Wanita Muslimah yang sadar ialah yang selalu memperhatikan petunjuk agamanya. Dia menunaikan haji ke Baitullah Al-Haram jika ada kesanggupan kesana dan ada faktor-faktor yang mendukungnya untuk mengadakan perjalanan, sesuai dengan ketentuan syariat. Sebelumn berangkat dia bisa mempersiapkan diri dengan memperlajari hukum-hukum haji secara benar dan tekun. Sehingga tatkala benar-benar sudah melaksanakan manasik haji, dia dapat melaksanakannya dengan baik dan benar, sempurna dengan memenuhi syarat-syaratnya dan dapat menempatkan dirinya pada kedudukan jihad seperti yang dilakukan kaum laki-laki, sebagaimana yang telah dikabarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Dari Aisyah Ummul Mukminin Radhiallahu Anha, dia berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami tidak perlu berperang dan berjihad bersama-sama kalian?”
Beliau menjawab, “Kalian mempunyai sesuatu yang lebih baik dan lebih indah daripada jihad, yaitu haji, haji yang mabrur.”

Aisyah, berkata, “Maka aku tidak pernah meninggalkan haji setelah kudengar sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ini.” (HR. AI-Bukhari)

Di samping wanita Muslimah diperintahkan menunaikan haji, dia juga diperintahkan melaksnakan umrah jika memang ada faktor-faktor yang mendukungnya, terutama umrah pada bulan Ramadhan, karena pahala umrah pada bulan Ramadhan ini sama dengan haji bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, sebagaiamana yang disebutkan dalam hadits riwayat Al-Bukhari, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Saat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kembali dari hajinya, beliau bertanya kepada Ummu Sinan Al-Anshariyyah, “Apa yang menghalangimu untuk ikut haji?”

Ummu Sinan menjawab, “Abu Fulan (suaminya) mempunyai dua ekor onta. Yang satu dia pergunakan untuk haji dan satunya lagi kami pergunakan untuk mengairi tanah kami.”

Beliau bersabda, “Jika sudah tiba bulan Ramadhan laksanakanlah umrah, karena umrah pada bulan Ramadhan itu sama dengan haji.

Dalam riwayat lain bagi Ibnu Abbas disebutkan, “Sesungguhnya umrah pada bulan Ramadhan ini mengqadha’ haji bersamaku.”

Saudariku, begitu besar penghargaan islam kepada kaum wanita. Islam menempatkan wanita setara dengan kedudukan kaum lelaki ketika berjihad, apabila ia melaksanakan manasik haji dengan baik dan benar, sesuai dengan ketentuan syariat. Selain ibadah haji yang sangat besar ganjarannya, Allah juga mengajurkan kita untuk melaksanakan ibadah umrah, terutama umrah di bulan Ramadhan. Karena pahala umrah di bulan Ramadhan, sama dengan berhaji bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

**********

Sumber: Jati Diri Wanita Muslimah, Dr. Muhammad Ali Al-Hasyimi, hal 36-37

Demikian Semoga Bermanfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tinggalkan Balasan