MUJAHIDDAKWAH.COM, LAUT MEDITERANIA — Armada kemanusiaan Global Sumud saat ini dilaporkan sedang dikepung dan dicegat secara aktif oleh kapal perang angkatan laut Israel di perairan internasional Laut Mediterania, sekitar 250 mil laut dari pantai Gaza.
Intersepsi ini terjadi empat hari setelah 54 kapal sipil berlayar dari Marmaris untuk membuka koridor kemanusiaan dan memecah pengepungan ilegal Israel terhadap Gaza. Boats yang telah di intersep di antaranya, Amanda, Barbaros, Blue Toys, Cactus, Furleto, Holy Blue, Isobella, Kyriakos, TenaZ, Zio Faster, Jandabar dan Sadabad.
“Rekaman CCTV memperlihatkan anggota rezim Zionis naik ke salah satu kapal Armada Global Sumud (GSF) dan mengarahkan senjata ke arah para aktivis kemanusiaan yang berada di atas kapal,” tulis keterangan di akun IG Global Sumud, Senin, (18/5/2026).
“Perhatian kepada semua otoritas internasional, media, dan masyarakat yang memiliki perasaan di seluruh dunia: apa yang sedang dilakukan oleh Pasukan Ocupasi lsrael terhadap kapal-kapal ini adalah perampokan,” tambahnya.
Armada ini terdiri atas kapal-kapal sipil yang membawa relawan kemanusiaan, tenaga medis, jurnalis, dan aktivis internasional. Mereka menyatakan bahwa seluruh peserta tidak bersenjata dan menjalankan misi kemanusiaan.
“Dunia kini menyaksikan bagaimana misi bantuan kemanusiaan menghadapi ancaman dan tekanan, saat kami berusaha menyalurkan bantuan kepada rakyat Palestina,” ungkap media GSF.
Peristiwa ini disebut sebagai kelanjutan dari intersepsi sebelumnya terhadap armada serupa di dekat Kreta pada akhir April lalu, ketika sejumlah peserta ditahan oleh pasukan Israel. Tindakan tersebut melanggar prinsip kebebasan navigasi internasional dan hukum maritim internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS).

“Dunia harus mengecam kejahatan ini. Dunia harus mengecam genosida yang sedang berlangsung, hukuman kolektif, dan pengepungan kekerasan yang diterapkan pada rakyat Palestina,” tegas GSF.
Di sisi lain, pemerintah Israel menegaskan bahwa blokade laut terhadap Gaza diberlakukan atas dasar keamanan dan bahwa pihaknya tidak akan mengizinkan kapal memasuki wilayah yang dianggap melanggar blokade tersebut.
Global Sumud Flotilla menyatakan telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada berbagai lembaga internasional mengenai status sipil armada tersebut. Tim hukum mereka juga menyebut tengah menyiapkan langkah hukum internasional terkait intersepsi ini.
Selain jalur laut, misi bantuan darat Global Sumud yang terdiri dari puluhan kendaraan kemanusiaan dilaporkan tertahan di dekat Sirte, Libya. Penyelenggara menyebut hambatan tersebut sebagai bagian dari pembatasan terhadap akses bantuan kemanusiaan menuju Rafah dan Gaza.
Komunitas internasional, organisasi kemanusiaan, dan lembaga hak asasi manusia terus menyerukan perlindungan terhadap warga sipil serta akses bantuan tanpa hambatan ke Gaza di tengah situasi konflik yang masih berlangsung.
Laporan: Media GSF













































































