MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA — Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan dan kolaborasi untuk menjawab berbagai persoalan kebangsaan. Hal itu disampaikan Prof. Dr. H. Munawir Kamaluddin, M.Ag., M.H., pemerhati sosial dan pendidikan, terkait pelaksanaan Muktamar V di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, (21–25/08/2026).
Menurut Munawir, muktamar tidak cukup menjadi agenda internal organisasi, tetapi harus menghasilkan gagasan dan kontribusi yang dirasakan masyarakat.
“Ada organisasi yang tumbuh untuk membesarkan dirinya. Tetapi ada pula organisasi yang membesarkan dirinya agar dapat memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa. Di sinilah makna strategis Muktamar V Wahdah Islamiyah,” ujarnya.
Ia menilai tema “Memantapkan Persatuan dan Kolaborasi Menuju Indonesia Berkah” relevan dengan kondisi Indonesia yang beragam. Persatuan, menurutnya, bukan berarti menyeragamkan perbedaan, melainkan menemukan tujuan bersama.
“Persatuan adalah kemampuan menemukan tujuan bersama di tengah perbedaan. Kolaborasi juga bukan berarti kehilangan identitas, tetapi menyatukan kekuatan untuk menyelesaikan persoalan bersama,” jelasnya.
Munawir juga mendorong agar dakwah hadir dalam bentuk pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Pendidikan, ekonomi umat, kaderisasi, ketahanan keluarga, kesehatan, dan pemberdayaan dinilai perlu menjadi bagian dari kontribusi dakwah.
“Dakwah yang dibutuhkan zaman adalah dakwah yang tidak hanya berbicara kepada masyarakat, tetapi bekerja bersama masyarakat. Tidak hanya membangun lembaga, tetapi membangun manusia,” tuturnya.
Ia berharap Wahdah Islamiyah terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, ormas, media, dan masyarakat sipil. Namun, kolaborasi tersebut tetap harus dibangun dengan integritas dan independensi.
Selain itu, Munawir menilai pengukuhan ribuan guru Al-Qur’an dalam rangkaian Muktamar V memiliki makna strategis bagi pembangunan manusia.
“Membangun Indonesia pada akhirnya adalah membangun manusia. Teknologi dapat membuat bangsa maju, tetapi nilai dan karakter menentukan ke mana kemajuan itu diarahkan,” ujarnya.
Ia berharap Muktamar V tidak berhenti pada keputusan organisatoris, tetapi menghasilkan program yang konkret dan berdampak bagi masyarakat.
“Muktamar jangan hanya menghasilkan keputusan yang selesai ketika sidang ditutup. Gagasannya harus keluar dari ruang sidang, bergerak di tengah masyarakat, dan menghasilkan perubahan yang dapat diukur,” katanya.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi yang memiliki kedalaman spiritual, keluasan intelektual, dan kematangan sosial. Karena itu, organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam pembangunan manusia menuju Indonesia Emas.
“Indonesia tidak sedang menunggu siapa yang paling besar. Indonesia sedang menunggu siapa yang paling bersedia bekerja bersama,” pungkasnya.
Laporan: Muh. Fikram











































































![🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩 Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi tentang keberanian menjaga nilai-nilai yang membuat sebuah bangsa tetap bermartabat. Mari terus merawat keberanian untuk bersuara, menegakkan kebenaran, dan memperjuangkan keadilan. Kemerdekaan akan lebih bermakna ketika kita mampu mengisinya dengan nilai kepedulian, keberanian, dan kontribusi nyata bagi sesama. Sebab, bangsa yang merdeka adalah bangsa yang terus memperjuangkan keadilan dan kebenaran serta melawan setiap penjajah yang menista tanah suci (Baitul Maqdis) dan Masjidil Aqsa al-Mubarak. www.mujahiddakwah.com
[ Bersuara - Menginspirasi - Bergerak ] #indonesia #kemerdekaanindonesia #masjidalaqsa #prabowo #mujahiddakwah 🇮🇩 DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 🇮🇩 Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi tentang keberanian menjaga nilai-nilai yang membuat sebuah bangsa tetap bermartabat. Mari terus merawat keberanian untuk bersuara, menegakkan kebenaran, dan memperjuangkan keadilan. Kemerdekaan akan lebih bermakna ketika kita mampu mengisinya dengan nilai kepedulian, keberanian, dan kontribusi nyata bagi sesama. Sebab, bangsa yang merdeka adalah bangsa yang terus memperjuangkan keadilan dan kebenaran serta melawan setiap penjajah yang menista tanah suci (Baitul Maqdis) dan Masjidil Aqsa al-Mubarak. www.mujahiddakwah.com
[ Bersuara - Menginspirasi - Bergerak ] #indonesia #kemerdekaanindonesia #masjidalaqsa #prabowo #mujahiddakwah](https://scontent-sin2-1.cdninstagram.com/v/t51.82787-15/780910531_17976653331093484_2692693040347743731_n.webp?stp=dst-jpg_e35_tt6&_nc_cat=100&ccb=7-5&_nc_sid=18de74&efg=eyJlZmdfdGFnIjoiRkVFRC5iZXN0X2ltYWdlX3VybGdlbi5DMyJ9&_nc_ohc=w_jB6kKQkq0Q7kNvwFZxPaO&_nc_oc=AdpQdcjzCaUi-RsvKtTkbmWl1lcOPKeQvmHowj2hd0zVSeU9Gpf3bo58Elp4J8OHYfE&_nc_zt=23&_nc_ht=scontent-sin2-1.cdninstagram.com&edm=ANo9K5cEAAAA&_nc_gid=dAciT_xRWJEIFtYcP2_0jw&_nc_tpa=Q5bMBQIeSWMRx0zlTufs4uuPRErN-Ld6-Bh2U3sYOCh-uapq2GDAovuGlKY76tZ-wX52b0F0Vry_coKC&oh=00_AQFKybbT8GMUbZhSoqFnfPK2WqWCTehnaccsvq0diAWvJA&oe=6A92E7F6)


