MUJAHIDDAKWAH.COM, PONOROGO – Perjalanan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) mencatatkan jejak sejarah tersendiri dalam jalinan hubungan kebangsaan.
Sejak era kemerdekaan hingga era modern, PMDG terus menjadi simpul silaturahmi yang merekatkan pimpinan pesantren dengan para Kepala Negara Republik Indonesia dari masa ke masa.
Tradisi kehadiran Presiden RI di PMDG bermula pada 1946. Kala itu, Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, menyambangi Gontor di tengah situasi perang kemerdekaan.

Meski saat itu jumlah santri masih terbilang sedikit, kehadiran Sang Proklamator menjadi legitimasi kebangsaan bagi pesantren yang terletak di bumi Reog ini.
Jejak tersebut berlanjut pada 1978 ketika Presiden kedua RI, Soeharto, menghadiri peringatan Setengah Abad Gontor.
Dalam kunjungan silaturahmi bersama Pendiri PMDG KH Imam Zarkasyi tersebut, Pak Harto meresmikan Masjid Jamik PMDG yang hingga kini berdiri megah sebagai pusat peribadatan santri.

Presiden ketiga, Bacharuddin Jusuf Habibie, tercatat beberapa kali mengunjungi Gontor. Salah satu kunjungannya yang berlangsung pada 1999, saat beliau menjabat sebagai Presiden RI, dilakukan dalam rangka bersilaturahmi sekaligus meresmikan sejumlah bangunan di lingkungan pondok. Kunjungan tersebut turut memperkuat hubungan antara Habibie dan keluarga besar Pondok Gontor.

Tak lama berselang, Presiden keempat, Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, dikenal memiliki kedekatan yang erat dengan keluarga besar Pondok Gontor. Kedekatan tersebut membuatnya kerap berkunjung ke Gontor, termasuk kisah persahabatannya dengan salah satu tokoh pondok, Ustaz Syukri, sejak masa muda keduanya menempuh pendidikan. Hubungan tersebut turut mempererat ikatan antara Pondok Pesantren Tebuireng dan Pondok Gontor.

Hubungan emosional yang erat antara Gus Dur dan Pimpinan PMDG saat itu, KH Abdullah Syukri Zarkasyi, makin menegaskan kehangatan hubungan pesantren dan istana.
Memasuki tahun 2002, Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, menorehkan catatan sejarah dengan meresmikan PMDG Kampus Putri 2.

Tradisi berlanjut pada 2006 saat Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, menghadiri Peringatan Kesyukuran 80 Tahun Gontor di tengah penanganan bencana gempa Yogyakarta.

Pada Peringatan 90 Tahun Gontor di tahun 2016, Presiden ketujuh RI, Joko Widodo, hadir meresmikan Gedung Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor serta meletakkan batu pertama pembangunan Menara Gontor.

Puncak perayaan Kesyukuran 100 Tahun PMDG pada 19 September 2026 mendatang dipastikan kembali mengukir sejarah. Presiden kedelapan RI, Prabowo Subianto, dijadwalkan hadir langsung di Kampus Pusat PMDG.
Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal, menyambut hangat rencana kehadiran Kepala Negara tersebut. Beliau menegaskan bahwa Gontor senantiasa terbuka dan menjadi rumah perekat persatuan bagi seluruh elemen bangsa.
”Gontor ini milik umat dan bangsa. Kehadiran para pimpinan negara dari masa ke masa, termasuk Bapak Presiden Prabowo Subianto pada Peringatan 100 Tahun ini, merupakan wujud nyata ikatan silaturahmi yang tidak pernah terputus antara ulama, santri, dan umara untuk mengawal Indonesia,” tuturnya, Senin (14/9/2026).
Laporan: Humas Gontor


















































































