MUJAHIDDAKWAH.COM, BULUKUMBA — Pengurus Daerah LIDMI Bulukumba menggelar Strategic Leadership Forum (SLF) 2026 pada Sabtu, 18 April 2026, dengan mengusung tema “Dari Ukhuwah Menuju Gerakan: Menyatukan Langkah dalam Perjuangan Dakwah”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan serta menyatukan visi gerakan dakwah mahasiswa.
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua PD LIDMI Bulukumba, Denil Suwedi, S.Pd., Gr., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan organisasi di tengah berbagai keterbatasan. Ia menyampaikan bahwa seluruh pengurus perlu memiliki komitmen dalam mengelola waktu, tenaga, dan pikiran agar organisasi tetap berjalan.
“Organisasi ini harus tetap kita jaga bersama. Meskipun kita memiliki kesibukan masing-masing, kita tetap harus mampu mengatur kontribusi agar program organisasi bisa terus berjalan, minimal dengan program yang ada,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa kepengurusan saat ini menghadapi tantangan berupa kejenuhan. Namun demikian, menurutnya, potensi organisasi tetap besar dan harus terus dioptimalkan melalui kerja sama dan komitmen bersama.
Kegiatan ini dipandu oleh Sekretaris PD LIDMI Bulukumba, Rahman B, S.Pd., yang berperan sebagai moderator dalam mengarahkan jalannya forum agar tetap interaktif dan terfokus pada substansi pembahasan.
Sementara itu, sesi pemantik materi disampaikan oleh perwakilan MSO yang hadir, yaitu Ustaz Amrul Abu Khair, S.Pd. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa kepemimpinan dalam organisasi dakwah memiliki orientasi utama pada nilai ibadah.
“Kita menjalankan amanah ini bukan karena jabatan atau senioritas, tetapi karena tujuan kita adalah pahala dan ridha Allah SWT. Dalam dakwah, tidak ada yang sia-sia selama kita berbuat kebaikan,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam sejarah Islam, kepemimpinan para sahabat memberikan pelajaran penting tentang pentingnya kualitas dan kapasitas dalam menentukan seorang pemimpin. Pergantian kepemimpinan, menurutnya, merupakan bagian dari strategi untuk menjaga keberlangsungan dakwah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap individu memiliki peran dalam dakwah, tidak harus selalu berada di posisi utama.
“Kalau kita belum mampu berada di depan, maka kita bisa menjadi fasilitator bagi orang lain. Itu juga bagian dari dakwah dan tetap bernilai pahala,” tambahnya.
Dalam forum diskusi, para peserta turut menyampaikan berbagai masukan strategis. Secara umum, peserta menilai bahwa organisasi perlu lebih aktif dalam merespons isu-isu kampus, memperkuat kaderisasi, serta membangun pendekatan yang lebih humanis kepada mahasiswa baru.
Selain itu, peserta juga menekankan pentingnya memperjelas nilai atau manfaat yang ditawarkan organisasi kepada anggota, sehingga kehadiran LIDMI dapat dirasakan secara nyata oleh mahasiswa.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas pengurus serta meningkatkan kualitas gerakan dakwah mahasiswa di Kabupaten Bulukumba.
Sebagai tindak lanjut, forum ini menghasilkan sejumlah rencana aksi, di antaranya penyusunan program kerja yang lebih terarah, penguatan koordinasi antar pengurus, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan keberlanjutan program dakwah.
Laporan: Infokom PD LIDMI Bulukumba










































































