MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA — Ketua Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara, Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, dalam pernyataan resmi Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara (Rabithah Ulama wa Du’at Janub Syarq Asia), mengecam serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah fasilitas di Arab Saudi dan menyerukan persatuan negara-negara Islam untuk melindungi keselamatan masyarakat serta wilayah kaum muslimin.
Pernyataan bertanggal 13 Oktober 2026 tersebut ditandatangani Dr. Zaitun Rasmin bersama Sekretaris Jenderal Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara, Dr. Jeje Zainuddin.
Dalam pernyataan itu, Ikatan Ulama dan Da’i yang sering disebut Rabithah, mengecam serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh serta Stasiun Distribusi Listrik Thaibah di Madinah. Serangan tersebut telah mengakibatkan 13 korban meninggal dan 300 luka-luka di kalangan penumpang serta warga sipil.
Otoritas penerbangan menyatakan korban tewas terdiri atas empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga negara Amerika Serikat (AS), Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.
Para korban luka saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, dengan beberapa di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Rabithah menilai tindakan tersebut membahayakan keselamatan masyarakat, termasuk para pelaku perjalanan dan jemaah umrah, serta mengancam keamanan wilayah dan tempat-tempat suci umat Islam.
Di bawah kepemimpinan Ustaz Zaitun Rasmin, Rabithah menyatakan solidaritas penuh kepada Arab Saudi dalam mengambil langkah untuk menghadapi serangan dan melindungi masyarakat.
“Rabithah menegaskan solidaritas penuh dengan Kerajaan Arab Saudi dalam setiap langkah yang diambil untuk menangkal teror para penyerang serta melindungi kehormatan dan jiwa kaum muslimin,” demikian dinyatakan dalam pernyataan tersebut.
Selain menyampaikan kecaman, Ustaz Zaitun Rasmin bersama Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara menyerukan agar para pemimpin dan masyarakat negara-negara Islam memperkuat persatuan, menjauhi perpecahan, serta menjalankan tanggung jawab untuk membela wilayah kaum muslimin.
Pernyataan itu juga mengajak umat Islam mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak doa bagi keselamatan masyarakat, wilayah, serta tempat-tempat suci mereka.
Laporan: Media UZR
















































































