• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Selasa, Agustus 11, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Road to Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gorontalo Gelar Dialog Kebangsaan Dorong Kemandirian Ekonomi

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah di Sulteng, Dorong Ketahanan Keluarga untuk Membangun Peradaban

    Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah di Sulteng, Dorong Ketahanan Keluarga untuk Membangun Peradaban

    Sikapi Dinamika Gen Z, Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah Rumuskan Ekosistem Pembinaan Pemuda Berkelanjutan

    Sikapi Dinamika Gen Z, Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah Rumuskan Ekosistem Pembinaan Pemuda Berkelanjutan

    Mendidik Sesuai Fitrah, SDIT Wahdah Islamiyah Gowa Siapkan Generasi Dekat dengan Allah

    Mendidik Sesuai Fitrah, SDIT Wahdah Islamiyah Gowa Siapkan Generasi Dekat dengan Allah

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Satu Dinding Cukup Menjadi Pemisah Antara Kubur dan Masjid

    Kajian Kitab Talbis Iblis (Bag 10): Waktu-Waktu Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Jin

    Agungnya Ilmu (Bag 2)

    Belajar Jenjang Ilmu ‘Ilal Hadis

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

    Wasiat Imam Syafi’i Menjelang Kematiannya

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    MUI Ingatkan Karnaval Agustusan Jangan Dijadikan Ajang Kampanye LGBT

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Road to Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gorontalo Gelar Dialog Kebangsaan Dorong Kemandirian Ekonomi

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Bebaskan Buta Aksara Al-Qur’an, Wahdah Islamiyah Targetkan 100 Ribu Peserta Dirosa dan 1.000 TPQ Baru hingga 2030

    Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah di Sulteng, Dorong Ketahanan Keluarga untuk Membangun Peradaban

    Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah di Sulteng, Dorong Ketahanan Keluarga untuk Membangun Peradaban

    Sikapi Dinamika Gen Z, Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah Rumuskan Ekosistem Pembinaan Pemuda Berkelanjutan

    Sikapi Dinamika Gen Z, Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah Rumuskan Ekosistem Pembinaan Pemuda Berkelanjutan

    Mendidik Sesuai Fitrah, SDIT Wahdah Islamiyah Gowa Siapkan Generasi Dekat dengan Allah

    Mendidik Sesuai Fitrah, SDIT Wahdah Islamiyah Gowa Siapkan Generasi Dekat dengan Allah

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Laznas WIZ Mesir Salurkan Amanah Donatur, Sapa Pengungsi Sudan di Kairo dengan Kepedulian

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Allah Senantiasa dan Secara Misterius Bekerja untuk Kemenangan Al-Haqq

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    Haji dan Rasisme Barat

    Haji dan Rasisme Barat

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in Islam & Indonesia, KHAZANAH

K.H. Abdullah Syafi’ie: Bakti Sang Ulama Betawi

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 12 mins read
Juni 16, 2026
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Sebagian kiai-kiai pada masa itu umumnya tertarik pada materi, “tapi Pak Kiai tidak. K.H.Abdullah Syafi’ie tidak bisa dipengaruhi dengan itu. Justru benda-benda itu yang datang dengan sendirinya, bukan untuk mempengaruhi, tapi sebagai rahmat Allah swt.”

Rasanya tak asing bagi telinga orang Betawi  bila mendengar nama K. H.Abdullah Syafi’ie. Sebab sosok yang satu ini adalah Ulama Betawi terkemuka. Sampai-sampai namanya diabadikan sebagai nama jalan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Ia lahir di Kampung Bali Matraman, Jatinegara  pada 10 Agustus 1910. Ayahnya, H.Syafi’ie, adalah seorang pedagang yang kaya. H.Syafi’ie berharap anak laki-lakinya ini menjadi ulama. Oleh karena itu, H.Syafi’ie tak memperkenankan K. H.Abdullah Syafi’ie mengurusi usaha dagang, kebun buah-buahan, atau sapi peliharaannya.

K. H.Abdullah Syafi’ie mulai belajar Al-Qur’an dengan Mualim Jauhari. Setelah khatam, ia kemudian melanjutkan pendidikan formal di Sekolah Rakyat dan hanya selesai pada kelas 2. Di usianya yang ke-13, ia dibawa naik haji oleh kakek dan neneknya, H. Rahimun dan H.Najehah. Sejak pulang haji, ia bertekad keras untuk jadi Mualim. Di Betawi, menuntut ilmu sudah menjadi tradisi. Ulama Betawi, Kiai Cholil Ridwan menyebut empat cara orang Betawi mendidik anaknya, diantaranya pesantren, majelis taklim, madrasah, dan pengajian modelling.  Mula-mula ia mengaji dengan Mualim Amin, Mualim Musanif untuk belajar nahwu dan beberapa kitab seperti kitab Jurmiyah, Riyadul Badiah, Kafrawi, dan lain-lain. Dari mualim Sabeki, ia belajar kitab Asymawi, Mutamminah, dan Immiriti, serta belajar pidato. Dengan mualim H.Ahmad Muchtar, ia belajar wirid. Dalam hal pelajaran akhlak ia belajar dengan Mualim Marzuki Cipinang. Selebihnya, ia belajar kepada habib-habib seperti Habib Alwi Bin Tahir, Habib Alwi Al Haddad, dan Habib Alwi Al Habsyi.  Di atas Sepeda Releigh warna hijaunya ia jalani hari-hari pengembaraannya menimba ilmu di tanah betawi.

You might also like

Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

Juni 16, 2026

Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

Juni 16, 2026

Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

Juni 16, 2026

Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

Juni 16, 2026

Gurunya yang bernama Marzuki, adalah seorang pendiri dan pemimpin pondok pesantren salafiyah di Cipinang Muara. Hampir semua orang tua Betawi pada zaman itu yang ingin anaknya menjadi ulama, memasukan anaknya ke Pondok Pesantren Guru Marzuki, Cipinang Muara. Guru Marzuki belajar ilmu fiqih, ushul fiqih, tafsir, hadits hingga mantiq di Mekkah. Kesempatan menuntut ilmu tersebut benar benar dipergunakan dengan sebaik-baiknya, sehingga, dalam waktu hanya 7 tahun saja beliau telah mencapai segala apa yang dicita-citakannya, yakni menguasai ilmu agama untuk selanjutnya diamalkan, diajarkan serta dikembangkan. Dari kedalaman ilmu Guru Marzuki lahirlah murid-muridnya yang menjadi ulama seperti  KH Noer Ali, Guru Asmat, dan masih banyak nama lain, termasuk Abdullah Syafi’i.

Dengan bekal ilmu dari sejumlah ulama itulah, K. H.Abdullah Syafi’ie mengembangkan pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial.  Sampai akhir hayatnya kelak, dibangun kurang lebih 40 lembaga pendidikan formal dari TK sampai perguruan tinggi, 19 lembaga dakwah yang terdiri dari radio, buletin, olah raga, kesenian, dan lain sebagainya, serta 11 lembaga sosial.

KH Abdullah Syafi'ie. Sumber foto: Penyunting Tuty Alawiyah. 1999. K.H. Abdullah Syafi’ie Tokoh Kharismatik 1910-1985. Jakarta: Yayasan Alawiyah
KH Abdullah Syafi’ie. Sumber foto: Penyunting Tuty Alawiyah. 1999. K.H. Abdullah Syafi’ie Tokoh Kharismatik 1910-1985. Jakarta: Yayasan Alawiyah

Kiyai yang Rendah Hati

Pribadi K.H. Abdullah Syafi’ie memantulkan banyak teladan. Kerendahan hatinya menceriman akhlaknya. Ia tidak mau menyebut dirinya Kiai. Sehari-hari ia memanggil dirinya ustadz kepada murid dan jamaah-nya. Lain lagi kepada teman dan mandor bangunan, ia hanya menyebut ana (saya). Ia juga selalu menyebut dirinya orang pinggiran. Pernah suatu waktu diwawancarai oleh Tempo,  ia hanya mengaku, “Saya cuma sebagai khadam (pelayan umat).”  Pada kesempatan lain, ketika memberi nama Kota Pelajar di Jatiwaringin, Jakarta Timur, ia berujar, “Jangan Durul Ulum, ketinggian, biar Kota Pelajar saja.” Ia juga mengakui kemampuannya terbatas. Perkataan Nifsu ra’yika ala akhika (setengah pikiranmu ada pada saudaramu) adalah keyakinan dan ajakannya. Sehingga semua orang menjadi berarti di hadapannya.

Tersebab keyakinan itu, K. H.Abdullah Syafi’ie tak pernah canggung untuk berdialog dengan semua lapisan masyarakat. Meskipun ia tergolong mampu, namun ia terbuka dengan masyarakat sosial yang paling bawah. Sangat senang bergaul dengan karyawan, tukang-tukang, yatim piatu, ibu-ibu tua yang miskin dan murid-murid As-Syafi’iyah, serta mereka yang tergolong orang tidak punya. Ia juga berdialog dengan kaum cendekiawan muda.

 

Brigjen (Pur) Pol. Sutjipto Judodihardjo menceritakan pengalamannya yang berkesan mengenang KH Abdullah Syafi’I. Sewaktu ia masih menjadi Kapolri ketika itu, dan baru saja dilantik oleh presiden, di rumahnya, banyak orang-orang mengucapkan selamat kepadanya. Di tengah-tengah orang yang berdatangan itu, tampak K. H.Abdullah Syafi’ie, yang ketika itu dikenal sebagai ulama ‘tradisional’. Seperti halnya tamu-tamu lain, K. H.Abdullah Syafi’ie tampak ringan saja berbicara padanya. Tidak kaku. Malah dalam sebuah kesempatan, K. H.Abdullah Syafi’ie mengundangnya untuk datang ke rumah. Pak Sutjipto pun mengabulkan. Sampai di sana, ia kaget melihat tamu-tamu yang datang karena bukan hanya ulama-ulama ‘tradisionalis’ yang sekelompok dengannya, tapi juga ada tokoh-tokoh Masyumi seperti M.Natsir, M.Roem, dan lain sebagainya.

KH Abdullah Syafi'ie bersama Moh. Roem. Sumber foto: Penyunting Tuty Alawiyah. 1999. K.H. Abdullah Syafi’ie Tokoh Kharismatik 1910-1985. Jakarta: Yayasan Alawiyah
KH Abdullah Syafi’ie bersama Moh. Roem. Sumber foto: Penyunting Tuty Alawiyah. 1999. K.H. Abdullah Syafi’ie Tokoh Kharismatik 1910-1985. Jakarta: Yayasan Alawiyah

Letjen H. Ali Sadikin pernah menceritakan ketika dirinya masih menjadi Gubernur Jakarta. Menurut Ali  Sadikin ketika itu, ia sedang seru-serunya mencanangkan “proyek-proyek” yang bisa mendapatkan uang sebanyak-banyaknya bagi pemerintah kota Jakarta. “Proyek-proyek” itu antara lain perjudian. Masih diingat ketika itu, serangan yang paling gencar adalah dari ulama, termasuk K. H.Abdullah Syafi’ie. Ali Sadikin penasaran mendapat serangan yang begitu gencar. Ia lalu berusaha agar bisa bertemu dengan K. H.Abdullah Syafi’ie. Pertemuan itu pun terjadi. Maka dalam acara makan bersama, tanpa canggung-canggung lagi, K. H. Abdullah Syafi’ie sambil mengisi piringnya, berbicara masalah yang hangat dengan Ali Sadikin. K. H.Abdullah Syafi’ie berbicara dengan polos. Tapi itu justru membuat Ali Sadikin kagum. Sebab  berdasarkan pengalamannya, biasanya orang akan menunduk-nunduk jika berhadapan dengannya. Namun K. H.Abdullah Syafi’ie biasa-biasa saja, seperti sahabat karib dengan Ali Sadikin. Sementara tamu-tamu lainnya tetap canggung, bersikap resmi dan kaku.

Dibalik sikap tenangnya, K.H. Abdullah Syafi’I adalah ulama yang berani dan lantang. Sikapnya yang berani dan terus terang, namun loyal pada program MTQ Nasional, mendatangkan rasa hormat dari ‘musuhnya’, Gubernur DKI Jakarta saat itu,  Ali Sadikin, yang kemudian malah menjadi sahabatnya. Bahkan Ali Sadikin menganggap K.H.Abdullah Syafi’ie sebagai abangnya. Dan setelah menjadi Gubernur, Ali Sadikin pun diminta menjadi penasehat Yayasan Perguruan Asy-Syafi’iyah.

Bersahabat dengan Lintas Mazhab

Meski K. H.Abdullah Syafi’ie menganut mazhab Syafi’iyyah, namun ia tidak fanatik buta. Tokoh Muhammadiyah K.H. Hasan Basri bercerita, sewaktu dirinya menjadi khatib shalat Jum’at di sebuah masjid yang berada di Yogyakarta, K. H.Abdullah Syafi’ie menjadi makmum. Setelah adzan, K.H. Hasan Basri langsung berdiri menyampaikan khutbahnya. Tak ada shalat Qabliyah seperti yang biasa dilakukan di Masjid Al-Barkah yang dipimpin oleh K. H.Abdullah Syafi’ie. Tapi ternyata K. H. Abdullah Syafi’ie, seperti jamaah lain. tidak melakukakan shalat Qabliyah.

Menurut K.H. Abdussalam Djaelani, pandangan K. H.Abdullah Syafi’ie terhadab mazhab cukup fair dan luas. Toleransinya pun besar.  Dapat berkawan dengan orang-orang dari segala mazhab dan golongan manapun, entah itu Maliki, Hambali, Hanafi, atau Muhammadiyah. Tetapi haluan K. H.Abdullah Syafi’ie pada Ahlussunnah wal jamaah tak akan bergeser. K.H.Abdullah Syafi’ie dekat dengan ulama kalangan NU, Muhammadiyah, dan organisasi Islam lainnya. K.H.Abdullah Syafi’ie dekat dengan Tokoh Muhammadiyah Buya Hamka, Tokoh Persis dan Masyumi M.Natsir, Tokoh NU KH. Masykur, KH. Syaikhu, dan KH. Idam Khalid. Meskipun K.H.Abdullah Syafi’ie bukan orang di dalam ketiga ormas tersebut.

Bersama Habib Ali Kwitang dan Ulama Maroko. Sumber foto: Penyunting Tuty Alawiyah. 1999. K.H. Abdullah Syafi’ie Tokoh Kharismatik 1910-1985. Jakarta: Yayasan Alawiyah
Bersama Habib Ali Kwitang dan Ulama Maroko. Sumber foto: Penyunting Tuty Alawiyah. 1999. K.H. Abdullah Syafi’ie Tokoh Kharismatik 1910-1985. Jakarta: Yayasan Alawiyah

Kelapangan KH Abdullah Syafi’i terhadap perbedaan di antara umat Islam tercermin dari jejaknya menggalang persatuan umat.Tahun 1973, ketika K.H. Abdullah Syafi’ie bersama-bersama ulama lain mendirikan Majelis Muzakarah Ulama. Sebelum mendirikan majelis itu, K.H.Abdullah Syafi’ie datang ke rumah  K.H. Abdussalam Djaelani, untuk mendiskusikan rencana dengannya. KH. Abdussalam Djaelani sangat menyetujui dan mendukung rencana itu baik tenaga, pikiran, dan harta. Kemudian mereka pergi ke KH. Abdullah Musa di Tegal Parang. KH. Abdullah Musa pun setuju. Mulailah mereka bergerak. Mereka undang seluruh ulama yang ada di Jakarta tanpa memandang golongan. Berkumpulah dalam forum itu ulama-ulama dari NU, Muhammadiyah, Persis, dan lainnya, membahas ide khilafiyah dalam soal furu’iyah. Pertemuan Majelis Muzakarah Ulama itu pertama kali diselenggarakan di rumah KH. Abdullah Musa. Kemudian di Attahiriyah, dan berikutnya di rumah KH. Abdussalam Djaelani.

Suara Lantang Menentang Kemaksiatan

Kepedulian K. H.Abdullah Syafi’ie demi nasib umat yang membuatnya kerap bersuara lantang menentang kemaksiatan. Ia kerap berlaku terus terang, berani, dan blak-blakan. Demi membentengi umat kala itu, ia menerangkan hukum judi dari segi fiqih dan kerugiannya di akhirat kelak sebagai balasan dari dosa-dosa di dunia. Kepeduliannya menembus lapisan masyarakat. Demi menyelamatkan moral masyarakat bawah, Suaranya kadang menggebu-gebu, kadang mengiba-iba mengimbau umat agar selamat dari maksiat. Tetapi seketika dapat berubah berapi-api ketika gubernur yang melegalkan judi dan melokalisir pelacuran.

Sikap tegas K.H.Abdullah Syafi’ie dalam Amar ma’ruf nahi munkar diakui oleh banyak orang. Osman Raliby yang telah lama mengenalnya dan pernah menjadi Rektor Universitas Islam Asy-Syafiiyah sampai harus berkata,” Kagum betul kepadanya.” Menurutnya, K.H.Abdullah Syafi’ie adalah seorang ulama yang tidak mudah dibeli imannya, imannya kuat sekali dan bergandengan dengan amal shalih-nya, meski terkadang seolah-olah ada ancaman terhadap kelanjutan perguruannya. Soal aqidah, K.H.Abdullah Syafi’ie tak mau kompromi. Sebagian kiai-kiai pada masa itu umumnya tertarik pada materi, “tapi Pak Kiai tidak. K.H.Abdullah Syafi’ie tidak bisa dipengaruhi dengan itu. Justru benda-benda itu yang datang dengan sendirinya, bukan untuk mempengaruhi, tapi sebagai rahmat Allah swt.”

KH. Hasan Basri menilai seorang ulama wajib menyatakan kebenaran seperti yang dilakukan K.H.Abdullah Syafi’ie. “Ini masalah prinsip. Sisi lain, ulama adalah line (baris) terakhir dari Islam. Sehingga kalau line ini bobol, siapa lagi yang akan mengatasi?”

Sikap K.H. Abdullah Syafi’ie yang berani meluruskan penguasa juga dibenarkan oleh Buya Hamka. Buya Hamka telah mengenal K.H.Abdullah Syafi’ie semenjak sama-sama berada di kapal haji tahun 1950, dan masa itu sering bertemu dalam  forum Majelis Ulama Indonesia. Buya Hamka  menggmbarkan sikap K. H. Abdullah Syafi’ie jika sedang berhadapan dengan pejabat tinggi negara. “Kalau giliran ia yang bicara, maka ia bicarakan agama,” kata Buya Hamka. Maksud K. H. Abdullah Syafi’ie adalah, agar penguasa bisa taat dan ingat akan hari akhirat, hari kiamat, dan tidak hidup di dunia saja. Buya Hamka mengakui bahwa itu kelebihan dari K. H.Abdullah Syafi’ie yang belum tentu bisa dimiliki oleh setiap ulama.

Menurut Mohammad Roem, salah seorang tokoh Masyumi, “…justru itu yang membangkitkan semangat orang,” kata Mohamad Roem. Maka tepatlah perkataan Mohamad Natsir, yang menyebut seorang ulama adalah pantang bergantung ke atas, tapi berurat akar ke bawah.

Meski pantang bergantung ke atas, bukan berarti tidak bergaul dengan pihak atas, sebab bergaul dengan siapa saja bagi seorang da’i atau ulama adalah perlu sekali.  Sebab dengan semakin lengkapnya dalam bergaul, akan memudahkan seseorang menyampaikan dakwah Islamiyahnya. Sehingga keluwesan dibutuhkan sekali, termasuk dalam bergaul dengan atasan, tanpa harus melebur kepada tindakan atau pikiran yang bertentangan dengan agama Islam.

“Pandangannya (K. H.Abdullah Syafi’ie –pen) memang independent,” kata H.M.S. Mintaredja, Mantan Menteri Sosial.  Mintaredja melihat K. H. Abdullah Syafi’ie sebagai seorang ulama, mempunyai pendangan yang tak bersedia dipengaruhi oleh siapa pun, meski mempunya status resmi sebagai Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Pusat (periode 1980-1985 sebagai penasihat), maupun sebagai Ketua Majelis Ulama Jakarta Raya. Di manapun ia duduk dan bagaimana pun ia duduk, ia tetap hanya berbakti kepada nusa dan bangsa berdasarkan ajaran Allah swt.

Pernah di hadapan Majelis Ta’lim As-Syafi’iyah yang bertempat di Masjid Al-Barkah, K.H .Abdullah Syafi’ie mengungkap aliran-aliran yang selama ini meresahkan kaum muslimin. Dicontohkannya seperti Islam Jamaah, aliran yang Inkarussunnah, dan Ahmadiyah Qadiyan. Diceritakan bahwa Inkarussunnah tidak percaya pada sunnah-sunnah Rasulullah SAW. Hadist dikatakan sudah keluar dari kaidah Islam.

“Kita harus percaya bahwa Muhammad saw adalah Nabi terakhir, khatamal anbiya wal mursalin karena Nabi-Nabi yang mengaku sesudahnya tidak mempunyai mukjizat dan mereka palsu.” Diterangkan bahwa di hari manusia dibangkitkan di alam akhirat kelak akan bangkit sekitar 30 sampai 33 orang yang mengaku dirinya Nabi. “Jangankan sekarang, di zaman Rasulullah sendiri sudah ada yang mengaku Nabi, namanya Masyayimatul Kadzab. Sesudah Nabi wafat muncul pula Mirza Gulam Akhmad Qodiyani di Pakistan. Mungkin sampai saat ini telah puluhan orang mengaku Nabi. Tapi semuanya palsu.” Sikap tegasnya pada aliran Ahmadiyah Qadiyan ini diberitakan oleh Harian Pelita,  4 Mei 1984. Dikabarkan bahwa Ketua Majelis Ulama Jakarta dan Pemimpin Majelis Ta’lim serta Pesantren As-Syafi’iyah, K.H.Abdullah Syafi’ie, sejak dahulu berpendapat bahwa Ahmadiyah telah keluar dari Islam. 

Anggapan Kiai tak pantas masuk dalam politik tak berlaku pada K. H.Abdullah Syafi’ie. Ketika NU memisahkan diri dari Masyumi, K. H.Abdullah Syafi’ie memilih Masyumi. Sementara banyak ulama betawi memilih NU. K. H.Abdullah Syafi’ie bersama Kiai Sasih Kramat Jati dan Kiai Rahmatullah Sidik memilih menjadi Kiai Masyumi bersama Habib Salim bin Djindan. K. H.Abdullah Syafi’ie bahkan menjadi jurkam Masyumi dalam pemilu 1955. Perannya sebagai jurkam mengesahkan peran kepemimpinan dan otoritasnya sebagai kiai Betawi. Meski sebagai representasi orang Betawi di DPR dipegang oleh   Kiai Rahmatullah Sidik dan K.H. Murtadho Ahmad.

K.H. Abdullah Syafi’ie pun turun tangan dalam membendung pengaruh komunisme di masyarakat. Seiring meluasnya pengaruh Partai Komunis Indonesia (PKI), K.H. Abdullah Syafi’I tak tinggal diam. Pada bulan September 1965, As-Syafi’iyah melahirkan Akademi Pendidikan Islam (AKPI). Salah satu alasan berdirinya AKPI adalah mengimbangi atau melawan pengaruh Universitas Rakyat yang didirikan PKI di Jalan Dr.Sahardjo (sekarang komplek tersebut menjadi masjid Ar-Rahman).
Pendidikan memang menjadi salah satu jalan K.H. Abdullah Syafi’ie membina umat. Perhatian K.H. Abdullah Syafi’ie pada pendidikan, terutama pada Perguruan As-Syafi’iyah terus ia jalani hingga penghujung usianya.

Pada 2 September 1985, K.H. Abdullah Syafi’ie menyempatkan waktunya ke Jatiwaringin dari Kampung Bali Matraman untuk melihat santri-santrinya. Ia memasuki ruang-ruang kelas pesantren di komplek putra dan putri, sambil tesenyum kepada anak-anak, memberikan perhatian dan cinta yang penuh kepada penuntut ilmu.

Sore harinya ia sengaja menjenguk seorang dosen tamu  dari Mesir yang sedang mengabdikan ilmunya di As-Syafi’iyah. Dosen itu sedang sakit dan dirawat inap di Rumah Sakit Islam. Beberapa saat ia bercakap-cakap sebentar di ruang inap, waktu maghrib pun tiba dan ia lalu memimpin shalat di Mushalla Rumah Sakit Islam Cempaka Putih.

Sekembalinya ia ke rumah, ia langsung menerima tamu seorang alumni yang sudah tinggal lama di Malaysia bercakap-cakap tentang dakwah Islam dan pendidikan. Sejak tamu itu pulang, ia sebagaimana biasanya pada malam hari, merekam beberapa pidato untuk suguhan pecinta santapan rohani pada Radio As-syafi’iyah.

Saat itu jam di dinding, menunjukkan pukul 23.30 WIB hampir mendekati tengah malam. Ketika ia baru saja mau siap untuk tidur, terasa ada yang janggal, ia sangat gelisah. Beberapa anak ditelepon. Anak-anaknya kemudian bergegas menghampiri rumahnya. Ia akhirnya segera ia dilarikan ke Rumah Sakit Islam, tempat ia bebrapa jam sebelumnya dengan segar datang dan shalat maghrib di sana.

Malam itu tidak ada lagi suara lantang yang biasa ia dengungkan melalui radio karena beberapa menit sebelum sampai di halaman Rumah Sakit Islam, seiring dengan kalimat-kalimat tauhid yang dibisikkan di telinganya dan diikuti dengan lidahnya. Ia kembali pada Ilahi. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Ratusan ribu jamaah pengiring jenazahnya berurai air mata. Ratusan ribu masyarakat mengantar jenazahnya dengan berjalan kaki lebih dari 14 km, menuju peristirahatan terakhir. Rasa kehilangan selalu mengiringi kepergian para ulama di masyarakat.

Wafatnya seorang ulama, berbeda dengan kematian orang biasa. Kepergian ulama sama dengan hilangnya kebaikan yang tak sedikit dari dunia ini. Sebagaimana hadits Rasulullah saw, “Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu sekaligus dari manusia. Tapi Allah akan mencabut imu melalui mencabut nyawa para ulamanya. Sampai bila tak tersisa lagi seorang ulama, manusia pun akan mengangkat orang-orang bodoh sebagai pemimpin.”

Referensi:

Badaruzaman dengan Penyunting Tuty Alawiyah. 1999. K.H. Abdullah Syafi’ie Tokoh Kharismatik 1910-1985. Jakarta: Yayasan Alawiyah

Kiki, Rakhmad Zailani. 2011. Genealogi Intelektual Ulama Betawi: Melacak Jaringan Ulama Betawi dari Abad ke-19 sampai Abad ke-21. Jakarta: Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Center).

Utomo Dananjaya dengan Penyunting Tuty Alawiyah. 1999. K.H. Abdullah Syafi’ie Tokoh Kharismatik 1910-1985. Jakarta: Yayasan Alawiyah.

Wawancara penulis dengan Ulama Betawi Kiai Cholil Ridwan pada Sabtu 13 Juni 2015 di Kantor Pusat Pesantren Husnayain, Cijantung, Jakarta Timur http://jejakislam.net/?p=955.

Wawancara penulis dengan Rektor Universitas Islam Asy-Syafiiyah Prof. Tuty Alawiyah pada Rabu, 17 Juni 2015 di Pesantren Yatim seberang UIA, Jatiwaringin.

************

Penulis: Andi Ryansyah
(Jejak Islam untuk Bangsa)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: Andi RyansyahBiografi Ulama IndonesiaIslam dan IndonesiaK.H Abdullah Syafi'iUlama Betawi
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Keistimewaan Peta Buatan Peradaban Islam

Next Post

Etika Kehidupan Muslim Sehari-Hari: Menjenguk Orang Sakit

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia
    Al-Maqdisi Studies

    Prof. Abd Al-Fattah El-Awaisi: Al-‘Uhdah Al-‘Umariyyah adalah Warisan Peradaban Dunia

    Agustus 5, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah
    INDONESIA

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis
    INDONESIA

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga
    Al-Maqdisi Studies

    Seminar Baitul Maqdis 2026: Pendidikan Generasi Muslim untuk Pembebasan Palestina! Daftar Sekarang Juga

    Juli 10, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ADVERTISEMENT

    PILIHAN EDITOR

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026
    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat
    PILIHAN EDITOR

    Imam Shamsi Ali: Kemenangan Abdul El-Sayed Menandai Transformasi Politik Amerika Serikat

    by Imam Shamsi Ali
    Agustus 7, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA
    KABAR DUNIA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    by Muh Akbar
    Juli 9, 2026
    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus
    Feminisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    by Muh Ikram
    Juni 17, 2026
    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat
    Kolom

    Tahun Baru Hijriyah: Membangun Kemandirian Ummat

    by Wahyuni
    Juni 16, 2026
    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa
    KABAR DUNIA

    Genosida Gaza Tak Kunjung Henti: Debu, Darah dan Doa

    by Muh Akbar
    Mei 13, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1642 shares
      Share 657 Tweet 411
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1075 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      900 shares
      Share 360 Tweet 225
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      812 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Genosida Terus Berlanjut, Jenazah 19 Warga Gaza Ditemukan dari Reruntuhan Bangunan

    Agustus 10, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    Agustus 8, 2026
    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Gaza Berduka! 112 Syuhada Dimakamkan Secara Massal, Bukti Nyata Genosida yang Tak Kunjung Henti

    Agustus 5, 2026
    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Baitul Maqdis The Blueprint, Prof Abd al-Fattah el-Awaisi Sebut Indonesia Sebagai Pemimpin Persiapan Pembebasan Al-Aqsa

    Agustus 4, 2026
    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Jamaah Masjid Jogokariyan Antusias Simak Paparan Prof. Abd al-Fattah el-Awaisi tentang Empat Budaya Baitul Maqdis di Madinah

    Agustus 1, 2026
    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    Agustus 2, 2026
    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Ustadz Zaitun Rasmin Dampingi Ketua MPR RI ke Uzbekistan, Dorong Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Keulamaan

    Juli 12, 2026
    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Lawan Genosida dengan Prestasi: Siswi Gaza Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Brasil

    Juli 14, 2026
    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Argentina vs Mesir: POV Supporter Palestina dan Standar Ganda FIFA

    Juli 9, 2026
    Setelah 2 Dekade Berkuasa, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan di Gaza

    Setelah 2 Dekade Berkuasa, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan di Gaza

    Juli 7, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan resmi menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah. Isi utama perjanjian tersebut meliputi: Serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya. Ketiga negara berkomitmen untuk memberikan respons bersama melalui mekanisme koordinasi yang telah disepakati. Meningkatkan kerja sama militer melalui latihan gabungan, interoperabilitas pasukan, serta pertukaran personel militer. Memperkuat kerja sama intelijen dan keamanan untuk menghadapi ancaman terorisme, serangan siber, dan ancaman terhadap infrastruktur strategis. Mengembangkan industri pertahanan melalui riset, pengembangan teknologi, produksi bersama, dan transfer teknologi. Perjanjian ini ditegaskan bersifat defensif dan bertujuan menjaga stabilitas serta keamanan kawasan, bukan ditujukan untuk menyerang negara tertentu. Kesepakatan itu sebagai langkah bersejarah bagi kawasan dan dunia Islam, para pejabat mengatakan bahwa "Arsitektur keamanan regional telah didesain ulang melalui Perjanjian Mekkah." #turkey #duniaislam #arabsaudi #makkah #islam
    • G4z4 Berduka!!! 112 Syuhada di Makamkan Secara Massal, Bukti Nyata Gen0sid4 yang Tak Kunjung Henti. Ratusan warga G4z4 mengiringi pemakaman 112 anggota keluarga Al-Hassayneh dan Abu Shari'ah di Kota G4z4, Selasa (4/8/2026), Jenazah ini berhasil ditemukan dari reruntuhan rumah mereka yang hancur akibat serangan penjajah zionis Isr4el. Mereka bukan sekadar angka, mereka adalah manusia yang menunggu lebih dari 2,5 tahun di bawah reruntuhan, hingga akhirnya dikeluarkan dan diberikan hak terakhir mereka untuk mengucapkan selamat tinggal! Apakah 73.375 Jiwa Gaza yang gugur dan 175.000 terluka tak mampu menghentikan ini semua? Kemana hati nurasi kemanusiaan yang lantang diucapkan itu?? Ingatlah, diam dan acuh tak pedulimu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di akhirat kelak. Bangkitlah umat Islam, nyawa saudaramu gugur tiap harinya. Roketkan doamu ke langit agar Allah berikan kemenangan-Nya... Semoga Allah menjadikan mereka syahid di Jalan-Nya dan dan masukkan ke dalam Jannah-Nya. Allahumma Aaamiin..🤲🤲😭😭 #gaza #gazaunderattack #palestina #freepalestine🇵🇸 #masjidalaqsa
    • G4z4, kuburan massal terbesar di dunia. G3nosid4 belum benar-benar berakhir bagi ribuan keluarga di G4z4. Hingga hari ini, diperkirakan 10.000 orang masih hilang, diduga terkubur di bawah jutaan ton puing. Bagi keluarga mereka, penantian untuk menemukan dan menguburkan orang yang dicintai masih berlanjut. G4z4 bersiap menggelar pemakaman massal untuk 112 warga P4lestin4 dari keluarga Abu Sharia dan Al-Hasaina, yang jenazahnya ditemukan dalam dua pekan terakhir dari bawah reruntuhan kompleks perumahan di lingkungan Sabra, Kota Gaza. Keluarga-keluarga itu tewas ketika pasukan Isr4el menyerang wilayah tersebut pada 22 November 2023, meninggalkan ratusan orang terkubur di bawah puing. Sejauh ini, hanya 112 jenazah yang berhasil ditemukan, sementara nasib banyak lainnya masih belum diketahui. SC: @faruqnaufals #palestina #freepalestine🇵🇸 #gaza #gazaunderattack #baitulmaqdis
    • In G4z4 Tonight... Yang gugur bukan sekadar angka. Mereka adalah anak-anak yang punya nama, mimpi, dan orang-orang yang mencintainya. Rumah mereka mungkin telah menjadi reruntuhan. Namun seperti pesan yang ditinggalkan G4z4 kepada dunia: "You can destroy our homes, but our spirit will not die." "Kalian bisa menghancurkan rumah-rumah kami, tetapi semangat kami tidak akan pernah mati." P4lestin4 tidak akan pernah kalah, karena iman, harapan, dan perjuangannya akan tetap hidup selamanya... #palestina #freepalestine🇵🇸 #baitulmaqdis #gaza #gazaunderattack
    • Syeikh Prof Abd Al Fattah el-Awaisi seorang ulama kelahiran Baitul Maqdis dan pernah mengajar di pelataran Masjid Al-Aqsa, beliau menceritakan bagaimana kisahnya yang begitu memuliakan dan membanggakan ibunya juga ayahnya... Sepasang ortu sederhana (menurut Syeikh) yang menjadi guru pertama dan utama Syeikh dan saudara2nya sehingga bisa mencapai posisi sekarang, Syeikh sebagai pejuang akademis untuk pembebasan Baitul Maqdis. Allahumma baariklahum. #baitulmaqdis #masjidalaqsa #saladincommunity #freepalestine🇵🇸 #gaza
    Next Post

    ACT-MRI Sulsel Salurkan Al-Qur’an Wakaf ke Puluhan Santri di Barru

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    All Right Reserved ©2018-2026 / Web Design By Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Landing Page
    • Buy JNews
    • Support Forum
    • Pre-sale Question
    • Contact Us

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media