MUJAHIDDAKWAH.COM, GAZA – Pasukan Israel membombardir Gaza saat warga Palestina merayakan Idul Fitri, menewaskan sembilan orang, termasuk lima anak-anak.
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel telah mengajukan usulan balasan setelah Hamas mengatakan telah menerima rencana gencatan senjata baru yang diajukan oleh Mesir dan Qatar.
Meski rakyat Gaza sedang merayakan Idul Fitri, penjajah Israel tak henti-hentinya melakukan serangan dan genosida di Gaza.
Sesaat sebelum salat Idul Fitri, Shurooq dan Yaqeen Al-Qahouji, dua saudara perempuan, tewas ketika pasukan pendudukan mengebom rumah mereka di sebelah timur Khan Yunis. Ahad, (30/3/25).
Puluhan syahid telah gugur di selatan Jalur Gaza akibat pembantaian brutal yang dilakukan oleh teroris pendudukan Zionis, yang terjadi di depan mata dan telinga seluruh dunia.
Semua syahid itu adalah anak-anak, tak seorang pun berusia lebih dari sepuluh tahun. Hati mereka yang kecil adalah yang paling menderita, dan kepolosan mereka pun sirna di saat-saat yang menyakitkan, sementara dunia terus bungkam menghadapi kejahatan keji ini.

Program Pangan Dunia mengatakan stok makanannya di Gaza bisa habis dalam waktu 10 hari karena blokade Israel yang menghukum terus berlanjut.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 50.277 warga Palestina dipastikan tewas dan 114.095 terluka dalam perang Israel di Gaza. Kantor Media Pemerintah Gaza memperbarui jumlah korban tewas sekitar dua bulan lalu menjadi lebih dari 61.700, dengan mengatakan ribuan orang yang hilang di bawah reruntuhan diduga tewas.
Sedikitnya 1.139 orang tewas di Israel selama serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 dan lebih dari 200 orang ditawan.
Sumber: Palinfo














































































