Keutamaan orang kaya.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah bersabda yang disebutkan dalam hadits yang sahih
“Sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh hamba yang salih (baik).” (HR. Ahmad no. 17798)
Jika harta dimiliki oleh orang salih, maka itulahsebaik-baik harta. Alasannya adalah karena orang sersebut akan menyalurkan hartanya kepada hal-hal yang dicintai oleh Allah Subhanahu Wata’ala.
Terlalu banyak dalil-dalil baik dari Alquran dan sunnah yang memerintahkan seseorang untuk berinfaq. Dan anjuran berinfaq tersebut secara otomatis menunjukkan bahwa pentingnya untuk menjadi orang kaya, karena jika seseorang tidak kaya, maka bagaimana bisa dia berinfaq? Di antara firman Allah Subhanahu Wata’ala yang memerintahkan untuk berinfaq antara lain,
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 261)
“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baikbagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. At-Taubah : 41)
Kebanyakan ayat di dalam Alquran tatkala menyebutkan tentang jihad, Allah Subhanahu Wata’ala mendahulukan penyebutan jihad dengan harta daripada jihad dengan jiwa (diri), kecuali hanya sedikit ayat yang didahulukan penyebutan jihad dengan jiwa daripada jihad dengan harta. Tidak setiap saat seseorang bisa berjihad dengan jiwanya, akan tetapi berjihad dengan harta bisa dilakukan setiap saat oleh seseorang.Oleh karenanya tidak heran kalau Nabi صلى الله عليه وسلم telah bersabda,
“Tidak boleh mendengki kecuali terhadap dua hal; (terhadap) seorang yang Allah berikan harta lalu dia pergunakan harta tersebut di jalan kebenaran dan seseorang yang Allah berikan hikmah lalu dia mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain.” (HR. Bukhari no. 73)
Nabi صلى الله عليه وسلم mengabarkan bahwa hanya kepada dua jenis orang inilah yang boleh kita hasad kepadanya, yaitu orang yang berilmu dan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Ketahuilah bahwa dakwah ini tidak mungkin berjalan dengan baik kecuali dengan adanya dua model orang ini. Oleh karenanya Allah Subhanahu Wata’ala dengan hikmahNya, tatkala Nabi صلى الله عليه وسلم memulai dakwahnya, maka Allah Subhanahu Wata’ala menikahkan Nabi صلى الله عليه وسلم dengan Khadijah radhiallahu ‘anhu yang kaya raya, sehingga akhirnya harta yang dimiliki Khadijah diberikan seluruhnya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم untuk berdakwah, sampai-sampai Nabi صلى الله عليه وسلم mengatakakan,
“Dan dia (Khadijah) membantuku dengan hartanya tatkala manusia menutup diri dariku (tidak membantuku).” (HR. Ahmad no. 24908)
Dan di antara hikmah Allah Subhanahu Wata’ala juga adalah diawal dakwah Nabi صلى الله عليه وسلم, yaitu yang pertama kali masuk Islam adalah Abu Bakar radhiallahu ‘anhu seorang saudagar yang kaya raya, yang membeli para budak yang disiksa termasuk Bilal bin Rabbah untuk dibebaskan. Oleh karenanya masalah harta bukanlah hal yang disepelakan, karena kepada merekalah –yaitu orang-orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah seseorang boleh hasad.
Orang yang memilki harta dan digunakan di jalan Allah Subhanahu Wata’ala, maka dia akan banyak pahala yang akan dia raih dengan harta yang dia infakkan tersebut. Oleh karenanya disebutkan bahwa para sahabat dari kalangan fuqara’ Muhajirin cemburu kepada sahabat Anshar yang kaya raya. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
“Orang-orang fakir Muhajirin datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berkata; “Orang-orang kaya telah memborong derajat-derajat ketinggian dan kenikmatan yang abadi.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: “Apa maksud kalian?” Mereka menjawab: “Orang-orang kaya shalat sebagaimana kami shalat, dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, namun mereka bersedekah dan kami tidak bisa melakukannya, mereka bisa membebaskan budak dan kami tidak bisa melakukannya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah aku ajarkan kepada kalian sesuatu yang karenanya kalian bisa menyusul orangorang yang mendahului kebaikan kalian, dan kalian bisa mendahului kebaikan orang-orang sesudah kalian, dan tak seorang pun lebih utama daripada kalian selain yang berbuat seperti yang kalian lakukan?” Mereka menjawab; “Tentu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Kalian bertasbih, bertakbir, dan bertahmid setiap habis shalat sebanyak tiga puluh tiga kali.” Abu shalih berkata; “Tidak lamakemudian para fuqara’ Muhajirin kembali ke Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; “Ternyata teman-teman kami yang banyak harta telah mendengar yang kami kerjakan, lalu mereka mengerjakan seperti itu” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Itu adalah keutamaan Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (Muttafaqun ‘alaih)
Lihatlah bagaimana semangatnya para sahabat berlomba-lomba dalam beramal salih. Mereka tidak cemburu kepada orang-orang kaya karena kekayaannya, akan tetapi karena orang-orang kaya bisa mendapatkan pahala yang tidak bisa didapatkan oleh para fuqara Muhajirin. Oleh karenanya orang yang memiliki harta yang banyak dan benar-benar dia gunakan di jalan Allah Subhanahu Wata’ala, maka dia bisa memborong pahala yang banyak di sisi Allah Subhanahu Wata’ala. Dan ingatlah pula bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم telah bersabda,
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya).” (Shahihul Jami’ no. 3289)
Dalam hadits yang lain Nabi صلى الله عليه وسلم mengatakan,
“Orang yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dan amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah rasa senang (kebahagiaan) yang engkau masukkan kedalam seorang muslim, atau menghilangkan kesulitannya, atau melunaskan hutang-hutangnya, atau menghilangkan rasa laparnya.” (HR. Thabrani no. 861 dalam Mu’jam Ash-Shaghir)
*************
Penulis : Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc MA
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah









































































