Sejak aku menemukannya di Kombiling Kala itu dan cinta menemukanku terdiam jauh di dasar perasaanku, satu persatu rasa mengusung perjumpaan, hingga akhirnya aku mulai bisa bersahabat.

Cinta perlahan merasuk, menuntunku mengeja nama-nama yang mulai muncul, menghimpun empat warna dalam satu cerita bernama persahabatan dan aku menjelma satu warna lagi menyelusup ke dalamnya.

Canda, tawa, pengorbanan dan ketulusan perlahan m kita merangkulku, nyaman disisinya. Sampai kadang aku lupa, aku adalah seorang guru kala itu, guru bagi guru yang mengajariku ketulusan.

Meski Terpaut jauh usia, aku dan mereka bergurau layaknya teman, menjadi dia yang apa adanya tapi belajar mencintai dengan luar biasa.

Sampai pada akhirnya perpisahan yang diharuskan datang menciptakan jarak pajang antara aku dan mereka, lalu jarak yang ada akan menyusun skenario perjumpaan kembali yang mesti diperjuangkan.

***********

Penulis: Irfa Erfianah, S.Pd
(Alumni Pendidikan Fisika Universitas Negeri Makassar)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here