MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR — Wahdah Islamiyah secara resmi menetapkan target lima tahun (2026–2030) untuk mengentaskan buta aksara Al-Qur’an dan meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di tingkat nasional.
Dalam target dashboard tersebut, organisasi menargetkan pembentukan 1.000 unit Taman Kanak-kanak Al-Qur’an dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TKQ-TPQ) baru di seluruh Indonesia, penjangkauan 100.000 peserta program Dirosa, penerapan Dirosa Anak di seluruh SD binaan, serta pencetakan 10.000 kader bersertifikat dengan standar bacaan yang teruji.
Pencanangan target strategis ini disampaikan langsung oleh Ketua Bidang Khidmah Al-Qur’an Wahdah Islamiyah, Dr. (H.C.) Nur Ihsan Muhammad Idris, Lc., M.Ag., dalam pemaparan Pleno IX yang berlangsung pada Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah yang diikuti oleh jajaran pengurus dan kader dari seluruh Indonesia secara virtual.
“Wahdah Islamiyah menetapkan visi untuk menjadi sebuah Lembaga Pendidikan Al-Qur’an yang Terintegrasi dan Unggul. Konsep terintegrasi yang kami usung bermakna menjadi satu kesatuan yang utuh pada seluruh satuan pendidikan, mulai dari jenjang PAUD hingga Perguruan Tinggi, masyarakat umum, serta halaqah tarbiyah,” ujar Dr. Nur Ihsan Muhammad Idris dalam keterangannya di sela-sela pemaparan Pleno IX, Sabtu (8/8/2026).
Dr. Nur Ihsan menegaskan bahwa penetapan target masif ini didasari oleh komitmen organisasi dalam membangun ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang utuh dan berkelanjutan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Alhamdulillah kita punya buku Dirosa khusus dewasa dan disarikan untuk anak menjadi Dirosa Anak. Melalui empat pilar utama integrasi formal, ekspansi unit, jangkauan umat, dan kualitas SDM kita ingin memastikan seluruh jenjang pendidikan hingga lapisan masyarakat mendapatkan akses pembelajaran Al-Qur’an yang terstruktur,” tambahnya.
Guna mencapai target 100 ribu peserta dan 1.000 unit baru tersebut, Bidang Khidmah Al-Qur’an menerapkan metode pembelajaran yang sistematis.
Untuk segmen anak-anak, diterapkan metode Dirosa Anak menggunakan Irama Rost yang mudah ditiru serta sistem kelas klasikal berkapasitas maksimal 15 anak. Sementara untuk segmen dewasa, diterapkan sistem Dirosa Dewasa 20 kali pertemuan yang fleksibel dan terukur.
Seluruh rangkaian program ini diorganisasikan di bawah naungan lima lembaga utama di bawah Bidang Khidmah Al-Qur’an dan dibimbing langsung oleh Majelis Qurro.
Melalui integrasi dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi yang digagas dalam Pra Muktamar V ini, Wahdah Islamiyah optimistis target pemberantasan buta aksara Al-Qur’an dan penguatan peradaban Rabbani di tanah air dapat terwujud secara maksimal pada tahun 2030.
Laporan: Humas Muktamar V WI










































































