MUJAHIDDAKWAH.COM, ⁣⁣⁣MAKASSAR – Ramadan kian mendekati ujung. Sedikit lagi berlalu. Amalan terbaik apa yang telah kita lakukan? Ini momentum langka. Tepat pada hari ke-20 bulan penuh berkah.

Tiga mubalig berpengaruh di Indonesia tampil dalam satu panggung. Mereka membicarakan tema yang sama, “Jembatan Emas Surga dan Kemuliaan Umat”.

Ketiganya yakni KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym, Ustaz Das’ad Latif, dan KH Muhammad Zaitun Rasmin. Mereka tampil sebagai narasumber dalam tablig akbar virtual, Minggu pagi (2/5/2021) mulai pukul 09.00 wita.

Aa Gym, Ustaz Das’ad, dan Ustaz Zaitun dikenal sebagai mubalig berpengaruh di Indonesia. Mereka saling melengkapi.

Aa Gym adalah pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Jawa Barat. Ceramahnya selalu menyejukkan. Selalu mengajak jemaah untuk memperbaiki hati. Dikenal sebagai penemu konsep Perbaiki Diri dan Lakukan Terbaik (PDLT).

Lalu, Ustaz Das’ad aslinya seorang dosen Ilmu Komunikasi di Unhas. Dia meraih gelar doktor di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Awalnya belajar otodidak menjadi penceramah hingga populer seperti saat ini.

Kini, ceramah-ceramah Ustaz Das’ad yang terkesan ringan, banyak digemari. Tidak heran jika jam terbangnya kian tinggi. Mendapat undangan berdakwah di mana-mana.

Ceramah-ceramah Ustaz Das’ad terekam di akun Youtube-nya. Kini sudah punya 1,73 juta subscriber. Rata-rata video ceramahnya ditonton puluhan ribu hingga ratusan ribu orang.

Apa rahasianya? “Ibaratnya dalam skripsi, ada ustaz yang membahas tentang kerangka teori. Ada yang membahas kerangka konsep. Saya (memilih) definisi operasional,” kata Ustaz Das’ad dalam bincang-bincang di channel Akbar Faizal Uncensored.

“Contoh sedekah. Semua orang sudah tahu keutamaan bersedekah. Tapi bagaimana mengajak supaya orang bersedekah? Kalau tidak punya duit, sendal jepitmu sumbangkan ke masjid,” katanya memberi contoh.

Pembicara ketiga juga sudah tidak asing lagi. Ustaz Zaitun sering tampil dalam talkshow stasiun televisi nasional. Termasuk di program Indonesia Lawyers Club (ILC) TvOne.

Ustaz Zaitun yang dikenal punya jaringan luas di Timur Tengah adalah pendiri ormas Islam, Wahdah Islamiyah. Kadernya yang mencapai ratusan ribu orang tersebar di seluruh Indonesia.

Tak sekadar kader, mereka aktif mengikuti pengajian rutin secara berjenjang. Sekali sepekan. Diistilahkan dengan tarbiyah atau kelompok kajian Islam. Mulai belajar mengaji, tadabbur Al-Qur’an, mengamalkan, hingga mengajarkannya.

Ustaz Zaitun saat ini juga ketua Ikatan Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara. Sering tampil dalam forum-forum Islam internasional. Ceramah-ceramahnya dikenal lebih global. Bernuansa kebangsaan. Menjadi perekat umat Islam dari manhaj berbeda.

Kolaborasi ketiga mubalig ini menjadi menarik untuk ditunggu dalam tablig akbar, Minggu pagi. Acara ini diinisiasi Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar dan DPP Wahdah Islamiyah.

Dipandu host Teuku Wisnu alias Abu Adam. Dia mantan pesinetron yang kini hijrah. Lebih banyak tampil dalam acara-acara keagamaan.

Kepala Bagian Publikasi STIBA Makassar, Syahrul Qur’ani, Lc mengatakan, tablig akbar ini terbuka untuk umum. Berlangsung melalui Zoom dengan link http://bit.ly/JembatanEmasSurga.

Masyarakat yang ingin mengikuti acara ini bisa mendaftarkan diri secara online melalui http://bit.ly/DaftarTAJembatanEmasSurga. Panitia membatasi peserta hanya sampai 10.000.

“Sampai saat ini, peserta yang terdaftar sudah 5.000-an orang,” kata Ustaz Syahrul, Sabtu (1/5/2021).

Tablig akbar ini digelar dalam rangka penggalangan dana untuk pembangunan dua unit gedung asrama mahasiswa STIBA Makassar. Dana yang dibutuhkan sekitar Rp10 miliar untuk satu unit gedung.

Selama ini, asrama mahasiswa STIBA Makassar disediakan secara gratis. Termasuk fasilitasnya. Komitmen itu dipertahankan hingga sekarang. Termasuk gedung baru nanti.

Pembangunan asrama STIBA salah satu saluran amal jariyah terbaik. Perguruan tinggi ini ibaratnya pesantren mahasiswa dan mahasiswi. Belajar Al-Qur’an dan Hadis dan masalah-masalah keislaman secara penuh.

Mahasiswa yang belajar di STIBA umumnya para penghafal Al-Qur’an lulusan pesantren. Nyaris seluruh hari-harinya diisi dengan aktivitas belajar Al-Qur’an. Dosen STIBA umumnya lulusan LIPIA Jakarta dan Timur Tengah.

Sumber: Rakyatku
Editor: Muh Akbar

Tinggalkan Balasan