MUJAHIDDAKWAH.COM, LAUT MEDITERANIA – Sebanyak 13 kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) menghadang laju MSC Maya, sebuah kapal kargo raksasa yang terdeteksi mengangkut senjata dan alat perang menuju pelabuhan Ashdod, Israel.
Menurut situs pelacakan kapal Marine Traffic, MSC Maya berada di sebelah barat daya pulau Sisilia, Italia, dan sedang menuju Ashdod, Israel pada saat pengumuman tersebut.
Rekaman video yang diunggah ke media sosial oleh kelompok tersebut menunjukkan setidaknya tiga perahu layar mengelilingi kapal besar itu.
“Tiga belas kapal Global Sumud Flotilla mengalihkan jalur MSC Maya dan mengganggu aliran bahan mentah yang ditujukan untuk mesin perang genosida. Sudah saatnya rakyat merdeka di dunia menundukkan kompleks militer,” kata para aktivis.
Chiki Fawzi, aktivis dan figur publik Indonesia yang merupakan delegasi Global Peace Convoy dalam misi GSF, menggambarkan ketegangan di atas gelombang. Dia menjelaskan kargo yang dibawa MSC Maya merupakan instrumen yang akan digunakan untuk memperpanjang napas genosida di Gaza.
“Kami tidak bisa tinggal diam melihat pelabuhan Ashdod terus menjadi pintu masuk mesin pembunuh. Senjata-senjata itu yang akan digunakan untuk menghabisi nyawa saudara-saudara kita di Gaza,” ujar Chiki saat melaporkan kejadian tersebut melalui saluran media sosial.
Aksi pengadangan ini bukan tanpa alasan. Laut Mediterania kini berubah menjadi panggung anomali hukum internasional. Di satu sisi, perairan ini menjadi saksi bisu penculikan para aktivis yang mencoba mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Di sisi lain, kapal-kapal pengangkut senjata milik otoritas pendudukan Israel melenggang bebas tanpa hambatan berarti.
Chiki menyoroti bagaimana batasan laut internasional seolah menjadi garis yang tidak berarti bagi Israel.
“Penjajah ini bertindak seolah Laut Mediterania adalah milik pribadi mereka. Mereka melanggar batas internasional dan mengabaikan Konvensi Jenewa seakan dokumen itu tidak pernah ada,” tegasnya.
Misi saat ini adalah upaya kedua Armada Global Sumud untuk mencapai Gaza melalui jalur laut.
Tahun lalu, misi pertama kelompok tersebut hampir mencapai perairan Mediterania Palestina, tetapi kapal-kapal tersebut dicegat oleh tentara Israel, dan para aktivis, termasuk aktivis lingkungan Greta Thunberg dan penyelenggara Serikat Buruh Amazon, Chris Smalls, dibawa ke penjara Israel selama beberapa hari.
Laporan: Ahmad











































































