MUJAHIDDAKWAH.COM, LUWU UTARA—Muslimah Wahdah Daerah (MWD) bersama Muslimah Wahdah Cabang (MWC) Luwu Utara menggelar Daurah Ramadan Muslimah (DRM) 1447 H/2026 M secara serentak di tujuh titik wilayah Luwu Utara, Ahad, (08/2/26). Kegiatan ini mengusung tema “Ramadan Momentum Merajut Harmoni Menuju Indonesia Takwa” dan diikuti oleh 465 peserta.
DRM Nasional 2026 berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 12.00 WITA dan dilaksanakan di MWC Baebunta, Masamba, Bone-Bone, Sukamaju, Tanalili, Sabbang, dan Malangke. Kegiatan ini menghadirkan para pemateri muslimah yang membahas penguatan pemahaman ibadah Ramadan serta peningkatan keimanan dan ketakwaan.
Ketua Panitia DRM Nasional 2026, Rachmawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar dakwah untuk mempersiapkan muslimah menyambut bulan suci.
“Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan keimanan, menambah ilmu, serta mempererat ukhuwah Islamiyah. Semoga setiap partisipasi bernilai ibadah di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

Dukungan tokoh masyarakat terlihat di sejumlah titik pelaksanaan. Di MWC Baebunta, Ketua BKMT Kecamatan Baebunta, Sinar B. Sewang, SE, turut hadir dan mengapresiasi pelaksanaan DRM.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena menjadi sarana menambah ilmu, memperkuat iman, dan memotivasi peningkatan ibadah, khususnya di bulan Ramadan,” ungkapnya.
Di titik Bone-Bone, kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh lintas unsur, di antaranya Ketua Bhayangkari Ranting Bone-Bone Bd. Nadiya Muhajir, S.ST., M.Kes, Wakil Ketua Bhayangkari Ibu Tatik Yuharni, SKM, Ketua TP PKK Desa Patoloan Ibu Muawanah, S.P, serta perwakilan pemerintah desa dan kelurahan setempat. Mereka menilai DRM sebagai sarana edukatif untuk menambah pemahaman ibadah puasa Ramadan.
Ketua Panitia Titik Bone-Bone, Ria Hasriani, menegaskan bahwa DRM menjadi ruang pembinaan muslimah.
“Daurah Ramadan merupakan salah satu sarana bagi para muslimah untuk menambah ilmu dalam memaksimalkan pahala serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.
Para pemateri dalam DRM Nasional 2026 juga menekankan pentingnya ilmu sebagai landasan ibadah. Salah satu pemateri menyampaikan,
“Menuntut dan memahami ilmu tentang puasa sangat penting agar ibadah yang dilakukan benar dan insyaa Allah diterima oleh Allah.”
Sementara itu, di titik Malangke, DRM Nasional 2026 mendapat dukungan dari Kepala Desa Tolada, Asliyah Aras, S.P. Ketua Panitia Titik Malangke, Nur Mishbah, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi muslimah.
“DRM ini bertujuan menambah wawasan terkait amaliyah bulan Ramadan sekaligus mempererat ukhuwah di kalangan muslimah Malangke,” tuturnya.
Melalui DRM Nasional 2026 ini, MWD dan MWC Muslimah Wahdah Luwu Utara berharap para muslimah semakin siap menyambut Ramadan dengan ilmu yang benar, semangat ibadah yang meningkat, serta komitmen untuk memperbaiki kualitas ketakwaan.
Reporter: Wahyuni
Editor: AdminMD.Com













































































MaasyaAllah 😇❤️