.

Saudaraku, segala sesuatu yang Allah Subhanahu Wata’ala syariatkan kepada hambah-Nya bukanlah suatu kesia-siaan. Namun, dibalik itu semua ada hikmah yang luar biasa, terkandung didalamnya. Sebagaimana perintah diwajibkannya puasa ramadhan, yang ternyata memilik hikmah dan manfaat yang sangat luar biasa untuk kita. Semoga kita semua bisa memperoleh hikmah dan manfaat di bulan ramadhan kali ini. Dengan penuh keimanan dan ketakwaan kepada-Nya. Aamiiin..

**********

Sumber: Ramadhan Yang Kunanti, Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I., hal 24-29

Demikian Semoga Bermanfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tinggalkan Balasan