MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA – Ketua Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM) KH Bachtiar Nasir kembali menggelorakan boikot produk pro Israel. Penegasan ini disampaikan UBN, sapaan karib KH Bachtiar Nasir, pada program King Maker di studio AQL Islamic Center, Jakarta, Kamis (7/12/2023).
“Mengajak seluruh umat Islam untuk memakai tagar #boikotfisabilillah di seluruh media sosial,” ujar UBN.
Ustaz Bactiar menambahkan, pada surat Al Isra dikatakan Yahudi memang kuat karena harta. Sehingga Bela Palestina yang bisa dilakukan umat secara langsung adalah dengan menghentikan memberikan harta kita kepada mereka.
“Lanjutkan boikot dan sebarkan tagar #boikotfisabilillah. Hidupkan kemandirian ekonomi lokal Indonesia. Ini adalah momentumnya,” tegasnya.
Hasan Abdillah, pegiat media sosial yang hadir juga menegaskan umat Islam Indonesia harus memotong tuhan Israel yaitu uang. Dengan tidak membeli produk Israel, maka keuntungan uang mereka akan hilang.
Husen Gaza yang juga hadir malam itu menambahkan, gerakan #boikotfisabilillah kita akan memguatkan para pejuang-pejuang Palestina.
“Karena mereka melihat setiap gerakan kita di Indonesia,” kata Husein.
Menurut media Neesweek edisi Desember ini, melaporkan bahwa Starbucks mengalami kerugian penurunan nilai sebesar 11 miliar US dolar akibat gerakan boikot diseluruh dunia.
Di Indonesia sendiri, media CNBC Indonesia melaporkan efek boikot telah menurunkan penjualan produk-produk cunsumer goods sebesar 40% secara langsung sejak gerakan Bela Palestina bergulir.
KH Deden Makhyaruddin menambahkan bahwa perang ekonomi itu sudah terjadi sejak masa Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam. Sejak peramg Badar, adalah terkait perang ekonomi.
“Bagaimana para musuh dirampas hartanya, hingga mereka merugi,” jelas Kiai Deden.
Selain gerakan tagar perjuangan #BoikotFisabilillah untuk membunuh ekonomi Israel, UBN juga menyerukan tagar #JulidFisabilillah untuk melawan propoganda mereka utamanya di media sosial.
Tujuannya adalah menyerang pribadi dan perasaan masing-masing prajurit, pendukung hingga pejabat Zionis. Serangan akan terus diluncurkan sampai musuh merasa frustasi hingga menutup akunnya, dan merasa bahwa dunia memusuhi mereka di sosial media.
Laporan: Syafaat
Editor: Admin MDcom












































































