MUJAHIDDAKWAH.COM, MAKASSAR – Sampai hari ini wabah Covid-19 masih menjadi ancaman bagi kesehatan. Dan di antara ikhtiar yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan wabah tersebut adalah melalui vaksinasi.

Akhir-akhir ini banyak di antara masyarakat yang mempertanyakan bagaimana kesucian dan kehalalan produk obat dan vaksin yang akan dikonsumsi oleh umat Islam, serta penjelasan hukum syariat tentang hukum penggunaan
vaksin Covid-19 tersebut.

Oleh karena itu Dewan Syariah Wahdah Islamiyah merasa perlu
membuat surat keputusan guna menjadi pegangan bagi kader dan
simpatisan Wahdah Islamiyah secara khusus serta kaum muslimin secara
umum.

Surat keputusan ini ditanda tangani oleh Ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah Dr. Muhammad Yusran Anshar, Lc., M.A. dan Sekretaris Dewan Syariah Ustadz Harman Tajang, Lc., M.H.I. Berikut keputusan lengkapnya sebagaimana yang diterima  mujahiddakwah.com dalam keterangan tertulisnya pada Ahad, (17/01/2021).

1. Hukum penggunaan Vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Sciences Co. Ltd. China dan PT. Bio Farma (Persero) adalah boleh bagi umat Islam karena zatnya bersih dari unsur najis, halal dan aman berdasarkan hasil penelitian para ahli yang kredibel dan kompeten.

2. Penggunaan vaksinasi yang halal dan aman adalah salah satu cara mengatasi penyebaran virus dan bukan satu-satunya cara, sehingga tidak boleh hanya sekadar bersandarkan pada upaya vaksinasi ini lalu upaya lain termasuk penerapan protokol kesehatan mulai diabaikan dan dilalaikan. Atas dasar itu pula diharapkan kepada pihak pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi agar melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat dan memberikan pilihan serta tidak memaksakannya apalagi disertai ancaman atau sanksi denda.

3. Meminta kepada pihak pemerintah dan seluruh pihak yang berkompeten untuk terus mengupayakan secara maksimal pengadaan vaksin yang suci dan disepakati tentang kehalalannya, serta tingkat efikasi vaksin yang tinggi dan keamanan penggunaannya yang paling terjamin.

4. Menganjurkan kepada seluruh kader dan simpatisan Wahdah Islamiyah serta masyarakat pada umumnya untuk melakukan vaksinasi sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku, sebagai bentuk upaya mewujudkan kemaslahatan bersama.

5. Mengimbau kepada seluruh kaum muslimin untuk menjaga persatuan dan ukhuwah serta saling menghargai perbedaan dalam menyikapi masalah vaksinasi ini dan senantiasa mengembalikan segala urusan kepada pihak yang berkompeten dan para ahlinya.

6. Mengajak seluruh masyarakat muslim Indonesia untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, berdoa, memperbanyak istigfar, bertobat, serta tetap sabar dan bertawakal agar negara dan bangsa Indonesia ini segera dijauhkan dari wabah, musibah dan berbagai macam fitnah.

7. Surat keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

Demikian surat keputusan ini dibuat, semoga Allah Subhanahu Wata’ala melindungi bangsa dan negara kita dari segala bentuk keburukan serta mengangkat wabah COVID-19 ini secepatnya.

Reporter: Muh Ikram
Editor: Admin MDcom