MUJAHIDDAKWAH.COM, GOWA — SDIT Wahdah Islamiyah Gowa gelar Pengajian Orang Tua Murid dengan tema “Mendidik Anak Sesuai Fitrah di Tengah Arus Zaman” di Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq, SDIT Wahdah Islamiyah Gowa, Sabtu (8/8/2026).
Ketua Yayasan SDIT Wahdah Islamiyah Gowa, Muhammad Rudy, S.S., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergitas dan kolaborasi yang kuat antara orang tua dan guru dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.
Menurutnya, proses pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Keterlibatan orang tua dibutuhkan, baik melalui pendampingan belajar maupun penyediaan sarana dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Proses pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif orang tua, baik dalam mendampingi proses belajar maupun menyediakan sarana dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang serta keberhasilan anak,” tuturnya.
Ia juga mengajak para orang tua memberikan perhatian serius dalam memilih lingkungan pendidikan bagi anak. Pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menguatkan nilai-nilai keislaman, menurutnya, menjadi salah satu ikhtiar orang tua dalam mempersiapkan masa depan anak.
“Melalui lingkungan pendidikan Islam, anak diharapkan tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta memperoleh bekal keagamaan, termasuk kemampuan menghafal Al-Qur’an,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Dr. Askar Yaman, S.Pd., M.M., M.Pd., Dosen, Praktisi Pendidikan Islam, dan Pemerhati Remaja dan Keluarga, dalam pemaparan materinya menyoroti pentingnya memahami fitrah anak dalam proses pendidikan. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang Allah SWT titipkan dan perlu dikembangkan melalui pendidikan yang tepat.
“Anak bukan kertas kosong. Anak adalah benih yang membawa potensi yang Allah berikan. Karena itu, tugas orang tua bukan menciptakan potensi anak, tetapi menjaga dan menumbuhkan potensi yang Allah titipkan,” ujar Dr. Askar.
Ia menjelaskan bahwa orang tua perlu mengenali karakter, kecenderungan, kekuatan, dan potensi anak sebelum menentukan arah pendidikan. Pemahaman tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga fitrah sekaligus membantu anak berkembang sesuai potensi yang Allah SWT berikan.
Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, Dr. Askar mengingatkan orang tua agar tidak hanya berfokus pada upaya menjauhkan anak dari berbagai pengaruh negatif. Anak juga perlu dibekali dengan iman dan kemampuan untuk menghadapi perkembangan zaman.
“Zaman boleh berubah, tetapi arah hidup anak harus tetap kepada Allah. Karena itu, kita tidak cukup hanya melarang anak dari pengaruh zaman, tetapi harus membekali mereka dengan iman dan kemampuan menghadapi zaman,” jelasnya.
Menurutnya, pendidikan yang baik tidak berhenti pada pencapaian akademik. Anak perlu diarahkan untuk memiliki akhlak, kompetensi, dan hubungan yang kuat dengan Allah SWT sehingga mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Hal tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam menghadirkan pendidikan yang utuh. Sekolah memberikan lingkungan pendidikan yang mendukung, sementara orang tua memiliki peran penting dalam melanjutkan proses pendidikan dan pembentukan karakter anak di rumah.
Pada akhir pemaparannya, Dr. Askar menekankan bahwa pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan anak yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan dan akhlak sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.
“Pendidikan terbaik bukan hanya melahirkan anak yang hebat, tetapi melahirkan manusia yang dekat dengan Allah dan bermanfaat bagi dunia,” pungkasnya.
Laporan: Humas SDIT Wahdah Islamiyah Gowa










































































