MUJAHIDDAKWAH.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan udara Israel terhadap ibu kota Qatar, Doha, Selasa (9/9) yang diklaim menargetkan para pemimpin senior Hamas.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB, serta ancaman besar bagi keamanan dan perdamaian kawasan.
“Serangan Israel ke Doha, Qatar, pada 9 September 2025 merupakan pelanggaran keras terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB, pelanggaran terhadap kedaulatan Qatar, dan ancaman besar terhadap keamanan dan perdamaian kawasan,” tulis Kemlu RI melalui akun resmi X, Rabu (10/9).
Kemlu RI juga menekankan, serangan itu berisiko memperluas konflik di kawasan. Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah tegas menghentikan tindakan Israel dan memastikan adanya akuntabilitas.
“Indonesia menegaskan kembali solidaritasnya terhadap pemerintah dan rakyat Qatar serta komitmennya untuk mendukung semua upaya diplomatis demi tercapainya penyelesaian yang adil, komprehensif, dan perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah di bawah Solusi Dua Negara,” lanjut pernyataan Kemlu RI.
Sementara itu, militer penjajah Israel mengklaim serangan tersebut merupakan operasi terkoordinasi antara IDF dan badan keamanan dalam negeri ISA untuk menargetkan para pemimpin senior Hamas yang bermarkas di Doha.
Menurut pernyataan Israel, para pemimpin Hamas yang menjadi sasaran dianggap bertanggung jawab atas serangan 7 Oktober 2023 serta perang berkelanjutan melawan Israel.
Sebanyak lima anggota delegasi Hamas dilaporkan gugur dalam serangan udara penjajah Zionis Israel yang mengguncang ibu kota Qatar, Doha, Selasa (9/9). Di antara korban tewas terdapat putra dari pimpinan senior Hamas, Dr. Khalil Al-Hayya, serta pengurus kantornya.
Hamas dalam pernyataannya mengonfirmasi bahwa serangan tersebut merupakan upaya pembunuhan terhadap jajaran pimpinan politik mereka, namun menegaskan misi Israel “gagal” karena tokoh-tokoh utama masih selamat.
“Meskipun sejumlah saudara kami telah syahid, delegasi tetap utuh dan musuh tidak berhasil mencapai tujuannya,” tulis pernyataan resmi Hamas, Rabu (10/9) pagi.
Kelima korban yang gugur adalah Jihad Lubbad (Abu Bilal), Direktur Kantor Dr. Khalil Al-Hayya; Hamam Al-Hayya (Abu Yahya), putra Dr. Khalil Al-Hayya; Abdullah Abdul-Wahid (Abu Khalil), ajudan; Moumen Hassouna (Abu Omar), ajudan; dan Ahmed Al-Mamlouk (Abu Malik), ajudan.
Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam keras serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara mereka, dan menyatakan investigasi tengah dilakukan “pada tingkat tertinggi”.
Serangan tersebut menandai eskalasi signifikan dalam konflik, dengan Doha, yang selama ini menjadi mediator utama negosiasi gencatan senjata, untuk pertama kalinya menjadi sasaran langsung operasi militer Zionis Israel terhadap pimpinan Hamas.
Laporan: Ahmad
Editor: Admin MDcom















































































