MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA – Maqdisy Talent Hunt 1448H Showcase bukan sekadar ajang adu bakat, tetapi menjadi wadah menyiapkan generasi muda yang mengenal, mencintai, dan berani menyuarakan kepedulian terhadap Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsa.
Sebanyak 20 semifinalis tampil dalam tiga kategori, yakni Orator, Narator, dan Kreator pada ajang yang digelar di Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2026). Mereka menyampaikan gagasan tentang Baitul Maqdis melalui orasi, storytelling, puisi, hingga karya kreatif dan digital di hadapan juri dan penonton.
Pendiri sekaligus Ketua Yayasan WASILAH (Wadah Silaturahmi Umat), Annisa Theresia S.Sos., M.Si., mengatakan perjuangan membela Masjidil Aqsa membutuhkan generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus kemampuan untuk berkontribusi.
“Memperjuangkan kebebasan Masjidil Aqsa merupakan amanat besar dan tugas mulia bagi umat Muhammad SAW. Perjuangan tersebut membutuhkan generasi yang memiliki pengetahuan, keteguhan, kesabaran, serta kemampuan untuk berkontribusi dengan berbagai cara,” ujar Annisa dalam keterangannya di Jakarta diterima, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, mencintai Al-Aqsa harus menjadi sesuatu yang hidup dalam diri generasi kita. “Bukan hanya mengetahuinya sebagai sebuah nama, tetapi memahami kedudukannya, mencintainya, dan menyiapkan diri untuk mengambil bagian dalam perjuangannya,” tambah Annisa.
Pesan tersebut menjadi landasan Maqdisy Talent Hunt untuk menggeser pendekatan dari sekadar pengenalan Al-Aqsa menuju proses pembentukan kepedulian yang lebih aktif.
Anak-anak diajak menggunakan kemampuan yang mereka miliki untuk menyampaikan gagasan tentang Baitul Maqdis.
Dari 20 semifinalis tersebut, terpilih lima peserta yang melaju ke babak final Maqdisy Talent Fest yang akan digelar pada momentum Isra Mi’raj mendatang.
Tahapan ini menjadi bagian dari proses yang dirancang untuk menjadikan kreativitas sebagai medium membangun kesadaran generasi muda terhadap isu Al-Aqsa.
Kreativitas Jadi Medium
Para peserta menunjukkan isu Al-Aqsa dapat disampaikan melalui medium yang dekat dengan generasi muda.
Orasi melatih keberanian berbicara, narasi membangun kemampuan bertutur, sedangkan kategori kreator membuka ruang bagi ekspresi melalui karya kreatif dan digital.
Proses penjurian melibatkan tiga sosok dari bidang literasi, komunikasi, dan kreativitas, yakni Asma Nadia, Taqarrabie, dan Ihya Addini.
Dengan pendekatan tersebut, Maqdisy Talent Hunt tidak hanya mencari peserta terbaik, tetapi juga menciptakan ruang belajar bagi anak-anak untuk memahami bahwa kreativitas dapat menjadi sarana menyampaikan pesan dan membangun kesadaran publik.
Menyiapkan Generasi
Penyelenggara memandang pembentukan generasi yang peduli terhadap Baitul Maqdis sebagai proses panjang.
Kecintaan kepada Rasulullah SAW diharapkan dapat diterjemahkan dengan mencintai apa yang beliau cintai, termasuk Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsa.
Karena itu, peserta diarahkan untuk belajar, berkarya, berani menyampaikan gagasan, serta membangun kepedulian secara bertahap.
Lima finalis yang telah terpilih selanjutnya akan kembali berkompetisi dalam Maqdisy Talent Fest.
Tahap lanjutan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat proses pembinaan sekaligus memperluas pesan tentang pentingnya kepedulian generasi muda terhadap Al-Aqsa.
Maqdisy Talent Hunt 1448H terselenggara melalui kolaborasi dengan Yayasan Sahabat Shalihah Indonesia, Yayasan Darul Quran Al Karim Wa Sunnah, Forum Halaqoh Quran, Chikigo, Freedom Item, Ciomy, dan Keranjang Organik.
Laporan: Rana Setiawan












































































![🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩 Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi tentang keberanian menjaga nilai-nilai yang membuat sebuah bangsa tetap bermartabat. Mari terus merawat keberanian untuk bersuara, menegakkan kebenaran, dan memperjuangkan keadilan. Kemerdekaan akan lebih bermakna ketika kita mampu mengisinya dengan nilai kepedulian, keberanian, dan kontribusi nyata bagi sesama. Sebab, bangsa yang merdeka adalah bangsa yang terus memperjuangkan keadilan dan kebenaran serta melawan setiap penjajah yang menista tanah suci (Baitul Maqdis) dan Masjidil Aqsa al-Mubarak. www.mujahiddakwah.com
[ Bersuara - Menginspirasi - Bergerak ] #indonesia #kemerdekaanindonesia #masjidalaqsa #prabowo #mujahiddakwah 🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩 Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi tentang keberanian menjaga nilai-nilai yang membuat sebuah bangsa tetap bermartabat. Mari terus merawat keberanian untuk bersuara, menegakkan kebenaran, dan memperjuangkan keadilan. Kemerdekaan akan lebih bermakna ketika kita mampu mengisinya dengan nilai kepedulian, keberanian, dan kontribusi nyata bagi sesama. Sebab, bangsa yang merdeka adalah bangsa yang terus memperjuangkan keadilan dan kebenaran serta melawan setiap penjajah yang menista tanah suci (Baitul Maqdis) dan Masjidil Aqsa al-Mubarak. www.mujahiddakwah.com
[ Bersuara - Menginspirasi - Bergerak ] #indonesia #kemerdekaanindonesia #masjidalaqsa #prabowo #mujahiddakwah](https://scontent-sin2-1.cdninstagram.com/v/t51.82787-15/780910531_17976653331093484_2692693040347743731_n.webp?stp=dst-jpg_e35_tt6&_nc_cat=100&ccb=7-5&_nc_sid=18de74&efg=eyJlZmdfdGFnIjoiRkVFRC5iZXN0X2ltYWdlX3VybGdlbi5DMyJ9&_nc_ohc=3IXamFKkx6kQ7kNvwHOyS6b&_nc_oc=AdrehlSBXh2nfgdJSdWQVnPZYFZYwYCnnqTf6atsXJn-bt_H6kLKxmJNZhtZ82pGP9k&_nc_zt=23&_nc_ht=scontent-sin2-1.cdninstagram.com&edm=ANo9K5cEAAAA&_nc_gid=15HggPabhhgqDv-pD1u7LA&_nc_tpa=Q5bMBQK2Hx-DRPQu6QMmYMojGZa5N9q64g04zRaHp61_O0ZUay8tLodH-g8wqFgRDDPLGuHW-ptDVb6M&oh=00_AQIyw3lP4qkK-Pi0OvXeaPcyBvumV-OVVCkP4g9RshyzDg&oe=6A982DF6)

