Bismillah, walhamdulillah washsholatu wassalamu ‘ala Rasulillah.
Kaum muslimin akhir-akhir ini sering diributkan dengan polemik hukum mengucapkan selamat natal kepada orang-orang nashrani. Boleh atau tidak? Tidak jarang ditemui adanya saling cela antara mereka, bahkan hingga sebagian mereka memberikan gelar buruk kepada muslim yang tidak sesuai dengan pendapat mereka.
Untuk membahas hukum mengucapkan selamat natal, maka sebaiknya dipahami defenisi natal itu sendiri, agar ketika membicarakannya, kita tidak keluar dari defenisi itu.
Merujuk pada Wikipedia (tertanggal 20 Desember 2021), disebutkan bahwa Natal (dari bahasa Portugis yang berarti “kelahiran”) adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 31 januari. (Lihat: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Natal)
Yesus Kristus yang dimaksud adalah Isa Putra Maryam. Terjadi perbedaan keyakinan antar agama Abrahamik/agama samawi tentangnya. Kaum muslimin menganggapnya sebagai Nabi mulia, seorang Ulul Azmi, namun bukan sebagai Tuhan. Yang meyakininya sebagai Tuhan maka dia kafir dan keluar dari Islam.
Kembali merujuk pada Wikipedia, disebutkan bahwa pandangan Yahudi yang menganggapnya nabi/Mesias palsu yang menyesatkan bani Israil. Sementara itu, pandangan Kristen arus utama menganggap Isa sebagai Tuhan dan salah satu dari Trinitas (Allah Anak). (Lihat: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Isa)
Dipahami dari penjelasan di atas, bahwa orang-orang nashrani/Kristen merayakan natal sebagai perayaan sekaligus peringatan atas kelahiran Tuhan (Allah anak) yang selama ini mereka dakwahkan.
Dari hal ini, kita bertanya, apa hukum mengucapkan selamat natal kepada mereka?
Hal ini akan kita jawab melalui beberapa poin.
Pertama: Dalam akidah islamiyah, menganggap Allah memiliki anak maka pelakunya kafir, murtad dari agama islam. Allah Azza wajalla berfirman:
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (72) لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (73)
Artinya: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam,” padahal Al-Masih (sendiri) berkata, “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhan kalian.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, “Bahwa Allah salah seorang dari yang tiga “padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (QS. al-Qur’an: 72-73)
Kedua: Dalam akidah islamiyah juga, meyakini bahwa seruan orang-orang nashrani bahwa Allah memiliki anak merupakan hal yang sangat berat konsekuensinya, yang mana ia membuat langit hampir pecah, tanah hampir terbelah dan gunung-gunung hampir hancur.
Allah Azza wajalla berfirman:
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (88) لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا (89) تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الأرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا (90) أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا (91) وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا (92)
Artinya: “Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” Sesungguhnya kalian telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” (QS. Maryam: 88-92)
Ketiga: Hal-hal yang terjadi pada bumi, langit dan gunung merupakan bentuk keterkejutan mereka, pengangungannya kepada Allah sertatidak ridho ada makhluk yang mengatakan bahwa Allah memiliki anak.
Dalam tafsirnya, imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata:
أي يكاد ذلك عند سماعهن هذه المقالة من فجرة بني آدم إعظاما للرب وإجلالا لأنهم مخلوقات مؤسسات على توحيده وانه لا إليه إلا هو وانه لا شريك له ولا نظير له ولا ولد له ولا صاحبة له
“Hampir saja langit itu pecah, tanah terbelah dan gunung runtuh ketika mendengar ucapan yang keluar dari keturunan Adam yang durhaka (bahwa Allah memiliki anak) sebagai bentuk pengagungan terhadap Allah. Hal itu karena mereka adalah makhluk-makhluk yang diciptakan untuk mengesakanNya. Tidak ada Tuhan selainNya, tidak ada sekutu bagiNya, tidak memiliki anak dan tidak memiliki pendamping perempuan.” (Tafsir Ibnu Katsir: 3/126)
Keempat: Banyak kata dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Arab, diantaranya kata selamat. Ia berasal dari kata سلامة (salamat) yang maknanya mendoakan orang untuk selamat. Ketika orang-orang mengucapkan selamat, misalnya selamat malam, pagi, siang, hari raya, maka ucapan tersebut tidak sekadar sapaan saja, melainkan adanya doa yang terselip agar adanya keselamatan pada saat itu. Ketika orang melaksanakan ulang tahun misalnya, maka ketika orang lain mengucapkan selamat ulang tahun, maka ia memberikan sapaan yang mengandung keridhaan dan doa pada umur untuk keselamatan.
Sudah menjadi tabiat manusia bahwa ucapan selamat merupakan ucapan keridhaan yang diberikan pada orang lain.
Ucapan selamat tidak akan diberikan kepada orang yang melakukan dosa atau kesalahan, karena fitrah dan akal sehat manusia tidak akan menerima hal itu. Misalnya, ketika ada seorang yang berzina, dan keberhasilannya menzinahi wanita ia rayakan setiap tahun dengan memberi makan pada orang-orang miskin. Maka akal sehat manusia yang sehat akan merasa jijik untuk memberi ucapan selamat padanya, bahkan sekalipun pada perbuatannya memberi makan pada orang miskin karena peryaannya telah melakukan perzinahan.
Demikian juga pada orang yang melakukan korupsi, mustahil bagi orang yang berakal sehat untuk memberikan ucapan selamat padanya.
Tapi dosa-dosa ini adalah dosa yang tidak lebih besar daripada dosa orang yang mengatakan bahwa Allah memiliki anak. Meyakini bahwa Allah memiliki anak berkonsekuensi pada murtadnya manusia, balasannya kekal di dalam neraka. Adapaun zina dan korupsi, ia merupakan dosa besar namun tidak berakibat kekekalan di dalam neraka dan tidak pula menyebabkan pelakunya keluar dari Islam.
Kelima: Beranjak dari 4 poin di atas, maka tidak boleh memberi ucapan selamat pada orang-orang nashrani yang merayakan kelahiran Tuhan mereka dan tidak boleh pula menyerupai mereka dalam perayaan mereka. Karena hal ini mengingat menampakkan dan menyepakati perayaan mereka.
Imam Djalaluddin as-Suyuthi rahimahullah berkata:
وإنما منعوا من ذلك لما فيه من الفساد إما لأنه معصية وإما لأنه شعار الكفر والمسلم ممنوع من ذلك كله
“Sesungguhnya kaum muslimin dilarang pada hal itu karena pengizharan akan perayaan mereka mengandung kerusakan, karena ia merupakan maksiat dan merupakan syiar orang-orang kafir. Dan muslim dilarang pada semua itu.” (Al-Amru bi al-Ittiba’ wa an-Nahyu an al-Ibtida’ : 52)
Beliau juga mengatakan:
فموافقهم في اعيادهم من اسباب سخط الله
“Penyetujuan pada hari-hari raya mereka diantara sebab yang mendatangkan kemurkaan Allah.” ((Al-Amru bi al-Ittiba’ wa an-Nahyu an al-Ibtida’ : 52)
Jika ada yang bertanya, apa salahnya mengucapkan selamat natal? Maka katakan saja, hal itu dapat mendatangkan kemurkaan Allah.
***********
Penulis: Muhammad Ode Wahyu al-Munawy, SH.
(Pembina Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’am an-Nail, Alumni Jurusan Syariah Prodi Perbandingan Mazhab dan Hukum Islam STIBA Makassar dan Kontributor mujahiddakwah.com)
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah













































































