Di bawah langit Gaza Selatan yang berdebu, air bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan simbol keberlangsungan hidup yang kian langka. Kehadirannya kini menjadi denyut nadi bagi ribuan jiwa yang bertahan di tengah keterbatasan akses sanitasi dan kesehatan.
Melalui kolaborasi tulus antara Ibu Wardharita dan Baitul Maal Hidayatullah (BMH), sebuah misi mulia dijalankan guna memastikan anak-anak Palestina tidak lagi memeluk dahaga di tanah mereka sendiri.
Pemandangan haru menyeruak saat jerigen-jerigen plastik mulai terisi penuh oleh air jernih yang mengalir lancar.
Anak-anak kecil berlarian dengan tawa yang pecah, seolah beban berat di pundak mereka menguap seketika demi menyambut sumber kehidupan tersebut.
Bagi mereka, air ini adalah kemewahan yang memberikan harapan baru untuk menjaga kesehatan dan menjalankan aktivitas harian dengan lebih layak.
Ibu Wardharita mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan wujud kasih sayang yang melampaui batas geografi.
“Semoga air bersih ini dapat meringankan beban dan memberikan manfaat bagi anak-anak serta keluarga di Gaza. Kami berharap bantuan ini menjadi jalan kebaikan dan keberkahan,” tuturnya dengan penuh ketulusan saat melepas bantuan tersebut melalui BMH.
Langkah ini merupakan bentuk aksi progresif terhadap bantuan kemanusiaan yang bersifat berkelanjutan. Alih-alih hanya memberikan bantuan logistik sesaat, penyediaan air bersih menyentuh akar permasalahan kesehatan publik di wilayah konflik.
Dengan terpenuhinya kebutuhan sanitasi, risiko penyakit menular dapat ditekan secara signifikan, sehingga memberikan ruang bagi warga untuk tetap tangguh menghadapi kondisi darurat yang belum usai.
Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menegaskan bahwa dampak program ini sangatlah masif. Ia menjelaskan bahwa air bersih adalah kebutuhan vital yang tidak bisa ditunda.
“Melalui amanah ini, BMH berkomitmen menghadirkan solusi nyata yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat di wilayah krisis, sekaligus menjaga martabat kemanusiaan mereka di tengah kepungan kesulitan,” ungkapnya.
Solidaritas yang digalang oleh Ibu Wardharita dan BMH ini sejatinya menjadi oase yang menyejukkan. Selain memenuhi kebutuhan fisik, program ini secara spiritual mendukung penguatan generasi muda Palestina.
Pada akhirnya, tersedianya air bersih yang memadai turut menjawab kebutuhan mendasar anak-anak bangsa di sana agar dapat tumbuh sehat dan belajar Alquran dengan jauh lebih mudah serta lebih baik.
Laporan: Humas BMH













































































