Armada Global Sumud menyatakan bahwa kapal-kapal militer Israel terus menyerang dan menaiki armada bantuan kemanusiaan mereka di perairan internasional saat konvoi tersebut menuju Gaza.
“Pencegatan terus berlanjut. Kapal-kapal militer IOF (Pasukan Pendudukan Israel) saat ini secara ilegal menaiki armada kami,” kata armada tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.
Tentara Israel menyita lebih dari 40 dari 54 kapal yang ikut serta dalam armada Global Sumud yang menuju Gaza pada hari Selasa, menurut media Israel. Tentara juga menahan sekitar 300 aktivis, demikian dilaporkan situs berita Israel Walla.

Walla menambahkan bahwa Angkatan Laut Israel belum berhasil mencegat semua kapal konvoi tersebut dan beberapa kapal masih berada di laut lepas.
Sepuluh negara, termasuk Türkiye, Pakistan, Indonesia, Malaysia, dan Spanyol, mengecam serangan Israel terhadap armada tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional. Para aktivis di atas kapal melaporkan mengalami kekerasan selama proses penangkapan.

Pasukan Israel sebelumnya menahan armada yang menuju Gaza pada bulan April, menahan lebih dari 170 aktivis. Dua aktivis ditahan selama beberapa hari sebelum dibebaskan dan dideportasi.
Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra mengecam tindakan militer Israel yang mencegat armada kapal yang membawa bantuan kemanusiaan. Sembilan warga negara Indonesia, termasuk dua jurnalis, dilaporkan ditahan oleh Israel.
“Kami akan segera mengambil langkah hukum yang tegas karena di negara demokratis kami terdapat jaminan kebebasan dan hak-hak sipil, sehingga rakyat kami tidak boleh menghadapi tekanan atau kehilangan kebebasan mereka,” kata Yusril seperti dikutip Jakarta Globe pada Selasa.
Sumber: TRTWorld/Walla












































































