MUJAHIDDAKWAH.COM, BONE — Sebanyak 206 muslimah mengikuti Tasyakuran Dirosa yang dirangkaikan dengan Seminar Al-Qur’an bertema “Bersama Al-Qur’an dalam Harmoni Cinta dan Perjuangan” di Makkasau Ballroom Hotel, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Ahad, (26/7/26).
Kegiatan yang diselenggarakan Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bone ini menjadi momentum untuk menguatkan komitmen peserta untuk terus belajar, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Ketua Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bone, Ustadzah Sri Rahayu, S.Kel., mengajak seluruh peserta mensyukuri nikmat Allah yang telah memberikan kesempatan dan kemudahan mempelajari Al-Qur’an. Ia juga menekankan bahwa perjalanan bersama Al-Qur’an tidak berhenti setelah menyelesaikan program Dirosa.
“Al-Qur’an adalah petunjuk hidup yang mengantarkan manusia kepada kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat. Karena itu, jangan berhenti di Dirosa, tetapi lanjutkan dengan program pembinaan agar Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidup,” jelas Ustazah Sri Rahayu dalam sambutannya.
Seminar yang dipandu Ustadzah Sri Marjayanti, S.Pd. menghadirkan Ketua Unit Sosial Muslimah Wahdah Daerah Bone, Ustadzah Harnidah, S.Pd., sebagai pemateri. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an membentuk pribadi yang berakhlak mulia, jujur, serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
“Orang yang beruntung adalah mereka yang benar-benar menjalankan petunjuk Al-Qur’an dalam kehidupannya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan seorang muslim bukan semata-mata jabatan atau harta yang dimiliki, melainkan kedekatannya dengan Al-Qur’an.
“Keberkahan hidup hadir ketika seseorang senantiasa membaca, mempelajari, memahami, lalu mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Manfaat program Dirosa turut dirasakan para peserta. Salah seorang peserta asal Walennae, Junuria, mengaku mengalami perubahan dalam kemampuan membaca Al-Qur’an setelah mengikuti pembelajaran tersebut.
“Senang mengikuti Dirosa. Banyak hal yang sudah saya lupakan menjadi diingat kembali. Dulu cara membaca Al-Qur’an masih seperti bacaan kampung, sekarang Alhamdulillah sudah bisa membaca sesuai dengan tajwid,” tuturnya.
Testimoni tersebut menjadi gambaran nyata manfaat Dirosa dalam membantu masyarakat memperbaiki bacaan Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid.
Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme peserta, panitia menutup kegiatan dengan pembagian doorprize, termasuk hadiah utama berupa satu unit kompor gas dan satu unit rice cooker. Melalui kegiatan ini, Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bone berharap Dirosa terus menjadi sarana yang menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sehingga semakin banyak muslimah yang mampu membaca, memahami, dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Laporan: Infokom MWD Bone













































































