• Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kirim Tulisan
Sabtu, Oktober 31, 2026
Advertisement
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Prof Syamsuddin Arif Ingatkan Bahaya Laten Ateisme di Kalangan Gen Z

    Prof Syamsuddin Arif Ingatkan Bahaya Laten Ateisme di Kalangan Gen Z

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Refleksi Sumpah Pemuda, Ustadz Zaitun Rasmin: Jangan Biarkan Pemuda Kehilangan Arah dan Masa Depan

    Refleksi Sumpah Pemuda, Ustadz Zaitun Rasmin: Jangan Biarkan Pemuda Kehilangan Arah dan Masa Depan

    Tingkatkan Kecintaan pada Al-Qur’an, LDF Al-Muhajirin FAH UIN Alauddin Makassar Gelar Program SMART

    Tingkatkan Kecintaan pada Al-Qur’an, LDF Al-Muhajirin FAH UIN Alauddin Makassar Gelar Program SMART

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    Tiga Delegasi PBA IAI STIBA Makassar Raih Juara dalam Lomba Bahasa Arab Lisanul Hikmah 2026

    Tiga Delegasi PBA IAI STIBA Makassar Raih Juara dalam Lomba Bahasa Arab Lisanul Hikmah 2026

    Innalillahi, Kiai Syukron Ma’mun Wafat: Ulama Karismatik yang Dijuluki ‘Singa Podium’

    Innalillahi, Kiai Syukron Ma’mun Wafat: Ulama Karismatik yang Dijuluki ‘Singa Podium’

    FORKOMNAS Kecam Serangan Houthi ke Saudi, Pelarangan Jilbab di Azerbaijan dan Konser Andrea Bocelli

    FORKOMNAS Kecam Serangan Houthi ke Saudi, Pelarangan Jilbab di Azerbaijan dan Konser Andrea Bocelli

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Siapa Pun Perdana Mentrinya, Kejahatan Israel atas Palestina tak Berubah

    Siapa Pun Perdana Mentrinya, Kejahatan Israel atas Palestina tak Berubah

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    FORKOMNAS Kecam Serangan Houthi ke Saudi, Pelarangan Jilbab di Azerbaijan dan Konser Andrea Bocelli

    FORKOMNAS Kecam Serangan Houthi ke Saudi, Pelarangan Jilbab di Azerbaijan dan Konser Andrea Bocelli

    Ustadz Zaitun Rasmin Kecam Keras Serangan Houthi ke Saudi yang Tewaskan 13 Orang dan Ratusan Terluka

    Ustadz Zaitun Rasmin Kecam Keras Serangan Houthi ke Saudi yang Tewaskan 13 Orang dan Ratusan Terluka

    MUI Kecam Serangan Houthi atas Jamaah Umrah dan Warga Sipil di Bandara Riyadh

    MUI Kecam Serangan Houthi atas Jamaah Umrah dan Warga Sipil di Bandara Riyadh

    Serangan Drone Houthi di Bandara Utama Arab Saudi Tewaskan 12 Orang dan 309 Lainnya Terluka

    Serangan Drone Houthi di Bandara Utama Arab Saudi Tewaskan 12 Orang dan 309 Lainnya Terluka

    3 Tahun Genosida Gaza: 74 Ribu Korban Tewas dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Henti

    3 Tahun Genosida Gaza: 74 Ribu Korban Tewas dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Henti

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Larangan Hijab di Azerbaijan, Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM

    Larangan Hijab di Azerbaijan, Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM

    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
  • HOME
  • ARTIKEL
    • All
    • Adab & Ibadah
    • Al-Qur'an & Hadits
    • Aqidah & Manhaj
    • Fiqih Islam
    • Sirah Nawabiyah
    Prof Syamsuddin Arif Ingatkan Bahaya Laten Ateisme di Kalangan Gen Z

    Prof Syamsuddin Arif Ingatkan Bahaya Laten Ateisme di Kalangan Gen Z

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Hikmah di Balik Bencana Nepal, Panggilan untuk Bermuhasabah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Cara Menjadi Manusia Terbaik Menurut Ibnu Qayyim

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Meneladani Nabi Ibrahim AS di Tengah Dunia yang Penuh Konflik

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ketauladanan Ibrahim AS dalam pengabdian dan kepemimpinan

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Ibadah Haji: Antara Ritual dan Pengabdian Sosial

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Tujuan Hakiki Pendidikan, Menanamkan Nilai dan Adab

    Fatwa MUI: Mengapa Memanfaatkan Dana Hasil Investasi Setoran Awal untuk Jamaah Lain Haram?

  • KHAZANAH
    • All
    • Biografi
    • Islam & Indonesia
    • Pendidikan & Ilmu
    • Sejarah Islam
    • Tazkiyatun Nafs
    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Kepemimpinan Ekoteologi Perempuan dan Lingkungan

    Nasehat yang Menggugah, Dialah Kematian

    Putra Abu Jahal Menjadi Mujahid Handal

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 10): Hijrah Ustadz Umar Soleh ke Kota Makassar

    Sejarah Ulama Nusantara (Bag 5): Jelajah Dakwah Syaikh Yusuf al-Maqassari

    Sejarah Tokoh Wahdah Islamiyah (Bag 9): Semangat Menuntut Ilmu Ustadz Umar Soleh Mulai Dari Sekolah Dasar

  • NASIONAL
    • All
    • Berita Nasional
    • Feature
    • Info Kegiatan
    • Kabar Kampus
    • Kabar Ummat
    • Sekolah & Universitas
    Refleksi Sumpah Pemuda, Ustadz Zaitun Rasmin: Jangan Biarkan Pemuda Kehilangan Arah dan Masa Depan

    Refleksi Sumpah Pemuda, Ustadz Zaitun Rasmin: Jangan Biarkan Pemuda Kehilangan Arah dan Masa Depan

    Tingkatkan Kecintaan pada Al-Qur’an, LDF Al-Muhajirin FAH UIN Alauddin Makassar Gelar Program SMART

    Tingkatkan Kecintaan pada Al-Qur’an, LDF Al-Muhajirin FAH UIN Alauddin Makassar Gelar Program SMART

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    Tiga Delegasi PBA IAI STIBA Makassar Raih Juara dalam Lomba Bahasa Arab Lisanul Hikmah 2026

    Tiga Delegasi PBA IAI STIBA Makassar Raih Juara dalam Lomba Bahasa Arab Lisanul Hikmah 2026

    Innalillahi, Kiai Syukron Ma’mun Wafat: Ulama Karismatik yang Dijuluki ‘Singa Podium’

    Innalillahi, Kiai Syukron Ma’mun Wafat: Ulama Karismatik yang Dijuluki ‘Singa Podium’

    FORKOMNAS Kecam Serangan Houthi ke Saudi, Pelarangan Jilbab di Azerbaijan dan Konser Andrea Bocelli

    FORKOMNAS Kecam Serangan Houthi ke Saudi, Pelarangan Jilbab di Azerbaijan dan Konser Andrea Bocelli

  • KALAM
    • All
    • Akhir Zaman
    • Ghazwul Fikr
    • Jihad Fisabilillah
    • Khutbah Jum'at
    • Siyasah Syar'iyyah
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Memaknai All Eyes on Rafah, Buka Mata Dunia Atas Genosida di Gaza

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Tragedi Gaza, Apakah Kita Masih Ada?

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Kita Bisa dan Wajib untuk Berjuang bagi Al Aqsha, Gaza dan Palestina

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat: Gaza Masih Berdarah, Jangan Tinggalkan

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Kita Adalah Gaza

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Istqomah Peduli Gaza Adalah Ujian Iman

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Hukuman Mati Tahanan Palestina, Dimana Peran Kita?

  • LIFESTYLE
    • All
    • Cinta Dunia
    • Gender & Feminisme
    • Jendela Hati
    • Parenting
    • Ramadhan
    • Tips Bahagia
    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Kuliah Ramadhan 03: Kedisiplinan Itu Adab

    Ayat Al Quran yang Patut Direnungi, Sebelum Berpisah dengan Ramadhan (Menutup Kebaikan dengan Istigfar)

    Amalan Terbaik di Bulan Ramadhan

    Kuliah Ramadhan 01: Taqwa dan Adab

    Rambu-Rambu Berbakti Kepada Orangtua (Bag 1)

    Catatan Pendidikan (Bag 7): Tua Sebagai Pendidik Pertama dan Utama dalam Keluarga

    Catatan Pendidikan (Bag 6): Covid 19 dan Masa Depan Pendidikan Kita

    Cadar Dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (Bag 1)

  • DUNIA ISLAM
    • All
    • Info Haji & Umrah
    • Internasional
    • Kabar Turki
    • Palestina
    • Timur Tengah
    Siapa Pun Perdana Mentrinya, Kejahatan Israel atas Palestina tak Berubah

    Siapa Pun Perdana Mentrinya, Kejahatan Israel atas Palestina tak Berubah

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    FORKOMNAS Kecam Serangan Houthi ke Saudi, Pelarangan Jilbab di Azerbaijan dan Konser Andrea Bocelli

    FORKOMNAS Kecam Serangan Houthi ke Saudi, Pelarangan Jilbab di Azerbaijan dan Konser Andrea Bocelli

    Ustadz Zaitun Rasmin Kecam Keras Serangan Houthi ke Saudi yang Tewaskan 13 Orang dan Ratusan Terluka

    Ustadz Zaitun Rasmin Kecam Keras Serangan Houthi ke Saudi yang Tewaskan 13 Orang dan Ratusan Terluka

    MUI Kecam Serangan Houthi atas Jamaah Umrah dan Warga Sipil di Bandara Riyadh

    MUI Kecam Serangan Houthi atas Jamaah Umrah dan Warga Sipil di Bandara Riyadh

    Serangan Drone Houthi di Bandara Utama Arab Saudi Tewaskan 12 Orang dan 309 Lainnya Terluka

    Serangan Drone Houthi di Bandara Utama Arab Saudi Tewaskan 12 Orang dan 309 Lainnya Terluka

    3 Tahun Genosida Gaza: 74 Ribu Korban Tewas dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Henti

    3 Tahun Genosida Gaza: 74 Ribu Korban Tewas dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Henti

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

  • TSAQOFAH
    • All
    • Ekonomi Islam
    • Jejak Hidayah
    • Kolom
    • Opini Anda
    • Resensi Buku
    Larangan Hijab di Azerbaijan, Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM

    Larangan Hijab di Azerbaijan, Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM

    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Rasisme: Dosa Asal Amerika

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Allah Terus Menjamin Kemenangan Al-Haqq- Bagian 2

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

    Islam: Agama yang Paling Disalahpahami

  • PAHAM SESAT
    • All
    • Ahmadiyah
    • Feminisme
    • Lainnya
    • Sepilis
    • Syi'ah
    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

    Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

    Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

    Pandangan Protestan Terhadap Pluralisme Agama

    Pandangan Katolik Terhadap Pluralisme Agama

    Upaya Meliberalkan Guru Agama

    Kebebasan Konsep Penting Worldview Sekular

    Promosi Lesbi, Hina Nabi dan Lecehkan Al-Quran

No Result
View All Result
Mujahid Dakwah
No Result
View All Result
in PAHAM SESAT, Sepilis

Upaya Meliberalkan Guru Agama

Muh Akbarby Muh Akbar
Reading Time: 9 mins read
Juni 16, 2026
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp

Pada 25 November 2008, situs berita Detik.com menurunkan sebuah berita berjudul ”Guru Agama Islam di Jawa Masih Konservatif”. Berdasarkan hasil survei Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri (PPIM-UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, ditemukan bahwa ”Guru-guru agama Islam sekolah umum di Jawa masih bersikap konservatif. Bahkan, para guru tersebut sangat rendah dalam mengajarkan semangat kebangsaan.”

Direktur PPIM-UIN Jakarta Dr. Jajat Burhanudin mengatakan, bahwa survei dilakukan terhadap 500 guru di 500 SMA/SMK di Jawa selama kurun Oktober 2008. Responden dipilih dengan menggunakam metode random acak sederhana. Selain itu juga dilakukan wawancara terstruktur terhadap 200 siswa. “Dari 500 responden, 67,4% mengaku merasa sebagai orang Islam dan hanya 30,4% yang merasa sebagai orang Indonesia,” tambah dosen Fakultas Adab UIN Jakarta tersebut.

Lokasi survei dilakukan di kota-kota besar dan menengah di Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya, Malang, Solo dan Cirebon. Berdasarkan hasil survei tersebut, Jajat merasa khawatir terhadap keberlangsungan berkebangsaan ke depan. Pemahaman kebangsaan yang sempit bisa mempengaruhi wawasan kebesangaaan. “Banyak faktor kenapa guru agama berperilaku seperti itu, bisa karena pemahaman individu guru,kurikulum atau rendahnya dialog antar agama. Padahal itu di SMA/SMK umum, bukan disekolah agama,” pungkasnya. Begitulah berita dari Detik.com.

You might also like

Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

Melalui Perpres, Prabowo Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter Setara dengan Terorisme

Juli 18, 2026
Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

Menolak Normalisasi LGBT, Menjaga Integritas Moral dan Akademik Kampus

Juni 17, 2026

Pandangan Hindu Terhadap Pluralisme Agama

Juni 16, 2026

Melanjutkan Tongkat Estafet Perjuangan M. Natsir Membendung Arus Deras Sekularisme Dalam Pendidikan

Juni 16, 2026

Koran The Jakarta Post melalui situsnya, www.thejakartapost.com, juga menurunkan berita hasil survei PPIM-UIN Jakarta, dengan menulis bahwa ”Sebagian besar guru-guru agama Islam di sekolah negeri dan swasta di Jawa menentang Pluralism, cenderung ke arah radikalisme dan konservatisme. (Most Islamic studies teachers in public and private schools in Java oppose pluralism, tending toward radicalism and conservatism, according to a survey released in Jakarta on Tuesday).

Menurut survei ini, sebanyak 62,4 persen guru agama – termasuk dari kalangan NU dan Muhammadiyah, misalnya, menolak untuk mengangkat pemimpin non-Muslim. Survei juga menunjukkan, 68.6 persen guru agama menentang diangkatnya orang non-Muslim sebagai kepala sekolah mereka; dan sebanyak 33,8 persen menolak kehadiran guru non-Muslim di sekolah mereka. Persentase guru agama yang menolak kehadiran rumah ibadah non-Muslim di lingkungan mereka juga cukup besar, yakni 73,1 persen. Sementara itu, ada 85,6 persen guru agama yang melarang murid mereka untuk ikut merayakan apa yang dipersepsikan sebagai “Tradisi Barat”. Begitu juga ada 87 persen yang menganjurkan muridnya untuk tidak mempelajari agama-agama lain; dan 48 persennya lebih menyukai pemisahan murid laki-laki dan wanita dalam kelas yang berbeda.

Menurut Jajat Burhanuddin, pandangan anti-pluralis para guru agama tersebut terefleksikan dalam pelajaran mereka dan memberikan kontribusi tumbuhnya konservatisme dan radikalisme di kalangan Muslim Indonesia.

Survei PPIM-UIN Jakarta itu juga menunjukkan ada 75,4 persen dari responden yang meminta agar murid-murid mereka mengajak guru-guru non-Muslim untuk masuk Islam, sementara 61,1 persen menolak sekte baru dalam Islam. Sebanyak 67,4 persen responden yang lebih merasa sebagai muslim ketimbang sebagai orang Indonesia. Lebih dari itu, mayoritas responden juga mendukung penerapan syariah Islam untuk mengurangi angka kriminalitas: 58,9 persen mendukung hukum rajam dan 47,5 persen mendukung hukum potong tangan untuk pencuri serta 21,3 persen setuju hukuman mati bagi orang murtad dari agama Islam.

Sebanyak 44,9 responden mengaku sebagai anggota NU dan 23,8 persennya mengaku pendukung Muhammadiyah. Menurut Jajat, itu menunjukkan kedua organisasi tersebut gagal menanamkan nilai-nilai moderat ke kalangan akar rumput. Menurutnya, moderatisme dan pluralisme hanya dipeluk oleh kalangan elite mereka. Ia juga mengaku takut bahwa fenomena semacam ini telah memberikan kontribusi dalam meningkatkan radikalisme dan bahkan terorisme di negeri kita.

Bahkan, katanya, para guru agama itu telah memainkan peran kunci dalam mempromosikan konservatisme dan radikalisme di kalangan Muslim saat ini. Konservatisme dan radikalisme bukan hanya dikembangkan di jalan-jalan sebagaimana dikampanyekan oleh FPI, tetapi telah berakar dalam sistem pendidikan agama. Bahkan, lebih jauh ia katakan, bahwa sikap intoleran yang dikembangkan dalam pendidikan agama Islam selama ini akan mengancam hak-hak sipil dan politik dari kaum non-Muslim.

Begitulah hasil survei PPIM-UIN Jakarta. Secara jelas, penelitian PPIM-UIN Jakarta membawa misi besar untuk merombak pola pikir para guru agama di masa depan. Mereka diharapkan agar menjadi pluralis, tidak konservatif, tidak radikal. Mereka nantinya harus mau menerima pemimpin non-Muslim, menerima guru non-Muslim, menolak penerapan syariah, mendukung hak murtad, mendukung perayaan-perayaan model Barat, dan sebagainya. Itulah yang disebut oleh Direktur PPIM-UIN Jakarta itu sebagai jenis Islam moderat, Islam pluralis, atau entah jenis Islam apa lagi. Yang penting jenis Islam yang baru nanti harus mendapat ridho dari nagar-negara Barat yang menjadi donatur penting dari lembaga-lembaga sejenis PPIM-UIN Jakarta tersebut.

Misi inilah yang sebenarnya sedang diemban oleh lembaga-lembaga penelitian dan pendidikan Islam yang sadar atau tidak menyediakan dirinya menjadi agen dari pemikiran dan kepentingan Barat. Dalam website PPIM-UIN Jakarta (www.ppim.or.id) dapat dilihat daftar mitra kerja dari lembaga ini, diantaranya: AUSAID, US embassy, The Asia Foundation, The Ford Foundation, dan sebagainya.

Karena itu, yang kini sedang dikerjakan oleh sejumlah Perguruan Tinggi Islam di Indonesia adalah menyiapkan guru-guru agama yang pluralis. Inilah sesuai dengan isi memo Menhan AS Donald Rusmsfeld, pada 16 Oktober 2003: “AS perlu menciptakan lembaga donor untuk mengubah kurikulum pendidikan Islam yang radikal menjadi moderat. Lembaga pendidikan Islam bisa lebih cepat menumbuhkan teroris baru, lebih cepat dibandingkan kemampuan AS untuk menangkap atau membunuh mereka. (Harian Republika, 3/12/2005).

AS dkk memang sangat serius dalam menggarap pendidikan Islam di Indonesia. Disebutkan dalam ”Laporan Kebebasan Beragama Internasional 2007” yang dikeluarkan oleh Deplu AS, bahwa: ”Misi diplomatik AS terus mendanai Pusat Studi Agama dan Lintas Budaya (CRCS) di Universitas Gajah Mada Yogyakarta.” CRCS adalah program pasca sarjana lintas budaya dan lintas agama yang ditempatkan di UGM yang misinya mencetak sarjana-sarjana agama yang pluralis. Namun, sebagai bagian dari program politik luar negeri AS, CRCS bukan sekedar program pasca sarjana biasa. Lembaga ini sangat aktif dalam menyebarkan pemikiran-pemikirannya ke tengah masyarakat, melalui berbagai program siaran di radio dan televisi. Hasil dialog itu pun kemudian dibukukan dan disebarkan ke tengah masyarakat.

Menyimak materi-materi yang disebarkan, terlihat dengan jelas, bahwa misi yang diemban oleh CRCS adalah misi penghancuran keyakinan dan fanatisme umat beragama terhadap agamanya sendiri. CRCS juga mengembangkan misi agar pelajaran agama nantinya dihapuskan dari sekolah-sekolah, digantikan dengan ”pelajaran keagamaan”. Dalam buku berjudul Resonansi: Dialog Agama dan Budaya, (Yogya: CRCS, 2008), dikutip ucapan nara sumber diskusi (Prof. Djohar MS) yang menyatakan:

”Kalau pendidikan agama itu berarti mempelajari satu pemahaman keagamaan tertentu sedangkan pendidikan keagamaan itu mempelajari agama-agama. Kalau di madrasah misalkan itu adalah pendidikan agama yang mempelajari hanya agama Islam, tetapi kalau di sekolah-sekolah umum adalah pendidikan keagamaan, yang mencari common-ground dari semua agama… Nah, kalau common ground ini dipelajari di sekolah, maka persatuan dan kesatuan bangsa ini akan bisa tercapai. Sedangkan pelajaran agama sesuai dengan agama masing-masing siswa dipelajari di sekolah akan bisa memunculkan bibit-bibit perpecahan yang akan berbahaya di kemudian hari.”

Dalam buku terbitan CRCS Yogya ini juga dipromosikan bagaimana satu sekolah di Yogyakarta telah menerapkan pendidikan Pluralisme, dan tidak lagi mengajarkan pendidikan agama berdasarkan agama masing-masing. Seorang guru di sekolah itu menyatakan: ”…kami memang tidak bisa menggolong-golong anak melihat dari sisi agamanya apa. Tetapi yang lebih penting menurut kami adalah meskipun dia tidak beragama tetapi kami yakin bahwa dia beriman.”

Jadi, jelaslah bahwa CRCS mengemban misi penggantian pelajaran agama dengan pelajaran keagamaan yang lintas-agama. Pendidikan Religiositas sudah pernah diajukan oleh Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Semarang, dan disefinisikan sebagai: ”komunikasi iman antar-siswa yang seagama maupun berlainan agama mengenai pengalaman hidup mereka yang digali/diungkapkan maknanya, sehingga mereka terbantu untuk menjadi manusia utuh (religius, bermoral, terbuka) dan diharapkan mampu menjadi pelaku perubahan sosial, demi terwujudnya kesejahteraan bersama lahir dan batin.”

Di kalangan Katolik sendiri, banyak yang mempertanyakan model pendidikan agama semacam ini, khususnya mempertanyakan dimana posisi gereja sebagai lembaga yang mewartakan Kristus. Yang mengapresiasi gagasan ini diantaranya adalah Keuskupan Palembang yang bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Provinsi menyelenggarakan pelatihan untuk mempersiapkan para guru pendidikan Religiositas. Gagasan ini juga pernah dipresentasikan di Jakarta oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas pada 1 April 2006, dalam sebuah seminar bertema ”Pelayanan Keagamaan yang Inklusif bagi Para Siswa.” (Lebih jauh tentang Pendidikan Religiositas, lihat buku Problematika Pendidikan Agama di Sekolah: Hasil Penelitian tentang Pendidikan Agama di Kota Jogjakarta 2004-2006, terbitan Interfidei, 2007).

Meskipun masih merupakan hal yang kontroversial, model pendidikan agama yang baru inilah yang sedang dipromosikan oleh CRCS. Misi CRCS yang diakui sebagai bagian dari misi diplomatik AS juga bisa dibaca melalui jurnal terbitannya, RELIEF (Journal of Religous Issues). Pada Vol. 1, No. 2, Mei 2003, editorial jurnal ini sudah mengritik pendidikan agama di Indonesia. Ditulis dalam jurnal ini:

”Dalam realitasnya, pendidikan agama kita cenderung dogmatis, eksklusif, rigid, dan mengabaikan kebenaran-kebenaran di luar agamanya. Padahal, seperti ditulis oleh Paul F. Knitter dalam No Other Name, bahwa kita tidak bisa mengatakan agama yang satu lebih baik dari agama yang lain. Semua agama, kata Fritjof Schuon dalam The Trancendent Unity of Religion, pada dasarnya (secara esoteris) adalah sama dan hanya berbeda dalam bentuk (secara eksoteris). Kebenaran dengan demikian tidak lagi eksklusif ada pada hanya agama tertentu, tapi pada semua agama. Kebenaran dalam agama, dengan demikian, adalah plural.”

Pemikiran yang disebarkan CRCS UGM ini tentu sangat naif. Aspek eksoteris (aspek luar, aspek syariat) dalam agama-agama adalah hal yang prinsip. Bagi kaum Muslim, ada tata cara shalat yang wajib diikuti, sebab cara ibadah itu diajarkan oleh Nabi Muhammad saw, utusan-Allah yang terakhir. Kaum Muslim yakin, hanya itulah cara shalat yang benar kepada Allah. Kaum Muslim tidak dapat menerima teori, bahwa Allah akan menerima ibadah semua manusia, dengan cara apa pun ibadah itu dilakukan. Ada pun teori Kesatuan Transendensi Agama-agama pada level esoteris hanyalah khayalan Fritjof Schuon dan kawan-kawannya, yang anehnya juga dijadikan dogma dan diterima kebenarannya oleh banyak orang tanpa berpikir.

Dalam sampul belakang Jurnal RELIEF edisi ini juga ditonjolkan kutipan wawancara Prof. DR. Machasin, guru besar UIN Yogya, yang menyatakan: ”… kenapa kita ribut menyalahkan orang ateis bahwa ateis adalah musuh orang ber-Tuhan. Padahal Tuhan sendiri ateis. Ia tidak ber-Tuhan.”

Pasca Perang Dingin, AS dan negara-negara Barat lainnya, memang sangat serius dalam mengembangkan pemikiran Islam seperti yang mereka kehendaki. Pada tahun 2007, menyusul berdirinya CRCS, di UGM juga didirikan program doktor lintas agama yang didukung oleh tiga kampus: UGM, UIN Yogya, dan Universitas Kristen Duta Wacana. Melalui lembaga-lembaga pendidikan tinggi lintas agama inilah diharapkan akan lahir pakar-pakar agama yang pluralis.

Ke depan, kemungkinan mereka akan mengisi pos-pos sebagai dosen atau guru agama di sekolah-sekolah. Dengan cara seperti inilah, maka secara otomatis pendidikan agama di sekolah-sekolah akan berubah. Tidak lagi bersifat konservatif seperti yang dicap oleh PPIM-UIN Jakarta, tetapi sudah bersifat pluralis. Cara ini tentunya sangat efektif, dibandingkan dengan cara mengubah kurikulum dan materi pendidikan agamanya, seperti mensosialiasikan buku Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural, sebagaimana pernah kita bahas dalam CAP-239.

Dulu, di tahun 1980-an, rencana program pengajaran Panca Agama di sekolah-skeolah pernah gagal, karena ditolak keras oleh tokoh-tokoh Islam dan tidak mendapat dukungan dari kalangan akademisi dari Perguruan Tinggi Islam. Kini, situasi sudah berubah. Kini, justru lembaga seperti PPIM-UIN yang ingin merombak Pendidikan Agama, sesuai dengan pesanan Barat. Pemikiran-pemikiran keagamaan yang tidak sesuai dengan selera kaum liberal dicap sebagai konservatif, radikal, dan berpengaruh atas terjadinya terorisme di Indonesia.

Betapa naif dan konyolnya cara berpikir model PPIM-UIN Jakarta tersebut. Guru agama yang meyakini kebenaran aqidah dan syariah Islam dicap sebagai konservatif, radikal, dan sebagainya. Jika para guru agama menyarankan murid-muridnya agar tidak mengikuti perayaan-perayaan ala Barat, tentunya itu harus dihormati. Di sinilah kita melihat bagaimana otoriternya kaum liberal dalam memaksakan pandangan dan konsep-konsep Barat terhadap kaum Muslim.

Dalam masalah aqidah, sejak dulu, kaum Muslim sudah bersikap tegas. Berkaitan dengan kekufuran, para pimpinan NU, misalnya, telah bersikap tegas. Dalam Muktamar NU ke-14 di Magelang, 1 Juli 1939, ditetapkan bahwa kitab Taurat, Injil, dan Zabur yang ada di tangan kaum Kristen, Katolik, dan Yahudi sekarang ini bukanlah kitab samawiyah yang wajib diimani kaum Muslim. Dalam Muktamar NU ke-13 di Menes Banten, 12 Juli 1938, diputuskan, bahwa seorang yang mengatakan kepada anaknya yang beragama Kristen, ”Kamu harus tetap dalam agamamu”, yang diucapkan dengan sengaja dan ridha atas kekristenan si anak, maka orang tua tersebut telah menjadi kufur dan terlepas dari agama Islam. (Lihat, Solusi Problematika Aktual Hukum Islam; Keputusan Muktamar, Munas, Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2004), terbutan Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN-NU) Jawa Timur).

Dalam buku Tanya Jawab Agama Jilid II, oleh Tim PP Muhammadiyah Majlis Tarjih, yang diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah (1991), hal. 238-240, sudah diterangkan, bahwa hukum menghadiri PNB adalah Haram. Muhammadiyah dalam hal ini juga mengacu kepada fatwa MUI. Adapun soal ”Mengucapkan Selamat Hari Natal” dapat digolongkan sebagai perbuatan yang syubhat dan bisa terjerumus kepada haram, sehingga Muhammadiyah menganjurkan agar perbuatan ini tidak dilakukan. Terhadap orang yang mengakui adanya nabi lagi setelah nabi Muhammad saw, Majlis Tarjih PP Muhammadiyah tanpa ragu-ragu untuk menyatakan, bahwa orang tersebut kafir.

Pandangan dan sikap kaum Muslim yang tegas dalam urusan aqidah tersebut harusnya dihormati oleh para dosen dan peneliti di PPIM-UIN Jakarta. Keyakinan terhadap kebenaran agamanya juga ditunjukkan oleh Gereja Katolik. Melalui Dokumen Dominus Iesus yang dikeluarkan Vatikan pada 6 Agustus 2000, Gereja Katolik menegaskan: ”Jelas sangat bertentangan dengan iman Katolik, bila berpendapat bahwa Gereja seperti salah satu alternatif jalan keselamatan bersama-sama dengan yang ditawarkan oleh agama-agama lain, yang dipandang sebagai pelengkap bagi Gereja, atau secara substansial sederajat dengan Gereja… ”. (Lihat perdebatan seputar Dominus Iesus pada buku Stefanus Suryanto berjudul Paus Benediktus XVI (Jakarta: Obor, 2008)).

Sebagai salah satu lembaga yang menyandang nama Islam, sebaiknya PPIM-UIN menghentikan aktivitas-aktivitasnya yang menyudutkan umat Islam dan mengajak umat Islam ragu dengan kebenaran aqidah dan syariah Islam. Kita mengimbau agar mereka mau belajar dan bersikap kritis – sedikit saja – terhadap pemikiran dan politik imperialistik negara-negara Barat.

Kita berharap, lembaga-lembaga seperti PPIM-UIN mau menyadari kekeliruannya dan memiliki rasa malu untuk merusak agama dengan dalih membuat kemaslahatan untuk umat manusia. Masih banyak jenis penelitian lain yang bermanfaat bagi umat Islam, meskipun mungkin kurang diminati para ”cukong”. Betapa pun, kita sebenarnya salut dengan kesungguhan PPIM-UIN Jakarta dalam melakukan suatu penelitian. Satu pelajaran berharga bisa kita petik: untuk merusak Islam pun perlu strategi dan kesungguhan.

Akhirul kalam, kita renungkan satu peringatan dari Allah SWT: ”Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar, dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.” (QS ar-Rum: 60).

***********

Penulis: Dr. Adian Husaini
(Pendiri INSISTS, Ketua Program Doktor UIKA Bogor, Penulis Buku dan Pendiri Pesantren At-Takwa Depok)

Demikian Semoga Bermamfaat…
@Wallahu ‘alam bishowab…

Artikel : www.mujahiddakwah.com (Menebar Dakwah dengan Al-Qur’an dan Sunnah)

Tags: Catatan Akhir Pekan Adian HusainiDr. Adian HusainiLiberalisasi
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on WhatsApp
Previous Post

Argumen Kayu Tersandar, Hebat Teori Tanpa Dalil

Next Post

Tim Bencana MUI-BNPB Edukasi Mitigasi Bencana Lewat Dakwah

Muh Akbar

Muh Akbar

Muhammad Akbar adalah Jurnalis Mujahid Dakwah, Founder Daar Al-Qalam, Member of Ummah International & Khadim Saladin Community, Pengurus Komite Solidaritas Palestina, dan Anggota Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

    LIBERATION OF AL AQSA

    Genosida Berbasis Data, Cara Israel Pakai AI Susun Daftar Target Pembantaian di Gaza
    BAITUL MAQDIS

    Genosida Berbasis Data, Cara Israel Pakai AI Susun Daftar Target Pembantaian di Gaza

    Oktober 13, 2026
    Dari London hingga Jakarta, Ribuan Orang Turun ke Jalan Tuntut Hentikan Genosida di Gaza
    BAITUL MAQDIS

    Dari London hingga Jakarta, Ribuan Orang Turun ke Jalan Tuntut Hentikan Genosida di Gaza

    Oktober 13, 2026
    Mamdani Kecam Genosida Israel Di Gaza: Setelah Tiga Tahun, Impunitas Harus Ditolak
    BAITUL MAQDIS

    Mamdani Kecam Genosida Israel Di Gaza: Setelah Tiga Tahun, Impunitas Harus Ditolak

    Oktober 11, 2026
    Menjaga Api Kepedulian: Ujian Konsistensi Keimanan dan Kemanusiaan Kita untuk Palestina
    BAITUL MAQDIS

    Menjaga Api Kepedulian: Ujian Konsistensi Keimanan dan Kemanusiaan Kita untuk Palestina

    Oktober 8, 2026

    Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    PILIHAN EDITOR

    Larangan Hijab di Azerbaijan, Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM
    Kolom

    Larangan Hijab di Azerbaijan, Paham Sekuler dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM

    by Imam Shamsi Ali
    Oktober 15, 2026
    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan
    PILIHAN EDITOR

    Hadirkan Spirit Kiai Imam Zarkasyi di 100 Tahun Gontor, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan

    by Muh Akbar
    September 28, 2026
    Ketua Umum LIDMI Ajak Mahasiswa STIBA Makassar Berkontribusi dalam Politik di Indonesia
    Kolom

    Hikmah Maulid dari Aspek Sosial Kemasyarakatan, Politik dan Keteladanan Pemimpin

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?
    Adab & Ibadah

    Apakah Wajib Menaati Suami yang Gajinya di Bawah UMR?

    by Wahyuni
    Agustus 18, 2026
    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945
    Kolom

    Refleksi Kemerdekaan RI ke 81: Revitalisasi Negara Pada Jalur Konstitusi UUD NRI 1945

    by Asrullah
    Agustus 26, 2026
    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng
    KABAR DUNIA

    Perkuat Keamanan Kolektif: Turki, Saudi dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan di Tengah Ketegangan Timteng

    by Muh Akbar
    Agustus 8, 2026

    MATERI KHUTBAH JUMAT

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Penutupan Masjid Al-Aqsa, Masjid Suci Tanpa Ibadah

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Refleksi Kemerdekaan Indonesia untuk Palestina

    Juni 16, 2026
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Rasa Kenyang Kita dan Jeritan Kelaparan Anak-Anak Gaza

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Menyambut Kemenangan Al-Aqsha dengan Semua Pengorbanan

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib
    KALAM

    Materi Khutbah Jumat: Generasi Shalahuddin Pembebas Al-Aqsa dari Penjajahan Tentara Salib

    Juni 16, 2026
    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita
    Khutbah Jum'at

    Materi Khutbah Jumat Palestina: Gaza Kelaparan, Tanggung Jawab Kita

    Juni 16, 2026
    Load More
    ADVERTISEMENT


    POPULAR POST

    • Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      Biografi Sejarawan Islam Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi

      1648 shares
      Share 659 Tweet 412
    • Waspada! Gerakan LGBT di Lingkup Kampus Berkedok Jumat Berbagi di Makassar

      1076 shares
      Share 430 Tweet 269
    • Perbedaan Antara Al-Quran, Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

      908 shares
      Share 363 Tweet 227
    • Innalillah, Pemimpin Hamas Ismail Haniyah Syahid Akibat Serangan Teroris Israel di Teheran

      871 shares
      Share 348 Tweet 218
    • Santri Asal Bantaeng Jadi Wisudawan Terbaik di Madrasah Tahfidz Qur’an Markaz Imam Malik Angkatan ke V

      813 shares
      Share 325 Tweet 203

    UPDATE DUNIA ISLAM

    Siapa Pun Perdana Mentrinya, Kejahatan Israel atas Palestina tak Berubah

    Siapa Pun Perdana Mentrinya, Kejahatan Israel atas Palestina tak Berubah

    Oktober 30, 2026
    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Ustadz Zaitun Rasmin Soroti Besarnya Dampak Sosial

    Oktober 24, 2026
    MUI Kecam Serangan Houthi atas Jamaah Umrah dan Warga Sipil di Bandara Riyadh

    MUI Kecam Serangan Houthi atas Jamaah Umrah dan Warga Sipil di Bandara Riyadh

    Oktober 13, 2026
    3 Tahun Genosida Gaza: 74 Ribu Korban Tewas dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Henti

    3 Tahun Genosida Gaza: 74 Ribu Korban Tewas dan Krisis Kemanusiaan yang Tak Kunjung Henti

    Oktober 6, 2026
    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Korban Gaza Tembus 74 Ribu, Serangan Penjajah Israel Berlanjut di Tengah Gencatan Senjata

    Oktober 2, 2026
    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    Wahdah Islamiyah Dorong Penguatan Diplomasi Bebas-Aktif Indonesia untuk Palestina

    September 28, 2026
    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    Makin Provokatif, Ben-Gvir dan Ribuan Pemukim Yahudi Gelar Ritual di Komplek Masjidil Aqsa

    September 23, 2026
    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    Rencana Tersembunyi di Bab Al-Rahma, Ekstremis Yahudi Berusaha Mengubah Wajah Al-Aqsa

    September 15, 2026
    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    Serangan ke-19 Ben Gvir ke Masjidil Aqsa: Apakah Israel Mulai Meletakkan Landasan Simbolis untuk Kuil yang Diklaim?

    September 9, 2026
    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    Pemakaman Massal Digelar di Gaza untuk 100 Korban yang Dievakuasi dari Reruntuhan

    September 7, 2026

    Follow Instagram Mujahid Dakwah

    • Keterlibatan kita mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina haruslah bak nyala api yang harus terus dijaga. Keterlibatan ini pun tidak melulu harus berwujud fisik atau menggunakan minimal angka. Justru, keterlibatan kita itu harus dimulai dari hati terlebih dahulu. Sebab, kejatuhan dan keruntuhan penj4j4h Isr4el adalah pasti dan akan segera terwujud. Selengkapnya bisa disimak di kanal YouTube Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta. #gaza #genocide #freepalestine🇵🇸 #palestina #baitulmaqdis
    • Ketua MUI Bidang Ukhuwah, Ustaz Zaitun Rasmin mengingatkan bahwa potensi dampak sosial dari penyelenggaraan konser tersebut perlu menjadi pertimbangan serius pemerintah.  Menurutnya, penyelenggaraan konser berisiko memunculkan kekecewaan dan gejolak di tengah masyarakat, terutama karena Indonesia selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.  Ia juga menegaskan bahwa kemungkinan adanya penggalangan dana untuk Palestina dalam rangkaian konser tidak serta-merta menghapus potensi dampak negatifnya.  Pemerintah, menurutnya, perlu mempertimbangkan bukan hanya aspek legalitas acara, tetapi juga kepekaan kemanusiaan, persatuan masyarakat, dan citra Indonesia di mata internasional.  Kehadiran tokoh lintas agama dalam pertemuan tersebut turut menegaskan bahwa persoalan ini perlu dilihat dalam kerangka kemanusiaan, bukan sentimen terhadap agama tertentu.  MUI pun mendorong pemerintah agar mempertimbangkan aspirasi masyarakat dan tetap konsisten pada amanat konstitusi dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.  Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah juga mengingatkan Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina. Menurutnya, dukungan terhadap pihak yang terbukti terlibat dalam tindakan genosida bertentangan dengan prinsip fatwa tersebut.  Ia secara khusus mendorong Kementerian Pariwisata, Kementerian Kebudayaan, dan Kementerian Luar Negeri untuk mencermati persoalan ini dengan mempertimbangkan nilai kemanusiaan dan komitmen Indonesia terhadap Palestina.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    • Hari Santri bukan sekadar peringatan. la adalah pengingat tentang nilai perjuangan, identitas diri, memuliakan ilmu dan ulama, serta pengabdian yang terus dibawa santri ke tengah masyarakat. Kiai Abdullah Sahal menasehati kita pentingnya memiliki identitas diri sebagai seorang penuntut ilmu, yang dimulai dengan keadaban, memuliakan ilmu dan ulama. Santri wajib membekali dirinya dengan adab, sebelum menuntut ilmu kepada para ulama, serta menyampaikannya kepada masyarakat. Pendidikan terbaik adalah yang membentuk jati diri, agar memiliki ketinggian adab dan kelembutan akhlak. Maka, beradablah sebelum berilmu dan beramal. #santri #santriindonesia #gontor #islam #pesantren
    • Kabar duka datang dari ulama kharismatik sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta. Prof KH Syukron Ma’mun wafat hari ini.  “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Segenap Keluarga Besar Pondok Pesantren Daarul Rahman turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya guru kita tercinta, Prof. KH. Syukron Ma’mun bin KH. Ma’mun Nawawi (Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman),” demikian keterangan unggahan Instagram @daarulrahman_official, Minggu (18/10/2026).  Kiai Syukron Ma’mun mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta, setelah menjalani perawatan akibat gangguan jantung sejak pekan lalu. Jenazah almarhum akan disalatkan bakda Zuhur sebelum dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan.  Prof KH Syukron Ma’mun lahir di Sampang, Madura, pada 21 Desember 1941. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga santri. Ayah, ibu, dan kakeknya merupakan sosok yang memiliki peran dalam pendidikan agama di daerah asalnya.  Pendidikan formal keagamaannya ditempuh di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, hingga lulus pada 1967. Setelah pindah ke Jakarta, ia melanjutkan kegiatan menuntut ilmu kepada sejumlah ulama Betawi, di antaranya Habib Ali bin Husein di Bungur dan Habib Abdurrahman Al-Habsyi.  KH Syukron Ma’mun dikenal dengan julukan Singa Podium berkat kepiawaiannya menyampaikan dakwah di hadapan masyarakat. Sejak berusia muda, ia telah berdakwah ke berbagai daerah, termasuk Madiun, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, hingga Magetan.  Selain berdakwah, ia juga aktif mengajar di perguruan tinggi dan mengisi majelis taklim. Jangkauan dakwahnya meluas ke berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Kalimantan, hingga Maluku. Ia juga menyampaikan syiar Islam ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.  Salah satu jejak penting KH Syukron Ma’mun adalah pendirian Pondok Pesantren Daarul Rahman di Jakarta.  رحمها الله رحمة واسعة وأسكنها فسيح جناته...  Semoga segala amal kebaikannya diterima oleh Allah, dosanya diampuni oleh-Nya dan dimasukkan ke dalam jannah-Nya. Allahumma Aamiin  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com
    • Pengurus Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PP Lidmi) mendesak pemerintah agar serius menuntaskan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk segera mengevaluasi dan mempertimbangkan penetapan status bencana nasional berdasarkan kondisi faktual serta ketentuan hukum yang berlaku.  Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat penanganan karhutla melalui koordinasi lintas sektor, mobilisasi sumber daya, dan perlindungan masyarakat terdampak.  Dengan demikian, upaya penanganan diharapkan dapat berjalan lebih optimal, baik dalam memadamkan kebakaran maupun mencegah meluasnya dampak yang ditimbulkan.  Desakan tersebut disampaikan di tengah besarnya luas kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2026. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Kehutanan (SiPongi+), luas areal karhutla di Indonesia pada Januari–Juli 2026 mencapai 202.004,30 hektare, meningkat 69 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.  Angka ini menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan masif, terukur, dan berkelanjutan.  Sebelumnya, pemerintah menyatakan bahwa penanganan karhutla menjadi perhatian utama. Namun, komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan konkret yang sebanding dengan skala persoalan di lapangan.  Ketua Umum PP Lidmi, Muhammad Ikram, S.Sos., M.Sos., menegaskan bahwa besarnya persoalan karhutla harus dijawab dengan keseriusan dan langkah nyata dari pemerintah.  “Jika penanganan karhutla dinyatakan sebagai prioritas, pemerintah perlu menunjukkan keseriusan itu melalui langkah yang benar-benar terukur. Jangan sampai prioritas hanya menjadi pernyataan, sementara masyarakat masih menghadapi dampak kebakaran dan ancaman asap. Yang dibutuhkan bukan sekadar komitmen, melainkan tindakan nyata dan kebijakan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Ikram.  PP Lidmi menilai bahwa penetapan status bencana nasional perlu dievaluasi secara serius dengan tetap berpedoman pada ketentuan hukum dan kondisi faktual di lapangan.  Baca Selengkapnya di: www.mujahiddakwah.com  #indonesia #hutan #bencanaalam #kebakaran #kebakaranhutan
    Next Post

    Tim Bencana MUI-BNPB Edukasi Mitigasi Bencana Lewat Dakwah

    Mujahid Dakwah adalah Portal Media Islam Indonesia (8 Tahun menyuarakan kebenaran, menghadirkan inspirasi dan menggerakkan kebaikan). Memuat artikel Islam, opini, sejarah, lifestyle muslimah, berita dunia Islam, news Indonesian, dan menjadi pusat literasi dan persiapan keilmuan dalam pembebasan Masjidil Aqsa & Baitul Maqdis

    © 2018–2026 / All Rights Reserved / Web Design by Mubarak Group Indonesia

    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kirim Tulisan

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • ARTIKEL
    • BAITUL MAQDIS
    • INDONESIA
    • KABAR DUNIA
    • KALAM
    • KHAZANAH
    • MUSLIMAH
    • PILIHAN EDITOR
    • UMMAH INTERNASIONAL

    © Copyright 2026 - Mujahid Dakwah Media