MUJAHIDDAKWAH.COM, ENREKANG – Indera pendengarannya tidak lagi berfungsi sejak lebih dari 20 tahun lalu. Bermula ketika Ustadz Ismail Kalosi terjangkit penyakit Malaria, saat mengemban tugas dakwah di tanah papua ketika itu.
Namun demikian, keterbatasan itu tidak pernah menyurutkan semangatnya dalam berdakwah, hingga kini.
Bahkan, sosok dai yang kini usianya telah lebih dari setengah abad itu, dikenal semakin gigih menapaki jalan dakwah. Berkeliling dari kampung ke kampung pelosok di Kab. Enrekang-Sulawesi Selatan.
Diceritakan oleh sahabatnya, Ustadz Ilham Syawal yang juga Pengasuh Pesantren Hidayatullah Kab. Enrekang bahwa beliau memiliki semangat dalam dakwah ke berbagai pelosok-pelosok.
“Ustadz Ismail Kalosi dalam sebulan itu, paling banyak 1 pekan waktunya di rumah. Selebihnya, ia habiskan untuk bersilaturrahim dan berdakwah ke kampung-kampung binaannya, yang sebagian besar berada di daerah pelosok Enrekang,” ujarnya.
Bermalam di kampung yang satu, lalu berlanjut ke kampung dakwah berikutnya. Begitu ia mengatur waktu dan perjalanan dakwahnya, sehingga sangat jarang berada di rumah.
“Kadang menjadi tantangan tersendiri bagi beliau selama ini adalah kendaraannya. Motor yang selama ini digunakan Ustadz Ismail Kalosi kondisinya sudah udzur dan acap kali rusak di tengah perjalanan. Sementara jalan-jalan yang ia lewati adalah jalan di lereng-lereng gunung yang sepi,” ungkap Ustaz Ilham Syawal.
Alhamdulillah, awal bulan Agustus ini, BMH menyalurkan Armada Motor Dai untuk Ustadz Ismail Kalosi. Titipan amanah dari salah seorang muhsinin di Makassar ini diterima Ustadz Ismail di Kecamatan Sudu-Enrekang, pada Ahad 1 Agustus 2021.
“Terima kasih kepada Sahabat BMH yang telah menghadiahkan armada dai ini sebagai teman berjuang Ustadz Ismail Kalosi, menyusuri jalan dakwahnya di lereng-lereng gunung kabupaten Enrekang,” pungkasnya.
Laporan: Syamsuddin
Editor: Muhammad Akbar













































































