MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Sehubungan dengan terjadi dan maraknya aksi yang terjadi berupa penistaan Al Quran dan Islam di Denmark, Swedia dan Norwegia beberapa hari terakhir ini.
Wahdah Islamiyah menyampaikan pandangan dan pernyataan sikap yang bernomor: K.1923/IL/I/01/1442 yang ditandatangani oleh Dr. H. Muh. Zaitun Rasmin, Lc., M.A. selaku Ketua Umum dan H. Syaibani Mujiono, S.Sy. selaku Sekretaris Jenderal pada Jumat 16 Muharram 1442 H/ 4 September 2020 M.
“Mengutuk keras aksi yang tidak beradab berupa penistaan Al Qur’an dan Islam tersebut yang menggambarkan kebencian kaum kuffar seperti Firman Allah subhanahu wata’ala: “Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti.” (QS. Alii ‘Imran: 118),” ujarnya.
Wahdah Islamiyah mengimbau kepada segenap kaum muslimin untuk mempersiapkan segala kemungkinan atas dampak dari aksi ini.
“Mengimbau kaum muslimin untuk melakukan boikot atas seluruh produk ketiga negara tersebut sebagai simbol pembelaan terhadap kesucian Islam dan Al Qur’an. Menyerukan kepada seluruh kaum muslimin untuk semakin meningkatkan semangat mencintai Al Qur’an dengan menggiatkan semua amal usaha pembelajaran Al Qur’an,” tambahnya.
Menuntut kepada Pemerintah Indonesia untuk memulangkan para duta besar ketiga negara tersebut di atas dan menutup kedutaan besar mereka di Indonesia. Menyerukan kepada segenap warga negara Indonesia untuk tidak mengembangkan narasi pembelaan kepada para penista agama itu, yang akan semakin menyulut kemarahan kaum muslimin.
“Menyerukan kepada segenap kaum muslimin untuk semakin gencar mendakwahkan kemuliaan Islam dan Al Qur’an seluas mungkin kepada umat manusia dengan berbagai fasilitas informasi dan komunikasi yang ada, karena tidaklah Islam itu ditindas dan berusaha dihinakan kecuali Islam akan mengeluarkan semerbak harum dan indahnya,” tegasnya.
Menyerukan kepada seluruh kaum muslimin untuk menahan diri dari tindakan kekerasan yang tidak proporsional, dan tetap menampakkan akhlakul karimah kepada semua umat manusia, terutama yang tidak terlibat dan mendukung aksi penistaan keji tersebut.
“Demikian pernyataan ini kami buat sebagai wujud kecintaan dan pembelaan atas Al Qur’an dan Islam dan sebagai wujud tanggung jawab untuk memberikan pengarahan kepada kaum muslimin pada umumnya dan anggota serta simpatisan Wahdah Islamiyah pada khususnya,” tutupnya.
Reporter: Muh Akbar
Editor: Admin MDcom








































































