MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR — MQL (Moslem Qur’anic Learning) Batch 10 mengajak Muslimah untuk mengembangkan potensi, meraih prestasi, dan membangun lingkungan pertemanan yang mendukung pertumbuhan dalam kebaikan.
Kegiatan yang mengangkat tema “New Chapter: Berprestasi Bersama Teman Taatku” ini digelar Lembaga Kajian Al-Qur’an (LKA) Mahasiswa Pencinta Masjid (MPM) UIN Alauddin Makassar di Lecture Theatre Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Ahad (20/9/26).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 50 orang peserta dari berbagai jurusan dan fakultas dengan menghadirkan dua sesi utama, yakni Inspiring Talk bersama Wahyuni, S.Sos., M.Sos., dan materi bersama Dr. Suharti, S.Pd., M.Pd., serta dirangkaikan dengan grand launching Basic Skills Class.
Koordinator Kemuslimahan LKA MPM UIN Alauddin Makassar, Afifah, menjelaskan bahwa MQL menjadi ruang bagi Muslimah untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Al-Qur’an.
“Harapan kami setelah para muslimah mengikuti kegiatan MQL ini, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu dan pengalaman baru, tetapi juga bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Afifah.
Dalam sesi Inspiring Talk, Wahyuni membagikan perjalanan pendidikannya, mulai dari menyelesaikan ujian tutup skripsi hingga melanjutkan pendidikan Magister. Sekitar sepekan setelah ujian tutup skripsi, ia mulai menyelesaikan proses pendaftaran S2 dan mengikuti perkuliahan pada 1 Maret 2023, sebelum wisuda S1 yang berlangsung pada 21 Maret 2023.
Perjalanan tersebut membawanya meraih predikat wisudawan terbaik kampus pada jenjang Sarjana dan Magister, sebuah pencapaian yang tidak pernah menjadi target sebelumnya.
“Saya tidak pernah membuat target, ‘Saya harus menjadi wisudawan terbaik apalagi sampai tingkat kampus.’ Saya lebih fokus bagaimana menyelesaikan pendidikan dengan baik,” tutur Wahyuni.

Ia juga menekankan bahwa prestasi perlu berjalan beriringan dengan prinsip, proses belajar, dan kedekatan dengan Allah. Mengenakan jilbab panjang saat wisuda, menurutnya, merupakan bagian dari upaya menghadirkan identitas Muslimah sekaligus menyampaikan pesan dakwah melalui keteladanan.
“Terkadang cara kita menjalani sesuatu juga bisa menjadi bentuk dakwah. Ketika ada Muslimah yang tetap menjaga prinsipnya, tetap belajar, tetap berusaha berprestasi, mungkin itu bisa memberikan gambaran kepada orang lain bahwa hal-hal tersebut tidak harus dipertentangkan,” jelasnya.
Wahyuni mengingatkan peserta agar tidak menjadikan prestasi sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan, serta tidak terburu-buru membandingkan proses diri dengan pencapaian orang lain.
“Kalau hari ini kita belum mendapatkan pencapaian tertentu, bukan berarti kita tidak berkembang. Mungkin perkembangan kita hari ini justru ada pada hal-hal sederhana: lebih disiplin, lebih bertanggung jawab, lebih baik dalam mengatur waktu, atau lebih dekat dengan Al-Qur’an,” ujarnya.
Pesan tersebut diperkuat melalui materi Dr. Suharti yang membahas pentingnya lingkungan pertemanan dalam membentuk kebiasaan, pola pikir, dan arah kehidupan. Ia mengajak peserta untuk membangun pertemanan yang saling mendukung dalam kebaikan dan proses pengembangan diri.
“Teman taat bukan hanya mereka yang hadir untuk menemani aktivitas sehari-hari, tetapi juga mereka yang saling mengingatkan dalam kebaikan, mendukung proses belajar, dan mendorong kita untuk terus berkembang,” jelas Suharti.
Selain sesi Inspiring Talk dan materi utama, MQL Batch 10 dirangkaikan dengan grand launching Basic Skills Class yang menghadirkan pembelajaran keterampilan, di antaranya public speaking dan desain.
Melalui MQL Batch 10, LKA MPM UIN Alauddin Makassar membuka ruang bagi Muslimah untuk bertumbuh bersama, mengembangkan potensi, dan membangun circle taat di kampus peradaban.
Reporter: Wahyuni
















































































