Wahai para anak….
Dikarenakan permasalahan berbakti kepada orangtua adalah masalah yang penting, banyak perkataan ulama tentang masalah ini. Mereka bahkan menulis buku secara khusus. Cukuplah sebagai bukti dalam kitab-kitab keutamaan amal, kitab jami‟, kitab khusus akhlak, yang memiliki bab khusus tentang berbakti kepada orangtua. Ada ulama yang menulis satu buku khusus tentang orangtua yaitu Ibnul Jauzy al-hambali rahimahullah, bukunya berjudul “Al-Birr wa Shillah”. Imam Bukhari rahimahullah, memiliki buku “Birrul Walidayn” yang mengumpulkan hadits-hadits tentang bakti kepada orangtua.
Ibnul Jauzy rahimahullah, mengatakan :
“Aku melihat anak muda di zamanku, mereka tidak peduli dengan masalah berbakti kepada orangtua. Mereka tidak berpandangan bahwa berbakti kepada orangtua adalah sebuah keharusan, sebagaimana membayar hutang. Saya jumpai mereka bersuara keras kepada orangtua mereka, seakan-akan mereka tidak meyakini bahwa mentaati orangtuaadalah wajib. Mereka putus hubungan yang Allah perintahkan untuk disambung, yang Allah telah jelaskan dalam Al-Quran dan Allah telah larang dengan larangan paling keras. Bahkan mereka respon perintah berbakti kepada orangtua dengan memboikot orangtua dan bersuara keras di hadapannya.”
Setelah itu Ibnul Jauzy rahimahullahu membawakan sejumlah dalil dan riwayat dari salaf mengenai berbakati dengan orangtua. Kemudian Ibnul Jauzy rahimahullahu berkata “Anak yang berbakti kepada orangtua hendaknya menyadari bahwa betapapun anak itu berbakti kepada orangtua, tetap saja belum bisa membalas kebaikan orangtua.”
Dari Zurah bin Ibrahim, ada laki-laki yang mendatangi Umar radhiyallahu „anhu berkata : “Wahai amirul mukminin, saya punya seorang ibu, yang dia sudah tua renta. Sesungguhnya ibuku tidak bisa memenuhi hajatnya kecuali punggungku adalah kendaraanya.”
Laki-laki itu berkata : “Aku yang mewudhukannya dan wajahku kupalingkan darinya.”
Laki-laki itu berkata : “Wahai amirul mukminin, apakah aku telah menunaikan kewajibanku, telah membalas hak ibukku?”
Jawaban Umar : “BELUM”
Si Anak mengatakan : “bukankah aku telah menggendongnya kepadapunggungku, dan aku menahan diriku hanya untuk mengurusi ibuku.”
Umar katakan : “Ibumu dulu juga berbuat demikian saat kamu bayi, dengan harapan agara kamu berumur panjang.”Namun berbeda!
Umar katakan :
Dan kau wahai anak berbuat demikian kepada ibumu tapi dalam keadaan kau berangan-angan kapan segera matinya!
Kisah lain, ada laki-laki datang menemui Ibnu Umar radhiyallahu „anhumaa dia katakan : “Kugendong ibuku di pundakku, dari Khurosan (sekitar Afganistan), jalan sampai Mekkah. Aku gendong ibuku untuk menunaikan manasik haji.”
Dia berkata : “Apakah engkau punya sangkaan wahai sahabat Nabi,bahwa aku telah membalas kebaikan ibuku?”
Jawaban Abdullah bin Umar radhiyallahu „anhuma :Belum! Kamu belum membalas ibumu! Meskipun erangan satu erangan ketika dia melahirkanmu” Ibnul Jauzy rahimahullahu mengatakan :
“Bentuk berbakti kepada orang tua adalah dengan taat kepada keduanya selama itu tidak haram, mendahulukan permintaan keduanya daripada ibadah sunnah, mejauhi apa yang dilarang keduanya, menafkahi keduanya, dan bersengaja mencari-cari apa yang diinginkan keduanya.”
“Maksud berbakti adalah mubalaghoh, betul-betul totalitas melayani, punya sopan santun kepada keduanya, hormat kepada keduanya. Jangan bersuara keras di hadapanya, jangan membentak di hadapanya, jangan melotot kepada keduanya, jangan panggil langsung namanya, berjalanlah di belakangnya. Ini satu hal yang penting, bersabar dengan semua yang tidak nyaman dari keduanya.”
Katakan Aaaamin
Wahai para anak…
Bahasan yang telah lewat mengenai berbakti kepada orangtua adalah salah baru sedikit penjelasan dari yang semestinya yang banyak.Terdapat banyak dalil-dalil syari‟at yang menegaskan tinggi dan agungnya kedudukan orangtua.
Kesimpulannya : berbakti kepada orangtua adalah salah satu bentuk amal yang mendekatkan diri kepada Allah yang luar biasa. Orang-orang berlomba untuk bisa mendapatkannya. Adalah para Nabi dan Rasul utusan Allah, mereka adalah orang yang terdepan di antara orang yang berlomba berbakti kepada orangtua. Allah telah kisahkan keadaan sebagian mereka, tentang kasih sayang mereka dan bakti mereka, dan perbuatan mereka kepada kedua orangtuanya.
*************
Penulis: Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad As-Sadhan hafizhahullahu
Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…
Artikel: www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah













































































