Zakat adalah salah satu kewajiban dalam Islam. Zakat adalah salah satu rukun Islam dan termasuk rukun Islam yang terpenting setelah 2 kalimat syahadat dan shalat. Dalil wajibnya zakat adalah Kitabullah ta’ala (Al-Qur’an) dan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, serta ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Maka barangsiapa yang mengingkari kewajiban zakat ia telah kafir, keluar dari Islam dan diminta untuk bertaubat. Apabila ia bertaubat (maka itu yang diharapkan), apabila tidak mau bertaubat, (dalam aturan Islam) ia berhak untuk dihukum mati (oleh penguasa yang menegakkan aturan Allah).

Siapa saja yang bakhil (tidak mau membayar zakat) atau mengurangi kadar zakat yang menjadi kewajibannya, ia termasuk orang yang zhalim dan berhak mendapat hukuman Allah. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Surat Ali Imran: 180).

Dalam Shahih Bukhari, dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

Siapa saja yang Allah berikan harta yang berlimpah, namun tidak mau menunaikan zakatnya, hartanya tersebut nanti pada hari kiamat dijadikan ular yandijadikan kepalanya dan punya 2 taring. Ular ini akan dijadikan kalung untuknya (orang yang tidak mau membayar zakat). Ular ini menggigit dengan sepenuh mulut sambil berkata: Aku adalah hartamu. Aku adalah harta yang kau simpan-simpan (yang tidak mau dibayarkan zakatnya).” (HR. Bukhari).

(asy-syujaa’) adalah ular jantan. Dan (al-aqraa’) bermakna yang rontok bulu kepalanya karena banyaknya bisa/racun pada dirinya.

Allah Ta’ala juga berfirman,

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (Surat At-Taubah: 34-35).

Sebagaimana dijelaskan dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

Semua orang yang mempunyai emas dan perak namun tidak menunaikan kewajibannya (zakat), pasti nanti pada hari kiamat akan dibuatkanlah untuknya beberapa lembaran dari api, lalu dipangganglah di dalam neraka. Setelah panas lembaran tersebut digunakan untuk menyetrika lambungnya, dahinya dan punggungnya. Setiap kali punggungnya dingin dia kembali disetrika. Dalam satu hari (yaitu hari tatkala berada di Padang Mahsyar saat sedang menunggu antrian hisab) itu setara dengan 50 ribu tahun. Demikian siksaan yang dia rasakan sampai Allah menyelesaikan keputusannya kepada para hamba-hamba-Nya. Orang yang tidak mau bayar zakat tersebut lantas akan melihat jalannya, boleh jadi ia (dimasukkan) ke dalam surga atau boleh jadi ia (dimasukkan) ke dalam neraka.” (HR. Muslim).

Zakat memiliki banyak manfaat baik dari aspek agama maupun sosial. Kami akan sebutkan sebagian darinya sebagai berikut:

Diantara manfaat-manfaat membayar zakat dari sisi agama:

1.)Dengan membayar zakat seorang muslim menunaikan rukun Islam, suatu hal yang merupakan sumber kebahagiaan hamba di dunia dan akhirat.

2.)Membayar zakat itu mendekatkan seorang hamba kepada Rabbnya, menambah imannya. Zakat itu menambah iman sebagaimana amal-amal shalih lainnya (apabila dikerjakan dapat menambah iman seseorang).

3.)Buah dari membayar zakat adalah pahala yang besar. Allah Ta’ala berfirman,

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah (termasuk di dalamnya zakat).” (Surat Al-Baqarah: 276).

Dan Allah Ta’ala berfirman,

Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” (Surat Ar-Ruum: 39).

Serta Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

Tidaklah seorang bersedekah dengan senilai satu butir kurma (termasuk dalam hal ini sedekah wajib yaitu zakat) dari sumber yang halal, dan Allah tidak menerima (sedekah diantaranya zakat) kecuali yang baik (halal), Allah akan terima sedekah itu dengan tangan kanan-Nya. Allah lantas akan mengembangkannya untuk orang yang bersedekah tadi sebagaimana salah seorang dari kalian membesarkan/mengembangkan anak kudanya, sampai sebesar sebuah gunung.” (HR. Bukhari dan Muslim).

4.)Membayar zakat menjadi sebab Allah menghapus segala dosa,

Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam,

Sedekah itu memadamkan dosa. Sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi dalam Kitabul Iman no. 2616, disahihkan oleh Imam At-Tirmidzi).

Yang dimaksud sedekah di sini adalah zakat (sedekah wajib) dan sedekah yang sunnah, dua-duanya.

Diantara manfaat-manfaat kemanusiaan dan moral dari zakat adalah:

1.Menjadi bagian rombongang orang yang dermawan

Dengan membayar zakat seseorang akan masuk ke dalam rombongan orang-orang yang dermawan, yaitu orang-orang yang memiliki kelapangan hati dan kedermawanan.

2.Memiliki sifat belas kasih dan kepedulian

Orang yang membayar zakat membuatnya memiliki sifat kasih sayang/belas kasihan dan kepedulian kepada saudara-saudaranya yang papa (tidak mampu). Orang-orang yang penyayang itulah orang-orang yang akan disayang oleh Allah Subhanahu Wata’ala.

3.Melapangkan dada dan jiwa

Satu hal yang dapat disaksikan oleh mata kepala kita bahwa memberikan manfaat (berbagi) harta dan berbagi fisik (membantu orang dengan badan) untuk membantu kaum muslimin itu melapangkan dada dan melapangkan jiwa, serta menyebabkan ia menjadi orang yang dicintai dan dimuliakan oleh orang lain, berbanding lurus dengan dengan manfaat yang telah diberikannya kepada saudara-saudaranya.

4.Mengikis sifat kikir & pelit

Membayar zakat itu membersihkan akhlak dari sifat bakhil (pelit) dan sifat asy-syuh (pelit ditambah rakus), sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (Surat At-Taubah: 103).

Serta diantara manfaat-manfaat sosial dari zakat yaitu:

1.Untuk memenuhi kebutuhan orang-orang fakir, yang umumnya orang-orang fakir merupakan mayoritas penduduk di suatu negeri.

2.Berperan menguatkan kaum Muslimin dan meninggikan kedudukannya.

Hal ini dikarenakan yang menjadi salah satu sasaran zakat adalah orang yang berjihad di jalan Allah, sebagaimana yang nanti akan dijelaskan insyaa Allah Ta’ala.

3.Menghilangkan permusuhan di dalam dada, ganjalan yang ada pada hati orang-orang miskin.

Karena orang-orang miskin apabila melihat orang-orang kaya bersenang-senang dengan hartanya dan mereka sama sekali tidak mendapat manfaat dari harta orang-orang kaya, boleh jadi hal ini akan menimbulkan permusuhan di hati di saat orang-orang kaya tersebut tidak peduli dengan orang-orang miskin dan tidak mau memberi yang menjadi kebutuhan bagi mereka. Oleh karena itu, jika orang-orang kaya memberikan sebagian hartanya setiap tahunnya (zakat) akan hilanglah hal-hal tersebut dan akan terwujudalah rasa cinta dan keharmonisan di tengah masyarakat, antara golongan orang-orang kaya dan orang-orang miskin.

4.Mengembangkan harta dan memperbanyak keberkahan bagi harta.

Sebagaimana terdapat dalam hadist dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam,

Sedekah itu tidak mengurangi harta sedikitpun” (HR. Muslim).

Apabila sedekah mengurangi harta dari sisi jumlah, namun pada hakekatnya sedekah itu tidak mengurangi keberkahan harta bahkan menambah harta di masa depan. Allah akan mengganti dan memberikan keberkahan pada harta orang yang mau bersedekah (diantaranya adalah membayar zakat).

5.Dapat melapangkan harta.

Harta apabila dibelanjakan (disedekahkan) manfaat dari harta tersebut akan luas. Banyak orang yang dapat mengambil manfaat dar harta tersebut. Berbeda halnya jika harta tersebut hanya bergulir di antara orang yang kaya, maka orang miskin tidak akan mendapat sedikitpun harta.

Zakat itu memperluas putaran aliran harta. Hal ini merupakan hal yang sangat penting untuk terwujudnya stabilitas sebuah negaramanakala harta tidak berputar hanya pada kalangan tertentu saja. Jika harta hanya berkutat di golongan tertentu saja, ini adalah tandabahaya untuk negara tersebut. Akan timbul gejolak sosial yang sangat berbahaya.

Semua manfaat zakat di atas menunjukkan bahwa zakat adalah hal yang sangat penting untuk perbaikan individu dan masyarakat. Maha Suci Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Zakat diwajibkan pada harta-harta yang tertentu, diantaranya:

1.Emas dan perak, dengan syarat telah mencapai nisab (kadar minimal harta kena zakat). Nishab emas itu sebesar 11 junaih Saudi ditambah 3/7 junaih. Nisab perak itu sebesar 56 rial Saudi atau uang kertas senilai itu. Kewajiban zakat emas dan perak adalah 2,5%.

Semua emas atau perak terkena kewajiban zakat tanpa membedakan apakah berbentuk mata uang, batangan, ataukah perhiasan (seperti kalung dan gelang). Berdasarkan keterangan ini, terdapat kewajiban zakat pada perhiasan emas dan perak apabila sudah mencapai nishab meskipun perhiasan tersebut merupakan perhiasan yang dipakai di badannya atau dipinjamkan kepada orang lain. Dalil dalam masalah ini adalah dalil-dalil yang bersifat umum tentang kewajiban zakat pada emas dan perak tanpa membedakan antara perhiasan yang dipakai dengan yang tidak. Ditambah terdapat hadits-hadits spesifik yang menunjukkan wajibnya zakat pada perhiasan meskipun perhiasan tersebut dipakai.

Semisal hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash Radhiallahu Anhu,

“Ada seorang perempuan yang datang kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan di tangan putrinya ada gelang dari emas. Nabi bertanya padanya,“Apakah engkau telah bayarkan zakatnya?”. Perempuan itu mengatakan, “Belum”. Maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Apakah engkau senang seandainya Allah akan mengganti dua gelang putrimu dengan dua gelang dari api neraka?”.Ibu itu lantas melepas kedua gelang tersebut dari putrinya dan berkata, “Kedua gelang ini (aku serahkan) untuk Allah dan Rasul-Nya.”

Pendapat ini (perhiasan yang dipakai juga dizakati) adalah pendapat yang lebih hati-hati, dan pendapat yang lebih hati-hati adalah pendapat yang lebih utama.

2.Barang perdagangan.

Yaitu semua harta yang dipersiapkan untuk diperdagangkanan, baik berupa tanah, rumah (dapat juga tanah plus rumah yang mau dijual), mobil, hewan ternak, kain, dan jenis-jenis hartalainnya. Yang wajib dalam zakat perdangan adalah 2,5%. Caranya penghitungan zakat adalah dengan taksiran (harga jual) di akhir tahun.

Sedangkan barang-barang yang dipakai untuk konsumsi atau kebutuhan sendiri, berupa properti (rumah atau tanah), mobil dan berbagai macam barang yang disiapkan untuk dipakai, dan yang semacam itu, tidak ada zakat padanya. Sebagaimana hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam,

Tidak ada kewajiban zakat atas seorang muslim padabudak dan kuda yang dimiliki.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ada wajib zakat pada uang hasil sewa jika telah genap satu tahun. Demikian juga wajib zakat pada emas dan perak sebagaimana pada penjelasan yang telah lewat.

**********

Sumber: Ramadhan Yang Kunanti, Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I., hal 69-85

Demikian Semoga Bermanfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tinggalkan Balasan