Akhir-akhir ini istilah Childfree selalu berseliweran di sosial media dan sering terdengar santer diperbincangkan oleh beberapa kalangan. Namun, banyak pula yang belum memahami tentang Childfree tersebut.

Menurut Wikipedia, Childfree adalah sebuah keputusan atau pilihan hidup untuk tidak memiliki anak, baik itu anak kandung, anak tiri, ataupun anak angkat. Penggunaan istilah Childfree untuk menyebut orang-orang yang memilih untuk tidak memiliki anak ini mulai muncul di akhir abad 20.

Dikutip dari detik.com bahwa tren Childfree ini mulai deras diperbincangkan di Indonesia bermula dari seorang Youtuber, Gita Savitri yang membuat polemik dengan pernyataan berkaitan dengan pilihan hidupnya bersama suami, Paul Andre Partohap, yaitu memutuskan untuk tidak memiliki anak. Pada sebuah tayangan video di Youtube, Gita Savitri memberi penjelasan terkait alasannya memilih Childfree. Menurutnya, memiliki anak atau tidak adalah sebuah pilihan hidup.

Ya, memang benar setiap manusia memiliki hak memilih jalan hidup masing-masing dan memiliki hak untuk berpendapat. Ketika ada yang memilih untuk tidak memiliki anak atau Childfree, tidak ada salahnya karena setiap manusia memiliki hak mengutarakan pendapatnya. Namun, perlu kita ketahui bagaimana dampak adanya Childfree bagi diri kita dan generasi mendatang.

Sebagai umat muslim, kita meyakini bahwa islam sangat menganjurkan seorang wanita untuk memiliki anak dan memiliki keturunan. Kelak di hari kiamat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam akan sangat bangga jika memiliki ummat yang banyak. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis dari Ma’qil bin Yasaar, ia berkata:

“Ada seseorang yang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Aku menyukai wanita yang terhormat dan cantik, namun sayangnya wanita itu mandul (tidak memiliki keturunan). Apakah boleh aku menikah dengannya?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak.” Kemudian ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk kedua kalinya, masih tetap dilarang.
Sampai ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketiga kalinya, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Artinya: “Nikahilah wanita yang penyayang yang subur punya banyak keturunan karena aku bangga dengan banyaknya umatku pada hari kiamat kelak.” (HR. Abu Daud no. 2050 dan An Nasai no. 3229. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits tersebut hasan).

Dari hadis tersebut terlihat betapa bangganya Rasulullah kelak ketika memiliki ummat yang banyak. Tidak ingin kah kita mengambil bagian untuk membanggakan Rasulullah?

Memiliki banyak anak akan membuka banyak rezeki bukan? Maka jangan khawatir terkait rezeki sebab Allah telah menjamin rezeki untuk setiap hambanya.

Sebagaimana Allah berfirman: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” (QS. Huud: 6).

Ketika seorang wanita atau pasangan suami istri memutuskan untuk tidak memiliki anak keturunan atau Childfree, itu tentu akan berdampak bagi dirinya juga generasi.

Jika demikian, lantas siapa yang akan menjadi hak warisnya? Siapa yang akan meneruskan keturunan dari keluarganya? dan terpenting tidak ada lagi ladang pahala yang menjadi amal jariah jika seseorang mampu mendidik anak shalih/shalihah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, atau doa anak yang sholeh.” (HR. Muslim, no. 1631).

Tidak semua hal yang viral harus kita ikuti. Childfree ini akan sangat merugikan kita, agama, bangsa, dan negara. Adapun sisi negatif Childfree, yaitu:

1. Hilang kesempatan untuk mendapatkan amal jariah dari anak yang shalih/shalihah.

2. Mendapat stigma buruk dari lingkungan dan masyarakat yang masih memegang kuat pendapat “banyak anak banyak rezeki”.

3. Silsilah keluarganya terputus.

4. Bingung mewariskan harta kekayaan atau orang yang bisa menanggung utangngnya setelah meninggal dunia.

5. Gangguan psikologi di mana seiring bertambahnya usia, perasaan kesepian akan sering muncul.

6. Hidup tanpa anak berpotensi memberi pengaruh terhadap kesehatan.

7. Pasutri tidak memiliki orang yang bisa diandalkan untuk merawat ketika sudah tua.

8. Tidak mengikuti tuntunan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk memiliki keturunan padahal mampu.

9. Tidak merasakan kesempatan mendapatkan penyejuk mata (qurrata a’yun) padahal mampu.

Coba renungkan, banyak pasangan suami istri di luar sana yang telah lama menikah namun belum juga memiliki keturunan. Maka dari itu, selagi Allah Azza Wa Jalla masih memberikan kita kesehatan dan peluang, manfaatkanlah agar generasi agama dan bangsa ini tidak padam bahkan punah.

***********

Penulis: Siti Zulaikha
(Pengurus FMDKI News)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tinggalkan Balasan